Kamera Handphone Bisa Kalahkan Kamera Profesional
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-4.31)   |   COMPOSITE 5059.22 (-39.54)   |   DBX 933.73 (-4.61)   |   I-GRADE 135.366 (-1.42)   |   IDX30 427.201 (-4.83)   |   IDX80 111.513 (-1.27)   |   IDXBUMN20 284.629 (-3.97)   |   IDXG30 118.405 (-1.12)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-4.15)   |   IDXQ30 125.347 (-1.48)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-1.82)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-3.77)   |   IDXV30 105.043 (-0.98)   |   INFOBANK15 803.622 (-4.17)   |   Investor33 371.182 (-3.18)   |   ISSI 148.056 (-1.43)   |   JII 539.107 (-7.84)   |   JII70 182.679 (-2.44)   |   KOMPAS100 996.599 (-9.9)   |   LQ45 780.316 (-8.39)   |   MBX 1404.61 (-11.24)   |   MNC36 278.843 (-2.36)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.17)   |   SMInfra18 242.356 (-3.43)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-2.51)   |  

Kamera Handphone Bisa Kalahkan Kamera Profesional

Minggu, 26 Juli 2020 | 23:41 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Semua orang kini bisa menekuni hobi fotografi hanya dengan smartphone. Sehingga tidak heran jika promosi sebuah smartphone selalu mengedepankan fitur fotografinya. Fotografer profesional, Arbain Rambey menuturkan bahwa, terdapat peluang besar mobile photography di dunia profesional.

"Majalah Time pernah memuat hasil foto dari ponsel untuk cover majalahnya. Tidak main-main, ini majalah internasional. Ketajamannya tetap bagus, ukurannya pun tidak kecil. Hal ini menunjukkan bahwa smartphone sudah lebih canggih dari yang kita bayangkan," tutur Arbain dalam Forum Kagama Yuk Motret bertopik “Smartphone Photography Tips and Triks: Dari Foto Biasa jadi Foto Luar Biasa.

Acara yang digelar Pengurus Pusat Kagama ini diikuti sekitar 1.000 peserta secara daring baik melalui Zoom maupun live di Youtube Kagama TV.

Demikian juga, majalah National Geographic Traveler yang seperti kita tahu sangat selektif memilih foto, pernah memakai hasil foto bidikan ponsel untuk keseluruhan covernya pada tahun 2016.

Mundur lagi ke beberapa tahun belakangan, tahun 2006 bahkanhandphonesudah bisa digunakan untuk menghasilkan karya fotografi.

"Hanya dengan kamera 2 MP, tingkat ketajamannya memang biasa, tetapi ada banyak indikator lain yang bisa membuat foto tersebut dinilai bagus. Mungkin ceritanya, angle, dan sebagainya," pungkas fotografer yang pernah menjadi dosen fotografi di Universitas Indonesia itu.

Sensor foto pada kamera profesional tidak selalu lebih bagus dari kamera handphone. Arbain menerangkan bahwa, kualitas sensor tergantung waktu pembuatan kamera tersebut. Sensor pada kamera handphone tahun 2020 bisa lebih bagus dibandingkan sensor kamera profesional pada tahun 2015.

"Kadang kita sering gemetaran atau lensa handphone kotor, jadi hasil foto kurang bagus. Handphone jika digunakan untuk memotret dengan benar secara teknis, akan menghasilkan foto yang tak kalah bagus dari kamera profesional,"jelasnya.

Arbain menegaskan bahwa, 95 persen hasil foto tidak bagus bukan disebabkan karena masalah teknis. Dalam sebuah kasus, hasil foto tidak bagus bisa disebabkan karena faktor waktu pengambilan foto.

"Motret objek foto pada siang hari, saat matahari benar-benar sedang di atas. Mau pakai kamera jenis apapun, orang yang difoto juga pasti wajahnya jadi gelap. Jadi salah timing," ujar pria yang saat ini juga mengajar fotografi di Darwis School of Photography ini.

Menurutnya, jam 10 pagi hingga jam 2 siang, merupakan waktu yang tidak tepat untuk mengambil gambar outdoor, terutama bagi negara tropis. Banyak bayangan yang akan mengganggu objek foto. Jadi lebih baik, dibidik saat pagi atau sore. Kemudian, yang tak kalah penting harus diperhatikan adalah komposisi foto. Menurutnya, foto tidak nyaman dilihat karena komposisi fotonya.

Seperti objek foto yang terpotong atau ada bagian di foto yang masih kosong akan objek. Untuk itu penting untuk memahami situasi saat pengambilan gambar.

"Selain itu, fokus pada obyek yang ingin dibidik, misalnya bangunan. Jika kita ingin masuk frame maka cukup diwakili oleh wajah dan setengah badan kita, jangan membidik seluruh tubuh termasuk kaki, karena kaki dalam foto tidak mewakili Anda," pungkas Arbain.

Untuk mengambil foto yang menarik, kuncinya adalah stabil dalam pengambilan gambar, cahaya bagus, dan lensanya bersih.

Selain itu, fotografer jangan pelit dengan memori. Begitu melihat peristiwa yang akan dipotret, disarankan langsung membidiknya berkali-kali, agar mendapatkan momen yang diinginkan. Jika menunggu momen baru kemudian membidik, maka fotografer bisa ketinggalan momen yang diharapkan.

Dalam memanfaatkan handphone untuk karya fotografi, kita perlu memahami kelemahan alat yang kita gunakan.

"Perlu diketahui bahwa, secara teknis kamera smartphone dibanding kamera profesional punya keterbatasan misalnya dalam memotret suatu objek yang masuk frame dalam waktu yang sama. Namun ini bisa kita siasati. Intinya keterbatasan kamera bukan hambatan untuk terus berkreativitas," pungkas alumnus Teknik Sipil ITB ini.

Arbain lanjut menjelaskan, handphone saat ini sangat berkembang terutama dari sisi fitur fotografinya, bisa dicetak dalam ukuran besar seperti poster atau banner, bahkan bidikan foto maupun videonya bisa menghasilkan uang.

Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu, menyarankan bagi yang ingin hasil video kamera handphone-nya memiliki nilai jual, maka buat video dengan kamera yang menggunakan format landscape. Arbain telah mengobservasi bahwa, video dengan kamera potrait tidak memiliki nilai jual yang tinggi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tiga Langkah Mudah Lindungi Data Privasi di Aplikasi TikTok

TikTok terus mempromosikan keamanan data privasi bagi penggunanya.

DIGITAL | 26 Juli 2020

iPhone 12 Akan Diperkenalkan 8 September 2020

Apple sering menjadikan bulan September sebagai momen peluncuran produk terbarunya

DIGITAL | 25 Juli 2020

Emtek Group Jalin Kerja Sama dengan Telkomsat

Emtek Group melalui Tangara Mitrakom menyewa transponder satelit milik Telkom yaitu Telkom-3S dan Merah Putih dalam jangka waktu lima tahun.

DIGITAL | 24 Juli 2020

Pelajar Indonesia Menangkan Kompetisi Teknologi Geospasial Dunia

Karya siswa SMA Al-Jabr School terpilih sebagai pemenang kompetisi teknologi geospasial bertaraf internasional.

DIGITAL | 24 Juli 2020

Sony Luncurkan Kamera Pocket Digital ZV-1

ZV-1 merupakan kamera compact pertama Sony dengan layar LCD Vari-angle bukaan samping.

DIGITAL | 23 Juli 2020

Telkomsigma Dukung Transformasi Digital di Era New Normal

Telkomsigma siap mendukung pelaku industri untuk melakukan transformasi digital di masa adaptasi kebiasaan baru dengan layanan infrastruktur TI.

DIGITAL | 23 Juli 2020

GK Plug and Play dan BCA Dukung Ekosistem Startup

Banyak potensi startup karya anak bangsa yang belum bisa berkembang dengan baik.

DIGITAL | 23 Juli 2020

Infinix Masuk Top 15 Globalizing Chinese Brand dan 2 Besar di Lazada

Infinix dapat menjadi pilihan terbaik untuk kaum milenials Indonesia dengan memberikan produk berteknologi mutakhir dan harga terjangkau.

DIGITAL | 22 Juli 2020

Indonesia Kekurangan Tenaga Pemasaran Digital

Pasar tenaga kerja di Indonesia dinilai sangat kekurangan lulusan sarjana komunikasi dengan skill pemasaran digital.

DIGITAL | 21 Juli 2020

OVO Fasilitasi Pembayaran Hewan Kurban Secara Digital

OVO mempermudah shohibul qurban (orang yang berkurban) untuk menunaikan ibadah kurban di tengah masa pandemi.

DIGITAL | 21 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS