Solusi Red Hat Percepat Pengembangan Aplikasi Cloud Native
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

Solusi Red Hat Percepat Pengembangan Aplikasi Cloud Native

Kamis, 25 Januari 2018 | 23:50 WIB
Oleh : Imam Suhartadi / IS

Jakarta– Red Hat, Inc. penyedia solusi open source mengumumkan ketersediaan umum dari Red Hat OpenShift Application Runtimes.

Solusi ini memungkinkan perusahaan untuk mempercepat pengembangan aplikasi cloud native dengan serangkaian framework dan runtimes yang terpilih untuk menjalankan aplikasi berbasis microservice.

Inti dari transformasi digital adalah kesempatan bagi perusahaan untuk menemukan kembali diri mereka agar lebih dapat bersaing di pasar yang ditandai oleh pesaing, komunitas, teknologi dan strategi bisnis baru.

Dalam kondisi seperti ini, kemampuan beradaptasi merupakan kunci untuk bertahan. Solusi pengembangan cloud native memanfaatkan konvergensi antara container Linux, pengelolaan API, arsitektur berbasis layanan, dan otomatisasi DevOps, sehingga ideal untuk membantu perusahaan dalam merespons perubahan yang tidak dapat diprediksi dan melampaui para pesaing.

“Dunia baru arsitektur cloud native yang containerized dan berbasis microservice memberdayakan perusahaan untuk berinovasi dengan cara yang lebih cepat dan fleksibel dibanding sebelumnya. Namun, melakukannya pada skala tertentu dengan kinerja, keandalan, dan keamanan yang lebih baik membutuhkan kekuatan runtimes kelas enterprise. Red Hat OpenShift Application Run Times memanifestasikan pengalaman Red Hat selama lebih dari satu dekade dengan Red Hat JBoss Middleware dalam penawaran runtime baru ini yang dibangun sejak semula untuk pengembangan aplikasi berbasis microservice generasi mendatang,” kata Mike Piech, Vice President and General Manager, Middleware, Red Hat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/1).

Red Hat, kata dia, berusaha mendukung kebutuhan pengembang, sekaligus untuk menciptakan aplikasi baru atau merancang ulang yang sudah ada.

Menurut sebuah survei terhadap pelanggan Red Hat pada bulan September 2017, lanjut dia, sebagian besar responden (87%) mengindikasikan bahwa mereka menggunakan atau mempertimbangkan beberapa runtimes dan framework untuk mengembangkan microservice, di mana 44% menyebutkan preferensi untuk menggunakan tool yang tepat untuk tugas yang tepat.

Red Hat OpenShift Application Runtimes mendukung beberapa runtimes, bahasa, framework dan arsitektur, dengan fitur dan empat manfaat utama sebagai berikut.

Pertama, pengembangan yang disederhanakan. Penawaran ini mengurangi kompleksitas pengembangan aplikasi cloud-native dengan mengintegrasikan kemampuan OpenShift Container Platform dengan beberapa runtimes dan framework, termasuk setup berbasis wizard, penemuan layanan, konfigurasi eksternal, dan pemutus arus (circuit breaker) untuk toleransi kesalahan.

Kedua, fleksibilitas strategis. Red Hat OpenShift Application Runtimes mendukung konfigurasi hybrid cloud, yang membantu menghindari ketergantungan terhadap penyedia layanan cloud.

Sifat komputasi cloud yang terdistribusi membuat pendekatan satu ukuran cocok untuk semua terhadap runtimes dan framework menjadi kurang efektif untuk produktivitas perusahaan. Dengan penawaran ini, para pengembang memperoleh fleksibilitas guna membangun layanan untuk aplikasi dan sistem hybrid dan multi cloud dengan menggunakan tool pilihan mereka.

Ketiga, kecepatan penyampaian. Karena integrasinya dengan Red Hat OpenShift Container Platform, lanjut dia, Red Hat OpenShift Application Runtimes memberikan para pengembang suatu platform yang sepenuhnya otomatis untuk pengadaan, pengembangan dan penerapan aplikasi dan komponennya.

Red Hat OpenShift Application Runtimes terintegrasi dengan tool continuous integration and continuous delivery (CI/CD) seperti Git, Maven, dan Jenkins.

Penawaran ini juga menyediakan tooling intuitif untuk secara lebih aman menyederhanakan alur kerja kubernetes dan memungkinkan kemampuan penyeimbangan beban (load balancing) dan penyesuaian otomatis (auto scaling) aplikasi dengan kontrol dan otomasi berbasis kebijakan.

Keempat, integrasi katalog layanan. Dikombinasikan dengan katalog layanan OpenShift, lanjut dia, perusahaan TI enterprise dapat memanfaatkan sepenuhnya investasi multi cloud dengan mengintegrasikan layanan berbasis cloud.



Sumber:Investor Daily

TAG: 


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS