BNN Bogor Amankan 50 Kilogram Ganja dari Residivis
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

BNN Bogor Amankan 50 Kilogram Ganja dari Residivis

Selasa, 20 Maret 2018 | 13:38 WIB
Oleh : Vento Saudale / CAH

Bogor – Badan Narkotika Nasional (BNN) Bogor menangkap pengedar FS alias Ozan (31) kemarin. Dari tangan tersangka petugas menyita ganja kering dengan berat sekitar 50 kilogram (kg) yang dibungkus dalam 50 paket.

Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setiabudhi dalam keterangannya menuturkan, pengungkapan berawal ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait pengedar Ozan yang kerap bertransaksi narkoba di sekitar tempat tinggalnya di Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka Ozan dapat diamankan di dekat Stasiun Citayam usai mengambil paket ganja di daerah Cibinong, Senin pekan lalu sekitar pukul 15.30.

“Saat diamankan, tersangka membawa 25 paket ganja terbungkus lakban dengan berat sekitar 24,3 kg yang disimpan dalam sebuah koper hitam,” kata Budhi, di Kantor BNN Bogor, Cibinong, Selasa (20/3).

Saat dilakukan penggeledahan di kediamannya di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, petugas kembali menemukan barang bukti ganja kering seberat 24, 9 kg yang terbungkus dalam 25 paket.

“Total jumlah yang diamankan petugas 50 paket dengan berat 49,2 kg ganja kering. Selain itu, satu telepon selular juga diamankan sebagai barang bukti,” kata Budhi.

Berdasarkan keterangan sementara, barang-barang tersebut dikirim dari Aceh menggunakan jasa pengiriman barang Giro Pos. Hasil pengakuannya, barang bukti sebanyak 50 kg itu merupakan pengiriman ke tiga kalinya.

“Kami masih mencari tiga orang yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diduga sebagai penyuplainya,” tambah Budhi.

Kasi pemberantasan BNN Kabupaten Bogor, Komisaris Supeno menyatakan pengiriman ganja dari Aceh ini dilakukan menggunakan pihak ketiga atau mitra Giro POS. Barang tersebut dikirim menggunakan karung dan disimpan dalam sebuah koper.

"Barang ini dibungkus pakai karung lalu dikirim dengan koper. Berdasarkan pengakuan pelaku, ini pengiriman ketiga dan menunggu barang selanjutnya," ujar Supeno.

Modus pengirimannya pun dilakukan dengan menggunakan nama yang berbeda namun dengan alamat yang sama. Ozan juga merupakan mantan napi yang baru keluar empat bulan yang lalu dengan kasus yang sama. Sebelumnya ia ditangkap karena kasus sabu dan dikenai hukuman pidana 5 tahun 4 bulan.

Adapun ganja yang diperoleh, dalam keterangannya akan dipasarkan di wilayah Bogor. Untuk satu paket ganja kering seberat satu kilogram, dihargai sekitar Rp 3,3 juta hingga Rp 3,5 juta. Dari hasil penjualannya, Ozan mendapatkan untung sekitar Rp 500.000 per paket.

Saat ini, petugas masih mengembangkan kasusnya, termasuk mengajar tersangka lain ke Aceh yang diduga merupakan bandar besar. Tersangka Ozan dijerat dengan Pasal 144 ayat 2 dan Pasal 111 UU RI nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS