Kepala BNN: Selama Pandemi Covid-19, Penyelundupan Narkotika Dilakukan Secara Daring

Kepala BNN: Selama Pandemi Covid-19, Penyelundupan Narkotika Dilakukan Secara Daring
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko. (Foto: Istimewa)
Lennny Tristia Tambun / Bayu Marhaenjati / AO Jumat, 26 Juni 2020 | 11:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal (Komjen) Heru Winarko mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, penyelundupan narkotika kebanyakan dilakukan secara daring, yakni melalui jasa pengiriman. Selama pandemi Covid-19, BNN juga berhasil mengungkap 14 jaringan narkotika berskala internasional.

“Sepanjang 2019, BNN berhasil mengungkap 55 kasus dengan jumlah tersangka 59 orang. Sedangkan, selama masa pandemi Covid-19, BNN mengungkap 14 jaringan narkotika berskala internasional. Kebanyakan lewat online, jasa pengiriman, tetapi masih ada juga yang lewat jalur laut,” ujar Kepala BNN pada acara peringatan Hari Antinarkotika Internasional (Hani) 2020 di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Tema peringatan Hani 2020 adalah “Hidup 100% di Era New Normal Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba”. Acara yang digelar secara virtual itu dihadiri juga oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, serta Ketua DPR Puan Maharani.

Komjen Heru mengatakan, jajaran Polri juga bisa mengungkap peredaran gelap narkotika sebanyak 16 ton sabu dari kurun waktu Januari sampai Maret 2020. Dikatakan pula, pada bidang supply reduction, pihaknya telah berhasil memetakan 98 jaringan narkotika, 27 di antaranya sindikat berskala internasional.

Dari jumlah itu, 33 jaringan telah diungkap dan 19 di antaranya melibatkan warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). “Kami juga berhasil memetakan 98 jaringan sindikat narkotika, 27 jaringan di antaranya berskala internasional,” kata Heru.

Terkait penyalahgunaan narkotika, Kepala BNN mengatatakan, angka prevalensi narkotika terjadi penurunan sebesar 0,6%. Menurut Data Angka Prevalensi Nasional 2019 terhadap orang yang pernah memakai narkotika menjadi berhenti menggunakan dan tidak mengkonsumsi narkotika kembali dari jumlah 4,53 juta jiwa (2,40 %) menjadi 3,41 juta jiwa (1,80 %). Dengan demikian, sekitar 1 juta penduduk Indonesia berhasil diselamatkan dari pengaruh narkotika.



Sumber: BeritaSatu.com