REI Kaji Kenaikkan Harga Rumah

 REI Kaji Kenaikkan Harga Rumah
Salah Satu Rumah Sederhana yang dibangun Pengembang ( Foto: beritasatu/FAH )
Imam Muzakir / FER Jumat, 3 Oktober 2014 | 07:52 WIB

Jakarta - Pengembang properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) mengkaji kenaikkan harga rumah guna mengantisipasi kenaikkan bahan bakar minyak (BBM). Harga properti ditaksir bakal naik sekitar 10% bila harga BBM dinaikkan berkisar 10-20 persen.

"Kita hormati kebijakan pemerintah kalau mau menaikkan harga BBM. Hal itu tentu berdampak pada sektor properti karena ongkos produksi akan ikut naik dan kami akan kaji ulang harga properti," kata Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, selama ini harga properti terus meningkat setiap tahun. Kenaikkan tersebut, katanya, terjadi saat ada kenaikaan harga BBM maupun tidak ada kenaikkan harga BBM.

Sedangkan bagi Ketua REI Jawa Tengah MR Priyanto, bila harga BBM dinaikkan, harga rumah bakal naik sekitar 10 persen. Di sisi lain, kata Priyanto, harga properti akan mengalami kenaikan jika harga bangunan dan tanah juga naik.

"Jika harga BBM jadi dinaikkan, kami memprediksi berakibat pada kenaikan harga properti sekitar 10 persen," kata dia, di Semarang, Senin (1/9).

Menurut General Manager Apartemen Candiland Semarang, Agus Sudrajat kemungkinan kenaikan harga karena BBM sudah diperhitungkan sejak awal sehingga tidak akan berpengaruh terhadap penjualan.

"Kalaupun ada kenaikan harga karena BBM, kami sudah memprediksi sebesar 10-20 persen. Yang jelas kami akan mengajukan estimasi harga sebesar itu kepada konsumen agar mereka tidak kaget dengan kenaikan harga yang tiba-tiba," jelasnya.

Terlepas dari pengaruh kenaikan harga BBM, Agus mengatakan bahwa harga apartemen Candiland selalu mengalami kenaikan setiap tiga bulan sekali.

"Kenaikan ini memang karena apartemen merupakan investasi yang banyak diminati orang. Jadi, kami berupaya untuk memberikan penghargaan kepada investor pertama dengan melakukan kenaikan harga. Upaya ini kami lakukan agar tidak terjadi stagnan investment oleh para investor," katanya.

Pengamat properti Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai, kenaikkan harga BBM akan berdampak pada sektor properti. Namun, kenaikkan harga tersebut sifatnya sementara (shock terrapy) dan tidak berlangsung lama.
"Dampaknya pasti ada, besarannya belum kami perkirakan. Namun kenaikkan itu hanya sementara saja," kata Ali.

Dia belum bisa memperkirakan berapa besar kenaikan harga properti pasca-naiknya harga BBM. Hal itu juga karena saat ini saat ini sektor properti masih berjalan lamban.

Menurut dia, dampak kenaikkan harga BBM akan membuat sektor properti sedikit tertahan. Akan ada perlambatan ekonomi, daya beli masyarakat menurun, dan dampak paling terasa adalah sektor menengah bawah.

"Kalau jadi naik, daya beli masyarakat akan menurun dan tentu untuk memiliki hunian sektor MBR ini bisa tertunda," kata dia.

Ali mengatakan, perlambatan ini bisa terjadi sampai akhir tahun dan pada tahun depan properti baru mulai bangkit. "Kalau ekonomi stabil pertumbuhan properti akan naik lagi," kata dia.

 

Sumber: Investor Daily