Polisi Penganiaya Novel Belum Dipecat

Polisi Penganiaya Novel Belum Dipecat
Sidang Perdana Tersangka Penyiram air keras Novel Baswedan. (Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao)
Farouk Arnaz / FMB Selasa, 16 Juni 2020 | 13:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis di kepolisian masih belum berakhir. Kedua terdakwa penganiayaan penyidik KPK Novel Baswedan ini masih bestatus polisi aktif.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono proses sidang kode etik dan disiplin, termasuk kemungkinan pemberhentian dengan tidak hormat, akan digelar jika sudah ada keputusan pidana yang tetap.

“Iya (belum diproses internal),” kata Argo saat dihubungi Beritasatu.com Selasa (16/6/2020).

Seperti diberitakan dua orang anggota Brimob itu dituntut melakukan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu sehingga menyebabkan Novel mengalami luka berat.

Perbuatan itu dilakukan karena terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri.

Atas perbuatannya itu, mereka dinilai terbukti melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP (penganiyaan berencana) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pihak Novel Baswedan sendiri menilai tuntutan ringan hanya satu tahun penjara membuktikan bahwa persidangan ini hanya formalitas belaka dan penuh sandiwara.

Saat dibawa ke Rutan Bareskrim pada Desember silam, Ronny sempat berseru kepada wartawan tentang alasannya menyiram air keras kepada Novel.

"Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," katanya saat itu.

Novel diserang dengan air keras sepulang salat subuh dari masjid tak jauh dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017 lalu.



Sumber: BeritaSatu.com