Marak Paksa Ambil Jenazah Positif Covid-19, Polri: Kita Tindak

Marak Paksa Ambil Jenazah Positif Covid-19, Polri: Kita Tindak
Keluarga jenazah pasien terpapar Covid-19 memaksa hendak mengambil dan memakamkan sendiri jenazah kerabatnya.
Farouk Arnaz / WM Selasa, 7 Juli 2020 | 13:25 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri mencermati semakin maraknya tindakan pengambilan paksa jenazah yang dinyatakan positif Covid-19. Tindakan ini tentu membahayakan banyak pihak.

“Setiap kasus sudah ditangani jajaran. Itu pidana. Kementerian Kesehatan informasinya akan merevisi protokol pemakaman Covid-19. Semoga tidak terjadi lagi kejadian sebagaimana permasalahan di atas,” kata Kepala Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II Komjen Agus Andrianto, saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (7/7/2020).

Agus menceritakan, pihaknya sudah memberikan petunjuk dan arahan kepada jajaran mulai Polda hingga Polres untuk mendorong Gugus Tugas Daerah memastikan sebab kematian seorang pasien sebelum ia dimakamkan.

“Khususnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pantauan (ODP) yang berusia di atas 60 tahun, yang memiliki riwayat penyakit bawaan agar diprioritaskan untuk dipercepat uji swab dan lab,” lanjut Agus yang juga Kabaharkam Polri ini.

Hasil swab test dan laboratorium itulah yang akan menjadi kekuatan dan bukti argumentasi kepada keluarga mendiang. Kalau positif maka jenazah wajib dimakamkan dengan Protokol kesehatan Covid-19.

Seperti diberitakan kasus pengambilan paksa jenazah positif Covid-19 terjadi di sejumlah daerah. Di Bekasi, Surabaya, Makassar, Mataram, Manado, Pamekasan, hingga Ambon. Di Makassar bahkan kasus seperti ini tak sekali terjadi.

Puluhan orang sudah jadi tersangka dalam kasus semacam ini. Para tersangka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 214 KUHP juncto, Pasal 335 KUHP juncto, Pasal 336 KUHP juncto Pasal 93 KUHP UU 6/2018,.

Para tersangka ini ada yang belum ditahan. Sebab hasil tes cepat kepada mereka yang nekat mengambil paksa jenazah PDP Covid-19 di dinyatakan reaktif. Akibatnya ada istilah “klaster jenazah”.



Sumber: BeritaSatu.com