Peredaran Narkotika Beralih Lewat Daring

Peredaran Narkotika Beralih Lewat Daring
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko (Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 26 Juni 2020 | 15:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko, menyampaikan selama masa pandemi Covid-19, peredaran narkotika beralih menggunakan daring (online). Sekitar 16 kasus peredaran gelap narkotika lewat online berhasil diungkap.

"Sekarang dalam pandemi ini kita juga bisa baca seperti kayak pengiriman-pengiriman fisik dari negara tetangga ketat, termasuk kita pun ketat. Yang diperiksa bukan hanya orang, juga barang. Sehingga yang selama ini mereka (pengedar) bisa lakukan, hampir sama sekali tidak bisa. Mereka beralih, sudah kita prediksi melalui daring. Ini juga sudah kita antisipasi lebih kurang 14 sampai 16 kasus dari bulan Maret sampai sekarang, melalui jasa pengiriman lewat daring itu sudah bisa kita ungkap," ujar Heru, di Kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: Wapres Sebut Narkoba dan Covid-19 Musuh Bersama

Heru menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian BNN dengan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI, pada tahun 2019, tren prevalensi penyalahgunaan narkoba setahun terakhir sebesar 1,80  persen atau setara dengan 3,4 juta penduduk. Guna menekan prevalensi penyalahgunaan narkoba yang masih mengkhawatirkan itu, BNN selaku leading sector mengambil langkah melalui strategi demand reduction dengan upaya pencegahan, supply reduction berupa kegiatan pemberantasan dan defence active melalui kerjasama dengan berbagai stakeholder, termasuk negara lain agar barang haram itu tidak masuk ke dalam negeri.

"Jadi bukan hanya dengan Kepolisian, dengan TNI, dengan Bea Cukai, semua unsur. Kita juga kerja sama dengan teman luar negeri. Kita sama-sama menekan supply dan demand. Alhamdulillah dari 2019 sampai sekarang lebih kurang 700.000 hampir 1 juta pengguna narkoba kita bisa pulihkan. Ini kita harapkan makin lama makin baik, dan kita terbebas dari narkoba," ungkapnya.

Heru menyampaikan, selama masa pandemi Covid-19, BNN, Polri, Bea Cukai dan stakeholder lainnya benar-benar ketat melakukan pengawasan dan pemberantasan.

Baca Juga: Konsumsi Narkotika Meningkat Saat Pandemi Covid-19

"Memang ada beberapa kendala, tapi kita bisa tangani seperti kalau ada informasi, Indonesia penerbangan tidak ada. Itu juga menjadi kendala oleh kita. Bergerak itu kita tidak bisa, akhirnya kita berkoordinasi dengan aparat setempat, kita kembangkan di sana," katanya.

Menurut Heru, BNN juga melakukan tindakan pencegahan bekerjasama dengan kementerian dan lembaga negara lain. "Lalu yang terakhir, masalah rehabilitasi. Kita fokus benar rehabilitasi, kita bikin standar rehabilitasi baik pemerintah dan swasta, dan kita sertifikasi konsuler-konsuler ini kita fokuskan karena rehabilitasi ini juga menjadi bagian akhir dari pembinaan kita. Setelah mereka pulih kita berikan keterampilan-keterampilan," jelasnya.

Heru menuturkan, masalah narkoba tidak bisa ditangani sendiri, melainkan harus bersama seluruh komponen, termasuk kerjasama dengan negara lain. "Jadi BNN dari hulu sampai hilir kita tangani masalah narkoba, dan narkoba tidak bisa ditangani secara sendiri, namun harus bersama. Bukan hanya Indonesia, tapi juga luar negeri," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com