Survei KIC: Hampir 60% Orang Indonesia Terpapar Hoax Saat Mengakses Internet
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Survei KIC: Hampir 60% Orang Indonesia Terpapar Hoax Saat Mengakses Internet

Jumat, 20 November 2020 | 21:20 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Setidaknya 30% sampai hampir 60% orang Indonesia terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi melalui dunia maya. Sementara hanya 21% sampai 36% saja yang mampu mengenali hoaks. Kebanyakan hoaks yang ditemukan terkait isu politik, kesehatan dan agama. Demikian temuan survei Katadata Insight Center (KIC) yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta SiBerkreasi.

Direktur Riset Katadata Insight Center, Mulya Amri mengatakan selain kemampuan mengenali hoaks masih rendah, tingkat literasi digital orang Indonesia juga masih belum cukup tinggi. Dalam survei yang mengukur status literasi digital di 34 provinsi Indonesia ditemukan, indeks literasi digital secara nasional belum sampai level “baik”.

“Jika skor tertinggi adalah 5 dan terendah adalah 1, maka indeks literasi digital nasional baru 3,47 Ini baru sedikit di atas level menengah,” jelas Mulya.

Sementara jika dilihat lebih jauh, sub-indeks Informasi & Literasi Data memiliki skor paling rendah. “Pada sub-indeks ini, kami mengukur kemampuan mengolah informasi dan literasi data, serta berpikir kritis. Responden ditanyakan tentang kemampuan menyaring informasi, juga apakah ia membandingkan berbagai informasi di dunia maya sebelum memutuskan sebuah informasi benar atau tidak,” tambah Mulya dalam siaran pers, Jumat (20/11/2020).

Status literasi digital nasional diukur melalui survei tatap muka terhadap 1670 responden di 34 propinsi. Kerangka survei mengacu pada “A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills” (UNESCO, 2018). “Responden diminta untuk mengisi 28 pertanyaan self-assessment yang disusun menjadi 7 pilar, 4 sub-indeks,” ujar Mulya.

Selain melakukan self-assessment terhadap tingkat literasi digitalnya, responden juga diminta mengisi beberapa pertanyaan untuk meng-cross check paparan, kemampuan mengenali, dan sikap terhadap hoaks, serta berbagai kebiasaan dalam mengonsumsi berita online dan media sosial.

Mengenai kebiasaan saat di dunia maya, survei ini juga menemukan pengguna internet di Indonesia cenderung belum waspada akan pentingnya kerahasiaan data pribadi, serta masih melakukan sejumlah kebiasaan berisiko. Responden misalnya menaruh informasi pribadi seperti tanggal lahir (67,4%), nomer telepon (53,7%), dan informasi lokasi terkini (67,6%) di media sosialnya.

Yang tidak kalah menarik, survei menemukan indeks literasi digital di Indonesia wilayah tengah dan timur cenderung lebih baik daripada di Indonesia wilayah barat, yang meliputi Pulau Jawa dan Sumatera. Skor indeks literasi digital cenderung berkorelasi positif dengan kemampuan mengenali hoaks, usia yang lebih muda, pendidikan yang lebih tinggi, jenis kelamin laki-laki, tinggal di luar pulau Jawa, dan penggunaan internetnya tidak terlalu intensif.

Ada indikasi bahwa akses internet yang semakin tersebar dan terjangkau belum diiringi dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi dan berpikir kritis.

“Survei menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di kawasan perkotaan dan di Jawa, yang memiliki akses internet yang mudah dan murah, cenderung lebih terpapar pada hoax dan berbagai kebiasaan negatif dalam mencerna berita online,” jelas Mulya. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital di seluruh wilayah Indonesia menjadi penting, khususnya dalam kemampuan informasi dan literasi data.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan temuan survei ini akan menjadi masukan yang sangat baik bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam penyusunan program peningkatan literasi digital.

