KPK Ragu Tim Pemburu Koruptor Bakal Efektif

KPK Ragu Tim Pemburu Koruptor Bakal Efektif
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Fana Suparman / WBP Selasa, 14 Juli 2020 | 19:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango mengungkapkan keraguannya atas efektivitas Tim Pemburu Koruptor yang telah diaktifkan kembali Menko Polhukam Mahfud MD. Hal ini berkaca pada kinerja Tim Pemburu Koruptor sebelumnya yang dinilai Nawawi tidak memberikan hasil optimal dalam membekuk para koruptor yang buron.

"Saya pikir pembentukan tim ini di tahun 2012 dan senyatanya tidak memberi hasil optimal, cukup untuk menjadi pembelajaran untuk tidak diulangi lagi," kata Nawawi saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2020).

Ketimbang mengaktifkan kembali Tim Pemburu Koruptor yang belum tentu efektif, Nawawi menilai lebih bijak untuk memaksimalkan koordinasi dan supervisi antara lembaga penegak hukum plus badan lembaga lain yang terkait. Termasuk juga menyemangati lagi ruh integrated criminal justice system yang belakangan disebutnya seperti jargon tanpa makna. "Lewat koordinasi supervisi meneguhkan kembali integrated criminal justice system," katanya.

Baca juga: Mahfud: Tim Pemburu Koruptor Tidak Melibatkan KPK

Nawawi menyatakan, KPK telah berupaya menutup ruang potensi para tersangka melarikan diri. Salah satunya dengan terus memonitor pergerakan pihak-pihak yang hampir dipastikan bakal menyandang status tersangka. "Seseorang yang sudah hampir dapat dipastikan akan ditetapkan sebagai tersangka, ruang geraknya akan terus dimonitoring sampai tiba saatnya dilakukan tindakan penahanan. Harapanya seperti itu," katanya.

Diketahui, Menko Polhukam, Mahfud MD mengaku telah mengaktifkan kembali Tim Pemburu Koruptor untuk memburu aset para tersangka atau terpidana yang melarikan diri atau yang bersembunyi atau yang disembunyikan. Tim ini pernah ada sebelumnya tetapi tidak diperpanjang karena masa kerjanya habis. Dengan munculnya buronan Djoko Tjandra bulan Juni lalu, tetapi kemudian hilang lagi, maka tim itu perlu dibentuk kembali. Salah satunya untuk menangkap buronan sekaligus koruptor Djoko Tjandra



Sumber: BeritaSatu.com