Komisi Kejaksaan Bakal Panggil JPU Perkara Teror Novel Baswedan

Komisi Kejaksaan Bakal Panggil JPU Perkara Teror Novel Baswedan
Sidang Perdana Tersangka Penyiram air keras Novel Baswedan. (Foto: Beritasatuphoto/Joanito De Saojoao)
Fana Suparman / YUD Kamis, 2 Juli 2020 | 22:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Kejaksaan (Komjak) membuka peluang memangil dan meminta keterangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara teror dengan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Pemanggilan ini dilakukan Komjak untuk meminta keterangan atas penanganan perkara yang dilakukan JPU. Hal ini disampaikan Ketua Komjak, Barita Simanjuntak usai meminta keterangan Novel Baswedan di Kantor Komjak, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

"Jadi, karena tugas itu diatur kita tidak menutup kemungkinan akan menindaklanjutinya (memanggil JPU). Itu memang bagian tugas dan kewenangan. Tapi, karena proses peradilan kita tunggu dulu," kata Barita.

Novel selaku korban teror bersama tim advokasinya melaporkan JPU atas tuntutan ringan dua polisi yang menjadi terdakwa kasus teror air keras. Tim JPU yang menangani perkara tersebut, yakni Fedrik Adhar Syarifuddin, Ahmad Patoni dan Satria Irawan.

Barita mengungkapkan pihaknya membutuhkan keterangan JPU atas laporan yang dilayangkan Novel dan tim advokasinya. Permintaan keterangan itu diperlukan agar Komisi Kejaksaan dapat menindaklanjuti laporan secara objektif.

Selain itu, Barita menambahkan pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara juga akan menjadi perhatian Komisi Kejaksaan dalam menangani laporan tersebut.

"Jadi, ada penjelasan dari Pak Novel Baswedan, kemudian ada pertimbangan hakim putusannya, baru nanti kita minta dari tim penuntut umum supaya komprehensif dan objektif. Jadi, output-nya rekomendasi," katanya.

Barita menuturkan hasil rekomendasi nanti bisa berupa penghargaan dan hukuman. Rekomendasi yang disampaikan Komjak sudah sepatutnya dijalankan oleh pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Kewajiban Komisi (Kejaksaan) selesai ketika rekomendasi disampaikan. Apabila rekomendasi itu tidak dijalankan Jaksa Agung, kita menyampaikan kepada Presiden," katanya.

Usai dimintai keterangan oleh Komjak, Novel telah menyampaikan keterangan yang dibutuhkan untuk mendukung laporannya terhadap JPU perkara teror air keras. Novel berharap dengan pelaporannya ini, proses peradilan di Indonesia akan semakin baik ke depannya.

"Klarifikasi dan penyampaian hal-hal berkaitan dengan laporan saya dan kuasa hukum. Tentunya kita semua berharap peradilan semakin baik ke depan," kata Novel.

Novel mengapresiasi Komjak yang responsif dalam menangani laporan yang disampaikannya. Novel berharap proses penegakan hukum, termasuk yang dilakukan Kejaksaan Agung akan semakin baik.

"Ini adalah bentuk dukungan saya dan kita semua terkait dengan kebaikan penegakan hukum ke depan. Tentunya dengan tugas-tugas Komisi Kejaksaan Agung. Kita tentunya mengapresiasi respons dari Komjak yang begitu baik," kata Novel.



Sumber: BeritaSatu.com