“Ini pertama kalinya kami mengukur tingkat literasi digital secara nasional, dan kita harapkan pada masa mendatang kita bisa terus memantau perkembangannya. Perluasan jangkauan internet telah meningkatkan juga jumlah pengguna internet di seluruh Indonesia. Ini membuka berbagai kesempatan positif bagi rakyat Indonesia, namun sangat penting diiringi dengan peningkatan literasi digital. Kita ingin teknologi internet memberi dampak sebaik mungkin, sedangkan dampak buruknya kita kurangi sebanyak mungkin,” jelas Semuel.

Sementara Wakil Ketua Umum Siberkreasi bidang Riset dan Pengembangan Kurikulum, Anita Wahid mengatakan survei ini mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital.

"Kemampuan literasi yang baik, kita harapkan bisa melindungi masyarakat dari hoaks, kejahatan siber dan sebagainya,” tambah Anita.

Selain mendalami literasi digital serta kebiasaan berinternet, survei menemukan bahwa perkembangan kecepatan internet dan luasan cakupannya makin membaik pada 5 tahun terakhir.

Pengambilan sampel survei Status Literasi Digital Nasional dilakukan tanggal 18-31 Agutus 2020 dengan menggunakan multi-stage random sampling dengan teknik home visit. Total jumlah responden adalah 1670 orang, margin of error ±2,45% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden adalah anggota rumah tangga berusia 13 -70 tahun dan mengakses internet dalam 3 bulan terakhir.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indosat Ooredoo Dorong Wujudkan Masyarakat Digital RI

Indosat Ooredoo berhasil menjadi operator dengan pertumbuhan pendapatan tertinggi di industri, yaitu meningkat 9,2%.

DIGITAL | 20 November 2020

Dukung Start Up, PP IKA-ITS Gelar Innovation Challenge and Bussines Summit

Innovation Challenge merupakan sebuah kompetisi inovasi nasional bagi semua pelaku start up pemula di Indonesia.

DIGITAL | 20 November 2020

Waspada Saat Belanja Online di Liburan Akhir Tahun

91,4% dari orang yang disurvei merasa bahwa penipuan siber semakin marak menjelang libur panjang akhir tahun, akibat pandemi Covid-19.

DIGITAL | 20 November 2020

Incar Content Creator, Acer Luncurkan Acer Swift 3X

Swift 3X hadir sebagai inovasi dari Acer untuk para pekerja kreatif yang membutuhkan perangkat tipis dengan kemampuan grafis setara dengan laptop gaming.

DIGITAL | 19 November 2020

Samsung Health, Aplikasi Kesehatan Andalan Galaxy A51 dan A71

Aplikasi Samsung Health pada Galaxy A51 dan A71 bisa membantu pengguna memastikan tubuh tetap bugar.

DIGITAL | 19 November 2020

Hyppe Lindungi Konten dari Pembajakan

Aplikasi Hyppe terus berkomitmen untuk melindungi konten digital dari pembajakan.

DIGITAL | 19 November 2020

Sharp dan Shopee Wujudkan Gaya Hidup Modern dan Praktis

Sharp dan Shopee menghadirkan Super Brand Day Sharp untuk memberikan akses mudah bagi pengguna memenuhi berbagai kebutuhan peralatan elektronik berkualitas.

DIGITAL | 18 November 2020

Muslimapp.id, Aplikasi Pertama yang Menjamin Data Base Penggunanya

Muslimapp.id adalah aplikasi pertama yang mejawab seluruh kebutuhan umat Islam dalam memudahkan kegiatan kehidupan sehari-hari. Berawal dari fitur Adzan dan Quran, Muslimapp terus berkembang menghasilkan layanan aqiqah dan qurban dan akan terus mengembangkan layanan lain untuk kemudahan masyarakat muslim Indonesia

DIGITAL | 18 November 2020

Tips Memotret Foto Saat Staycation dengan Galaxy A51 dan A71

Memanfaatkan Live Focus yang tersemat pada Samsung Galaxy A51 dan A71 bisa mempertajam foto.

DIGITAL | 18 November 2020

Si-Monic, Alat Bantu Pengawasan untuk Suspect Covid-19

LIPI membuat alat bantu pengawasan untuk suspect Covid-19.

DIGITAL | 17 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS