Eks Kepala BPJN XII Balikpapan Dihukum 4 Tahun Penjara

Eks Kepala BPJN XII Balikpapan Dihukum 4 Tahun Penjara
Ilustrasi pengadilan (Foto: Istimewa)
Fana Suparman / YUD Rabu, 17 Juni 2020 | 19:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap mantan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan Refly Ruddy Tangkere. Tak hanya pidana pokok, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Refly berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 620 juta subsider 8 bulan pidana penjara.

Majelis Hakim menyatakan Refly terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait pengadaan proyek jalan di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018-2019. Tindak pidana itu dilakukan Refly bersama-sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Andi Tejo Sukmono.

"Menyatakan terdakwa Refly Ruddy Tangkere terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar Hakim Ketua Majelis, Joni Kondolele saat membacakan amar putusan terdakwa Refly Ruddy Tangkere.

Refly bersama-sama Andi Tejo Sukmono terbukti menerima uang secara bertahap dari Direktur PT Harlis Tata Tahta Hartoyo dengan total Rp 9,001 miliar serta fasilitas berupa pembelian tiket pesawat terbang Rp 47,3 juta dan pembayaran biaya hotel sejumlah Rp 25,7 juta. Dari total tersebut, Refly diyakini menerima suap sejumlah Rp 1,4 miliar dan Andi menerima Rp 7,601 miliar.

Pemberian suap kepada Refly dan Andi bertujuan agar PT Harlis Tata Tahta milik Hartoyo dimenangkan dalam pelelangan dan melancarkan pelaksanaan proyek/ pekerjaan preservasi rekonstruksi Sp.3 Lempake-Sp.3 Sambera-Santan-Bontang-Dlm. Kota Bontang-Sangatta di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018-2019 pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan Kementerian PUPR.

Atas perbuatan itu, Refly terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Juncto Pasal 18 uu nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama Jaksa KPK.

Dalam menjatuhkan hukuman ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dinilai bertentangan dengan program pemerintah dalam mewujudkan pemerintah yang bebas dari korupsi.

Sementara untuk hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa berlaku sopan dipersidangan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, dan terdakwa telah mengembalikan uang sejumlah Rp 780.000.000.

Pada hari yang sama, Majelis Hakim juga membacakan amar putusan terhadap Andi Tejo Sukmono. Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun pidana penjara dan denda 300 juta subsidair 4 bulan terhadap Andi Tejo. Tak hanya itu, Hakim juga menghukum Andi Tejo dengan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti Rp 2.318.083.148 subsider 1 tahun 4 bulan kurungan.

Hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap Refly Ruddy Tangkere dan Andi Tejo Sukmono lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya Jaksa menuntut Refly untuk dihukum 6 tahun pidana penjars dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sejumlah Rp 2,318 miliar.

Sementara Andi Tejo dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut, Refly Ruddy Tangkere dan Andi Tejo Sukmono menyatakan pikir-pikir. Jaksa pada KPK juga menyatakan pikir-pikir.



Sumber: BeritaSatu.com