Polri Garap 55 Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos

Polri Garap 55 Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono. (Foto: Antara)
Farouk Armaz / AMA Selasa, 14 Juli 2020 | 15:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dittipikor Bareskrim mengumpulkan informasi dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi terkait dana bantuan sosial (bansos). Saat ini ada 55 kasus di 12 Polda. Rinciannya Sumut ada 31 kasus, Riau lima kasus, Banten, NTT, dan Sulteng masing-masing tiga kasus.

Hal ini dikatakan Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri Selasa (14/7/2020). “Untuk Jatim, Malut, NTB masing-masing dua kasus. Kalteng, Kepri, Sulbar, dan Sumbar masing-masing satu kasus,” kata Awi.

Dari hasil penyelidikan, ada empat motif, antara lain, pemotongan dana dan pembagian tidak merata, pemotongan dana sengaja dilakukan perangkat desa dengan maksud azas keadilan bagi mereka yang tidak menerima. Hal tersebut sudah diketahui dan disetujui yang menerima bansos.

Lalu pemotongan dana digunakan untuk uang lelah; pengurangan timbangan paket sembako, dan tidak ada transparansi kepada masyarakat terkait sistem pembagian dan dana yang diterima.

“(Untuk tersangka masih) dilakukan penyelidikan, tentunya tanpa mengganggu jalannya pendistribusian,” tambahnya.

Presiden Joko Widodo telah meminta Polri untuk "menggigit" pejabat maupun para pelaksana yang memiliki niat korupsi dana penanganan Covid-19 yang besarnya ratusan triliun



Sumber: BeritaSatu.com