Ketua MPR: Presiden Jokowi DukungPenguatan BPIP dengan UU

Ketua MPR:  Presiden Jokowi DukungPenguatan  BPIP dengan UU
Bambang Soesatyo. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / RSAT Kamis, 9 Juli 2020 | 13:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung agar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diperkuat dalam undang-undang, dan mendukung juga gagasan pembentukan Majelis Syuro Dunia (World Consultative Assembly/WCA) yang  bertujuan mendorong terwujudnya tatanan dunia Islam yang harmonis, damai, dan berkeadaban.

Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya, banyak hal yang diperbincangkan dirinya bersama pimpinan MPR lainnya ketika bertemu dengan presiden, Rabu kemarin. Salah satu yang penting adalah sikap presiden bahwa BPIP perlu dikuatkan dengan undang-undang (UU) tak sekadar dengan Peraturan Presiden. Keinginan tersebut juga sejalan dengan aspirasi Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat(PPAD), PBNU, serta Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII).

"Kini Presiden Joko Widodo ingin semakin menguatkan BPIP melalui undang-undang. Sehingga siapapun presidennya, BPIP akan tetap eksis menjadi milik bangsa Indonesia, tak akan hilang hanya akibat kepentingan politik sesaat," ujar Bamsoet, Kamis (9/7/2020).

Disebutkannya, paling telat pada 20 Juli 2020, pemerintah akan segera mengambil sikap terkait RUU HIP. Menurutnya, momentum ini bisa diambil pemerintah dengan, semisal mempertimbangkan usul PBNU agar RUU tersebut diubah menjadi RUU BPIP.

Di sisi lain, Bamsoet juga mengatakan Presiden Jokowi juga mendukung pembentukan WCA demi terwujudnya tatanan dunia Islam yang harmonis, damai dan berkeadaban. Pembentukan itu merupakan ide dari MPR, dengan bayangan lembaga itu menjadi wadah berhimpun MPR dari berbagai negara yang memiliki sistem yang sama.

"Khususnya negara-negara berpenduduk muslim di dunia. Dukungan Presiden Joko Widodo akan lebih memicu semangat MPR agar dapat mendeklarasikan berdirinya Majelis Syuro Dunia pada Agustus 2021," ujar Bamsoet.

Ke depan, Majelis Syuro Dunia itu akan menginisiasi terbentuknya Bursa Efek Syariah Dunia (Global Syariah Stock Exchange) sebagai jawaban atas kondisi karut marut perekonomian global akibat terlalu lama dirundung kapitalisme dan liberalisme.

Dengan terwujudnya Global Syariah Stock Exchange, sekaligus akan mewujudkan Islamic Capital Hub di Industri pasar modal dunia. Sebagai langkah awal, Bursa Efek Syariah Dunia bisa melibatkan berbagai bursa ternama seperti Malaysian Islamic Capital Markets, Bursa Istanbul, maupun Dubai Financial Market.

"Gagasan ini perlu dikaji dan didalami lebih jauh oleh berbagai pakar ekonomi dari berbagai negara dunia yang difasilitasi oleh WCA," urai Bamsoet.

Menurut Bamsoet, memajukan penduduk muslim melalui berbagai produk maupun industri berbasis syariah bukanlah untuk memusuhi penduduk agama lain. Melainkan sebagai alternatif jalan keluar atas kondisi dunia yang sudah karut marut akibat terlalu lama dirundung kapitalisme dan liberalisme.

"Wajah dunia harus diubah menjadi saling tolong-menolong, solidaritas antar manusia, yang memberikan kesempatan kepada siapapun mencapai kesejahteraan dan kemakmuran," pungkas Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com