Undang Rhoma Irama Manggung, Keluarga Minta Maaf

Undang Rhoma Irama Manggung, Keluarga Minta Maaf
Rhoma Irama saat manggung di acara khitanan di Kabupaten Bogor, Minggu 28 Juni 2020. (Foto: ist)
Vento Saudale / YUD Rabu, 1 Juli 2020 | 19:12 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pihak keluarga yang menyelenggarakan panggung mengundang Rhoma Irama hingga menyebabkan kerumunan orang di Pamijahan, Kabupaten Bogor meminta maaf. Pun demikian, penyelenggara siap bertanggung jawab.

Hal itu dikatakan perwakilan keluarga Surya Atmaja yakni anak tertua Hadi Pranoto di Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2020).

“Yang jelas kami dari pihak keluarga memohon maaf kepada Pemkab Bogor dan Gugus Tugas Covid-19 bahkan pemerintah pusat, karena keluarga kami melaksanakan acara di tengah pandemi Covid-19. Saya beserta Keluarga akan ikuti aturan hukum yang berlaku, dan kami siap bertanggungjawab semuanya” kata Hadi.

Ia juga menjelaskan, pada prinsipnya acara tersebut hanya tasyakuran sederhana. Alasan mengundang Rhoma Irama kata dia, bukan untuk konser tapi sebagai tamu undangan.

“Karena beliau itu sahabat lama ayahanda kami, dan ketika hadir keluarga meminta untuk menyumbangkan satu, dua buah lagu, di hadapan tamu undangan lain,” kilahnya.

Terkait tetap menyelenggarakan keramaian hingga menyebabkan terjadi kerumunan, pihaknya sempat khawatir dengan kondisi pandemi saat ini, namun karena ada maklumat pencabutan soal keramaian oleh Kapolri acara tetap dilaksanakan. Dia juga menambahkan, pihaknya tetap akan mengikuti proses hukum. Soal bakal ada rapid test, pihaknya mengaku masih menunggu.

“Sampai sekarang belum baik warga yang hadir maupun keluarga kami, dan kita akan menunggu kalau ada rapid test dari tim gugus Covid-19,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya siap menanggung keseluruhan biaya untuk rapid test bahkan swab test untuk memastikan ratusan orang yang hadir dalam acara itu dalam keadaan sehat dan tidak terdampak Covid-19.

“Tapi Kami menyarankan jangan rapid test, saya harap gugus tugas melakukan swab masal, sehingga masyarakat bisa teridentifikasi semuanya. Pun diketahui ada yang positif kami akan menanggung biaya hingga sembuh,” tuturnya.

Sementara, Kapolres Bogor Roland Ronaldy menerangkan pemeriksaan keterangan Surya Atmaja yang sebelumnya dilakukan Selasa kemarin akan dilanjutkan mengingat pada pemeriksaan pertama Surya mengaku kurang sehat.

"Kesehatan Abah Surya agak sedikit terganggu hingga kami akan melanjutkan pemeriksaan atau mengambil keterangannya lagi, masih ada keterangan yang kita perlu dalami atau dilengkapi," terang Roland.

Ia pun belum bisa memastikan jerat hukum yang akan dikenakan kepada penyelenggara. Roland menyebut, pelanggaran hukum akan ditentukan setelah saksi-saksi dan yang bersangkutan telah dimintai keterangan. Sejauh ini, baru tiga orang saksi yang dipanggil, selain Surya ada juga camat.



Sumber: BeritaSatu.com