Jaringan Penyerang Polsek Daha Selatan terungkap

Jaringan Penyerang Polsek Daha Selatan terungkap
Ilustrasi penggeledahan rumah terduga teroris. (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / WM Rabu, 24 Juni 2020 | 18:53 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Jejaring dibalik Abdurrahman, pelalu penyerang Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 1 Juni akhirnya terungkap.

Rahman dipastikan adalah salah satu anggota JAD Kalimantan Selatan dibawah seseorang bernama Tahliz alias Jack Ripper alias Abu Kotob yang juga telah ditangkap.

“Pemahaman Rahman menjadi radikal setelah belajar di Pondok Pesantren Hidayatulloh yang diasuh Tahliz. Ustaz Tahliz sebelumnya dari Pesantren Ibnu Masud Bogor,” kata seseorang yang mengetahui kasus ini pada Beritasatu.com, Rabu (24/6/2020).

Pesantren Ibnu Masud sempat jadi berita dalam peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih pada Rabu 16 Agustus 2017 laluz

Pondok yang berada di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor itu sempat didemo warga sebelum akhirnya ditutup Pemkab Bogor.

Sepertti diberitakan di hari lahir Pancasila 1 Juni , Brigadir Leonardo Latipapua yang berada di ruang SPKT Polsek menjadi sasaran pelaku. Korban yang kini naik pangkat setingkat lebih tinggi ditemukan tewas dengan luka bacokan samurai.

Berdasarkan kronologis, pada saat kejadian ada tiga anggota jaga SPKT Polsek Daha Selatan yang melaksanakan piket jaga malam.

Mereka adalah mendiang Leonardo (Ka SPKT III), Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, dan Bripda M Azmi.
Sekitar pukul 02.15 WITA Bripda Azmi mendengar keributan di ruang SPKT.

Pada saat kejadian dia berada di ruangan unit Reskrim. Kemudian Bripda Azmi mendatangi ruangan SPKT dan melihat korban mengalami luka bacok.

Azmi lalu mendatangi Kanit Intel Brigadir Sahat untuk minta tolong dan bersama-sama mendatangi ruang SPKT. Disini pelaku sempat mengejar keduanya dengan sajam jenis samurai.

Sahat, yang juga terkena sabetan, meminta pelaku untuk menyerah namun dia tidak mau menyerah sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku yang bernama Rahman hingga tewas.

 



Sumber: BeritaSatu.com