Pandemi Covid-19 Memicu Prospek Perkembangan EduTech
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Pandemi Covid-19 Memicu Prospek Perkembangan EduTech

Kamis, 24 September 2020 | 15:34 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan kembali Pembatasan Skala Besar-Besaran (PSBB) yang lebih ketat atas keputusan Gubernur DKI Jakarta sebagai bentuk rem darurat penyebaran virus Covid-19, memberikan efek pada beberapa perusahaan rintisan atau startup, tak terkecuali sektor EduTech. Bertolak belakang dengan sektor travel yang mengalami penurunan, sektor EduTech dinilai justru memiliki peluang yang menjanjikan.

Upaya yang dijalankan dalam penekanan penyebaran virus Covid-19 telah membuat lebih dari 530.000 sekolah di Indonesia ditutup atau diberhentikan sementara aktivitasnya. Teknologi informasi dan komunikasi dalam menyediakan layanan pendidikan sebagai aktivitas belajar di rumah memiliki potensi yang menjanjikan. Ada sekitar 68 juta siswa dari tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi yang membutuhkan teknologi untuk belajar. Bahkan secara global, ada 1,5 miliar siswa di 188 negara tidak dapat menghadiri kelas. Disrupsi pendidikan seperti ini terakhir kali terjadi saat Perang Dunia II.

Dengan keadaan ini, pertumbuhan EduTech semakin meningkat dengan cepat dan luas. Penggunaan EduTech akan terus dibutuhkan oleh siswa dari berbagai tingkat. Tentunya teknologi seperti internet, ponsel pintar, dan laptop menjadi keharusan dalam mendukung pembelajaran jarak jauh. Bahkan salah satu penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia mencatat adanya peningkatan arus broadband sebesar 16 persen selama pandemi Covid-19.

Kurniawan Tjoetiar, Legal Partner Grant Thornton Indonesia menilai perkembangan sektor EduTech di Indonesia tentu terlihat prospek yang sangat menjanjikan.

"Bagi investor yang menginvestasikan dana di sektor ini perlu juga mempertimbangkan risiko yang dapat menyertai seperti regulasi, sikus pendanaan dan bagaimana entitas bersaing dengan kompetitor," kata Kurniawan dalam keterangannya, Rabu (24/9/2020).

Setelah jeda pembiayaan pada bulan Maret, investor dari berbagai negara kembali menggelontorkan dana bagi EduTech dan melambungkan beberapa startup bahkan hingga melewati nilai valuasi US$ 1 miliar. Investor sengaja fokus pada entitas yang memasarkan alat dan layanan langsung ke konsumen (DTC) dan bukan ke institusi. Tiga sektor EduTech DTC yang memperoleh investasi paling besar adalah bimbingan belajar online, bantuan dan aplikasi digital, serta edutainment.

Pada bulan Juni lalu, pemain EduTech di Indonesia sendiri sudah mencapai 44, dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Beberapa startup EduTech yang semakin terkenal di Indonesia semenjak peranannya semakin terasa besar bagi siswa selama masa pandemi di antaranya adalah Quipper, Zenius, Ruangguru, IndonesiaX, Cakap, dan masih banyak lagi.

Dalam Business Resilience Wheel yang dikeluarkan Grant Thornton Indonesia pada kuartal pertama tahun ini juga disebutkan pentingnya opsi pendanaan sebagai salah satu strategi bertahan perusahaan di masa pandemi. Hal ini sepertinya telah dijalankan dengan cukup baik oleh para pelaku EduTech.

Hal ini dikatakan Kurniawan, terlihat dari sejumlah investasi besar yang telah berhasil disuntikkan ke sektor ini dan menjadikan pandemi Covid-19 justru sebagai momentum akselerasi dan ajang pembuktian bahwa investasi tersebut dibenamkan pada sektor yang tepat.

“Dari sisi entitas EduTech juga perlu menjalankan strategi bertahan dengan melihat cara untuk menekan biaya, memberikan kualitas pengajar yang baik, dan hasil yang berdampak. Karena hal tersebut yang menjadi kunci untuk menentukan siapa pemenang dalam jangka panjang seiring pertumbuhan dan semakin matangnya pasar EduTech di Indonesia.” pungkas Kurniawan



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Lintasarta Raih Penghargaan Internasional The AREA 2020

The AREA 2020 memberikan pengakuan dan penghargaan kepada perusahaan yang berhasil menerapkan praktek bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

DIGITAL | 24 September 2020

Ini Strategi Agar Bisnis Tetap Bertahan di Era Digital

Digital marketing yang tepat bisa membantu bisnis untuk tetap bertahan di era digital seperti saat ini.

DIGITAL | 24 September 2020

Ruten Japan Resmi Layani Pembeli Global, Termasuk Indonesia

Dalam rangka merayakan peluncuran situs global Ruten maka ongkos pengiriman barang untuk pesanan senilai lebih dari US$ 50 akan digratiskan.

DIGITAL | 24 September 2020

Fitur Baru! Google Maps Bisa Tunjukkan Wabah Covid-19 di 220 Negara

Fitur tersebut diluncurkan untuk iPhone dan ponsel Android pada minggu ini.

DIGITAL | 24 September 2020

Resmi Diumumkan, Ini Harga Galaxy S20 FE

Samsung Galaxy S20 FE dibanderol seharga Rp 9.999.000 dan bisa didapatkan melalui pre order di situs Samsung.

DIGITAL | 23 September 2020

Survei: Konsumen Indonesia Paling Puas dengan Grab dan Shopee

Situs belanja Tokopedia, yang digunakan oleh 61% responden, hanya mendapat tingkat kepuasan rata-rata.

DIGITAL | 23 September 2020

NTT Hadirkan Revolusi Saksikan Tour de France

NTT menghadirkan teknologi inovatif untuk Tour de France 2020 yang memungkinkan penggemar menyaksikan balap sepeda dari rumah dengan pengalaman stadion global.

DIGITAL | 23 September 2020

Teknologi Baru McAfee Bantu Jauhkan Konsumen Dari Ancaman Siber

Fitur-fitur baru McAfee dirancang khusus untuk menyesuaikan kebutuhan digital konsumen di masa work from home (WFH).

DIGITAL | 23 September 2020

Patuhi Protokol Kesehatan, IKEA Luncurkan Katalog Digital New Normal

Patuhi protokol kesehatan, IKEA meluncurkan katalog digital new normal untuk masyarakat Indonesia.

DIGITAL | 22 September 2020

TikTok Bentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik

Aplikasi video singkat TikTok membentuk Dewan Penasihat Keamanan Se-Asia Pasifik.

DIGITAL | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS