Kembangkan Perkara Adik Zulkifli Hasan, KPK Geledah Kantor Bupati Lampung Selatan

Kembangkan Perkara Adik Zulkifli Hasan, KPK Geledah Kantor Bupati Lampung Selatan
Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/11/2018). KPK kembali menyita aset milik Zainudin Hasan berupa tanah yang di atasnya berdiri perusahaan aspal Mix Plant PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) di Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Foto: Antara / Hafidz Mubarak A)
Fana F Suparman / WM Senin, 13 Juli 2020 | 19:27 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan perkara dugaan suap yang berhubungan dengan proyek-proyek infrastruktur di Lampung Selatan (Lamsel) yang telah menjerat mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang merupakan adik kandung Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Pengembangan perkara tersebut ditandai dengan langkah tim penyidik menggeledah sejumlah lokasi di Lampung Selatan, pada Senin (13/7/2020). Di antara tempat yang digeledah yakni Kantor Bupati Lampung Selatan dan Kantor Dinas PUPR Lampung Selatan.

"Tim penyidik KPK melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di Lampung Selatan, antara lain Kantor Bupati Lampung Selatan dan Kantor Dinas PUPR Lampung Selatan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Senin (13/7/2020).

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK mengamankan sejumlah barang yang terkait dengan perkara yang ditangani. Beberapa di antaranya merupakan dokumen penting.

"Barang yang sudah diamankan antara lain dokumen-dokumen yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan akan dilakukan penyitaan setelah mendapatkan ijin dari Dewas KPK," kata Ali.

Dalam proses penanganan perkara yang dilakukan KPK, peningkatan status perkara ke tahap penyidikan umumnya diiringi dengan penetapan tersangka.

Ali Fikri tak membantah pihaknya telah menetapkan tersangka baru dalam proses pengembangan kasus tersebut. Namun, Ali saat ini belum mengungkap secara gamblang kasus maupun pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan," katanya.

Ali mengklaim saat ini tim penyidik KPK sedang melakukan pengumpulan alat bukti terkait kasus tersebut.

Diketahui, Zainudin Hasan telah dieksekusi ke Lapas Bandar Lampung untuk menjalani hukuman 12 tahun pidana penjara atas perkara suap, konflik kepentingan dalam pengadaan, gratifikasi dan pencucian uang. Selain hukuman 12 tahun pidana penjara,

Majelis Hakim Kasasi MA juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada Zainudin berupa membayar uang pengganti sekitar Rp 66 miliar.

Majelis Hakim menyatakan Zainudin Hasan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang secara bersama-sama. Selain adik Zulkifli Hasan tersebut, kasus ini juga menjerat mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara, Anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho dan pihak swasta Direktur Utama CV 9 Naga Gilang Ramadan.



Sumber: BeritaSatu.com