Mahfud MD: Polri Harus Tetap Terbuka Terhadap Kritik

Mahfud MD: Polri Harus Tetap Terbuka Terhadap Kritik
Mahfud MD. (Foto: Antara)
Robertus Wardy / YUD Rabu, 1 Juli 2020 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam Mahfud MD meminta agar Polri tetap terbuka terhadap kritik masyarakat. Polri tidak boleh resisten, bahkan menghindari dari kritikan masyarakat karena kritikan yang disampaikan untuk perbaikan Polri.

“Polri harus terus-menerus terbuka terhadap kritik, masyarakat juga jangan segan memberikan masukan dan kritik pada polisi," kata Mahfud sebelum melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka Hari Ulang Tahun Polri atau Bhayangkara ke-74 di kantor Kemko Polhukam, Rabu (1/7/2020).

Tumpeng yang dipotong adalah kiriman dari Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis kepada Mahfud. Mantan Menteri Pertahanan itu kemudian memberikan tumpeng tersebut kepada dua Bintara Polri yang bertugas di Kemko Polhukam yaiti Brigadir Iman Nurjaman dan Bripda Agustina Pawestru. Tumpeng juga diberikan kepada staf ahli Kemko Polhukam, Irjen Pol. Widiyanto Poesoko.

Mahfud menyebut Polri sebagai alat negara memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting. Negara bisa bubar jika tidak polisi yang mengamankan kehidupan masyarakat.

"Bayangkan kalau satu negara, polisi dan tentaranya terhenti selama setengah jam saja, negara bisa bubar. Tidak ada yang mengamankan. Orang bisa bertindak brutal, kriminal berat dan tindakan teror lainnya,”’ ujar Mahfud.

Dia meminta masyarakat memberikan kritik yang konstruktif agar tidak merusak keberadaan Polri. Pasalnya, Polri adalah juga bagian dari kehidupan masyarakat.

“Bahwa harus diperbaiki itu iya. Tetapi Polri sendiri harus pada komitmen sebagai abdi negara dan abdi bangsa yang siap menjaga NKRI. Mudah-mudahan terus meningkatkan pengabdian kepada nusa dan bangsa,” tutup Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com