Penganiaya Novel Baswedan Belum Dipecat, Kompolnas Anggap Lazim

Penganiaya Novel Baswedan Belum Dipecat, Kompolnas Anggap Lazim
Sidang Perdana Tersangka Penyiram air keras Novel Baswedan. (Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao)
Farouk Arnaz / JAS Jumat, 19 Juni 2020 | 20:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pengawas Kepolisian (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan belum dipecatnya dua anggota polisi yang menganiaya berat Novel Baswedan adalah hal lazim.

“Karena para pelaku sudah terlebih dulu diproses pidana, maka proses kode etik dan disiplin (yang memungkinkan mereka dipecat) menunggu selesainya sidang pidana. Hal tersebut lazim dan sudah sesuai aturan hukum,” kata Poengky saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (19/6/2020).

Menurut mantan aktivis HAM ini Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis masih diproses pidana sehingga asas praduga tak bersalah masih diberlakukan pada mereka.

“Hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan mereka bersalah (atau tidak),” imbuh Poengky.

Seperti diberitakan karier mereka sebagai Brimob di kepolisian masih belum berakhir. Mereka berdua menunggu vonis setelah dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa di PN Jakarta Utara dengan dakwaan berlapis.

Yakni Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaannya jaksa menyebut terdakwa menganggap Novel telah mengkhianati institusi Polri. Pihak Novel Baswedan menilai rendahnya tuntutan membuktikan bahwa persidangan ini hanya formalitas belaka dan penuh sandiwara. Apalagi mereka juga belum dipecat.

Novel Baswedan diserang dengan air keras sepulang sholat Subuh dari masjid tak jauh dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017 lalu. Matanya kirinya cacat permanen.



Sumber: BeritaSatu.com