Polri: Teroris Kalimantan Tiga Kali Latihan Perang

Polri: Teroris Kalimantan Tiga Kali Latihan Perang
Barang bukti Pelaku yang menyerang Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (1/6/2020) (Foto: istimewa)
Farouk Arnaz / YS Kamis, 25 Juni 2020 | 14:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Kalimantan Selatan aktif berlatih sebelum Abdurrahman menyerang Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan pada 1 Juni 2020.

Rahman yang sudah dipastikan sebagai salah satu anggota JAD Kalsel di bawah seseorang bernama Tahliz alias Jack Ripper alias Abu Kotob telah berlatih setidaknya tiga kali.

“Rahman telah mengikuti idad (latihan para militer) sebanyak tiga kali bersama dengan Tahliz dan sembilan orang lainnya,” kata seseorang yang mengetahui kasus ini pada Beritasatu.com, Kamis (25/6/2020).

Disebutkan, dari sembilan orang itu, lima orang telah ditangkap dan satu tewas (Rahman). Yang ditangkap adalah Tahliz, Andi, Zain, Nurdin, dan Rafi.

Seperti diberitakan, pemahaman Rahman menjadi radikal setelah belajar di Pondok Pesantren Hidayatulloh yang diasuh Tahliz.

Tahliz sebelumnya berasal dari Pesantren Ibnu Masud Bogor. Pesantren itu sempat jadi berita dalam peristiwa pembakaran umbul-umbul merah putih pada 16 Agustus 2017.

Pomdok yang berada di Kampung Jami, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor itu sempat didemo warga sebelum akhirnya ditutup Pemkab Bogor.

 



Sumber: Suara Pembaruan