MNC Asset Management Hormati Proses Hukum di Kejagung

MNC Asset Management Hormati Proses Hukum di Kejagung
Kejaksaan Agung. (Foto: Istimewa)
Yuliantino Situmorang / YS Kamis, 25 Juni 2020 | 18:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - MNC Asset Management (MAM) menegaskan, Perseroan akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan berkomitmen membantu Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya.

Demikian disampaikan MAM dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/6/2020) pascapemberitaan penetapan tersangka 13 korporasi atas dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dalam keterangan tertulisnya itu, MAM merasa perlu mengklarifikasi apa yang menjadi kaitan pihaknya dengan Jiwasraya.

"Reksa Dana Syariah Ekuitas II yang dikelola oleh MAM merupakan produk single investor milik Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk reksa dana lainnya. Portfolio yang ada di dalam Reksa Dana Syariah Ekuitas II ditentukan oleh Jiwasraya, di mana setiap pembelian dan penjualan portfolio dilakukan atas instruksi Jiwasraya," demikian MAM.

Disebutkan, terkait berita penetapan status tersangka terhadap MAM, saat ini pihak MAM mengaku belum menerima
pemberitahuan resmi dari Kejagung. MAM akan menelaah lebih lanjut penetapan status tersangka itu.

"Secara data-data internal yang ada, kami berpendapat tidak ada pelanggaran hukum yang kami lakukan. Kami akan berkoordinasi dengan konsultan hukum dan kuasa hukum untuk melakukan klarifikasi yang diperlukan terhadap penetapan status tersangka ini," begitu rilis MAM.

Dijelaskan, MAM berkomitmen mendukung pemerintah menuntaskan kasus Jiwasraya dan akan bersikap kooperatif dalam proses pengadilan yang sedang berlangsung di Kejagung. Selain itu, MAM selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah.

"Nasabah diimbau untuk tetap tenang, MAM akan melakukan segala tindakan yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasabah. Pernyataan ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan dari investor, sekaligus merupakan
klarifikasi atas pemberitaan yang beredar di media massa," demikian tulis MAM.



Sumber: Suara Pembaruan