Berantas Politik Uang di Pilkada, Bawaslu Gandeng KPK

Berantas Politik Uang di Pilkada, Bawaslu Gandeng KPK
Ketua Bawaslu Abhan (kanan) dan anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (Foto: Beritasatu TV)
Fana Suparman / YUD Kamis, 16 Juli 2020 | 17:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Penilihan Umum (Bawaslu) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengawasi politik uang di Pilkada 2020. Kolaborasi antara dua lembaga negara ini menjadi salah satu materi yang dibahas saat pimpinan Bawaslu bertemu dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Langkah Erick Thohir Gandeng KPK Kawal Dana PEN Dinilai Tepat

“Saya hadir dalam diskusi dengan KPK terkait dengan politik uang di Pilkada 2020. Bagaimana strategi-strategi Bawaslu dan bagaimana indeks kerawanan Pilkada yang sudah pernah dilakukan atau pun sudah pernah dihasilkan oleh Bawaslu
dan bagaimana kemungkinan untuk kolaborasi antara Bawaslu dan KPK untuk di masa yang akan datang terkait pemberantasan-pemberantasan tindak pidana politik uang,” kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar usai pertemuan.

Fritz mengatakan, banyak hal yang didiskusikan dengan KPK mengenai pengawasan dan pencegahan politik uang tersebut. KPK dan Bawaslu juga saling bertukar informasi mengenai kerawanan-kerawanan terjadinya korupsi yang berpotensi dimanfaatkan calon incumbent atau petahana.

Baca juga: Dikritik KPK, Ini Jawaban Mahfud Soal Tim Pemburu Koruptor

”Jadi memang ada beberapa rekomendasi yang diinginkan misalnya bagaimana kita bisa melihat indeks kerawanan itu yang selama ini pernah dibuat oleh KPK. Bagaimana hubungannya dengan incumbent sekarang dan bagaimana dengan kasus-kasus politik uang yang selama ini terjadi di tahun 2019,” kata Fritz.

Fritz menambahkan bahwa, Bawaslu dan KPK akan mulai memetakan partai-partai politik yang kadernya melakukan praktik rasuah serta tindakan pencegahannya.

"Termasuk juga dugaan-dugaan dari partai politik mana, kemudian bagaimana persoalan pada saat penegakan-penegakan tindak pidananya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com