Dikritik KPK, Ini Jawaban Mahfud Soal Tim Pemburu Koruptor

Dikritik KPK, Ini Jawaban Mahfud Soal Tim Pemburu Koruptor
Mahfud MD. (Foto: Antara / Puspa Perwitasari)
Robertus Wardi / JAS Selasa, 14 Juli 2020 | 19:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menko Polhukam Mahfud MD menjawab kritikan dari pimpinan KPK terkait rencana menghidupkan lagi Tim Pemburu Koruptor. Mahfud menyebut sedang mempelajari dan menimbang sungguh-sungguh untuk menghidupkan lagi tim tersebut.

“Akan diperpanjang atau tidak, tergantung hasil analisis atas efektivitasnya,” kata Mahfud di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Ia menjelaskan membuat Tim Pemburu Koruptor tidak bisa seketika karena perlu Instruksi Presiden (Inpres) sebagai dasar hukum. Izin prakarsa untuk membuat Inpres sudah diperolehnya melalui Surat Mensesneg No. B-30/M. Sesneg/D-1/HK.05.00/01/2020. Tapi Inpres harus dibahas lintas lembaga dulu untuk dihitung manfaat dan efektivitasnya.

“Saya bersetuju dengan Pak Nawawi dari KPK agar pembuatan Inpres harus belajar dari masa lalu juga, tidak bisa langsung dibuat. Jadi tanpa harus menunggu Tim Pemburu, sebaiknya institusi-institusi resmi yang ada terus bekerja memburu koruptor dan menyelamatkan aset negara yang dirampok dengan cara korupsi,” tutur Mahfud.

Dia yakin Polri dan Kejaksaan Agung bisa lebih optimal dalam bekerja. Dirinya akan terus berkordinasi dengan institusi-institusi tersebut.

“Syukur-syukur sudah ada hasilnya sebelum ada pembentukan tim pemburu lagi,” tutup Mahfud.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan kinerja Tim Pemburu Koruptor yang dahulu tidak optimal. Ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali pembentukan tim tersebut.

"Saya pikir pembentukan tim ini di tahun 2012 dan senyatanya tidak memberi hasil optimal, cukup untuk menjadi pembelajaran untuk tidak diulangi lagi," kata Nawawi di Jakarta, Selasa (14/7/2020). 



Sumber: BeritaSatu.com