Menteri BUMN Erick Thohir Sambangi KPK

Menteri BUMN Erick Thohir Sambangi KPK
Erick Thohir. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Fana Suparman / JAS Rabu, 8 Juli 2020 | 14:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/7/2020). Erick Thohir datang melalui pintu belakang markas lembaga antirasuah itu.

Saat keluar dari Gedung KPK lewat pintu belakang, Erick Thohir mengaku bertemu dengan pimpinan KPK. Erick Thohir hanya menyebut berdiskusi mengenai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Diskusi PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)," kata Erick yang langsung masuk ke mobil Toyota Vellfire berplat nomor RI 45 yang telah menunggunya di area parkir belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (8/7/2020).
Erick Thohir mengatakan kedatangannya diterima seluruh pimpinan lembaga antirasuah. "(Ditemui) semua pimpinan," katanya.

Namun, Erick Thohir tak menjelaskan secara rinci mengenai diskusinya dengan pimpinan KPK. Termasuk mengenai 53 kasus korupsi di BUMN yang sempat diungkapkannya.

Atas pengakuan Erick Thohir tersebut, Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengaku "tertarik" dengan data-data dugaan korupsi di BUMN.
"Saya jadi tertarik untuk 'meminta' data tersebut dari beliau (Erick Thohir), Mungkin luput dari pantauan dan monitoring KPK," kata Nawawi kepada awak media, Minggu (5/7/2020).

Nawawi mengatakan tak hanya sekali Erick Thohir mengungkap dugaan praktik korupsi di kementerian yang dipimpinnya. Erick Thohir sebelumnya buka-bukaan soal adanya mafia alat kesehatan. Nawawi meminta Erick tak hanya berkomentar mengenai dugaan korupsi tersebut.

Untuk itu, Nawawi meminta Erick Thohir melaporkan dan menyerahkan data-data soal puluhan perusahaan pelat merah yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kepada KPK.

"Beliau kan tahu alamat kantor KPK. Malahan tercatat sudah sampai dua kali berkunjung ke kantor KPK dan kami juga sudah pernah courtesy call ke kantornya," kata Nawawi.

Bahkan, kata Nawawi, KPK siap menjemput bola untuk memperoleh data-data yang dimiliki Erick Thohir tersebut. "Atau jika perlu, KPK yang akan datang menjemput data-data kasus korupsi yang dimiliki Pak Erick," sambungnya. 

 



Sumber: BeritaSatu.com