Ganja Tetap Ilegal, Polda Aceh Tak Kendur

Ganja Tetap Ilegal, Polda Aceh Tak Kendur
Ilustrasi pohon ganja. (Foto: Istimewa)
Farouk Arnaz / RSAT Minggu, 28 Juni 2020 | 19:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Polda Aceh tak akan kendur dalam memberantas penyalagunaan ganja ilegal. Apalagi Indonesia sudah tegas menolak rekomendasi WHO yang hendak melegalkan penggunaan daun memabukkan itu.

Untuk diketahu Aceh adalah daerah “penyumbang” daun haram itu. Jutaan hektare dan ribuan pelaku sudah ditangkap dalam perdagangan gelap itu. Ganja Aceh ditanam di hutan dan gunung.

“Kami akan jalan terus, tak akan kendur. Untuk 2020 itu hingga kini sudah ada 148 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 189 orang. Total luas ladang ganja yang diungkap adalah 42,6 hektare dengan sekitar 93.269 pohon,” kata Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada kepada Beritasatu.com, Minggu (28/6/2020).

Menurut lulusan terbaik Akpol 1991 itu pengungkapan paling besar tahun ini, ladang di Blang Kejeren, Gayo Lues sebesar 25 hektare. Juga dikawasan Lamteuba, Aceh Besar.

“Medannya tak mudah, dan cukup susah untuk pergi ke sana,” imbuh Wahyu.

Seperti diberitakan Indonesia akan resmi menolak legaliasasi ganja di acara Expert Comittee on Drug Dependence (ECDD). Sikap itu merupakan kesimpulan hasil rakor yang diprakarsai BNN yang diikuti Dit Narkoba Bareskrim, Kemenkes, Kemenlu, dan Kemenkumham.

Rekomendasi WHO nomor 5.4 dan 5.5 membuat ganja jadi bahasan. Itu karena rekomendasi itu berisi tentang rencana legislasi Narkotika jenis ganja.

Salah satunpertimbangan Indonesia menolak ganja adalah cannabis atau ganja yang tumbuh di Indonesia berbeda dengan ganja yang tumbuh di negara lain seperti Eropa dan Amerika.

Dari hasil penelitian, ganja di Indonesia (termasuk Aceh) memiliki kandungan THC yang tinggi (18%) dan CBD yang rendah (1%). Kandungan THC itu sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat psikoaktif.



Sumber: BeritaSatu.com