Dubes RI Cerita soal Situasi New Normal di Tiongkok
INDEX

BISNIS-27 448.146 (-0.92)   |   COMPOSITE 5091.82 (10.35)   |   DBX 966.643 (4.95)   |   I-GRADE 139.941 (-0.19)   |   IDX30 428.154 (-1.48)   |   IDX80 113.358 (-0.09)   |   IDXBUMN20 291.199 (-0.02)   |   IDXG30 119.599 (-0.63)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-1.43)   |   IDXQ30 124.629 (-0.42)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.25)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.24)   |   IDXV30 107.251 (-0.03)   |   INFOBANK15 832.7 (-0.92)   |   Investor33 373.408 (-0.42)   |   ISSI 150.953 (-0.04)   |   JII 549.986 (-1.27)   |   JII70 187.543 (-0.07)   |   KOMPAS100 1019.5 (-0.12)   |   LQ45 788.563 (-1.51)   |   MBX 1407.83 (2.21)   |   MNC36 279.661 (-0.32)   |   PEFINDO25 277.129 (3.76)   |   SMInfra18 242.149 (-1.27)   |   SRI-KEHATI 316.134 (-0.44)   |  

Dubes RI Cerita soal Situasi New Normal di Tiongkok

Kamis, 21 Mei 2020 | 14:01 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah hampir 90 hari lebih berjibaku memerangi virus corona (Covid-19), Ibukota Tiongkok, Beijing perlahan mulai menggeliat. Roda kehidupan di berbagai sektor bergerak kembali. Beijing mulai merelaksasi level emergency, kurang lebih 75 persen aktivitas masyarakat berjalan normal. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan dengan mengadaptasi norma-norma baru, seperti menggunakan masker, handsanitizer, cuci tangan, dan membatasi daya tampung pengunjung restoran serta memberlakukan jaga jarak di pusat-pusat keramaian dan wisata.

Situasi new normal kota Beijing ini diceritakan oleh Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun dalam program "Berbagi Kurma" (Kuliah Ramadan) di instagram live @kampusbudiluhur, Rabu (21/5/2020). Kesuksesan Tiongkok dalam mengatasi pandemi Covid-19 barangkali bisa ditiru oleh Indonesia. Salah satunya adalah adanya sanksi sosial yang berat.

“Di sini (Tiongkok) kalau keluar harus seizin RT/RW setempat. Ada kejadian orang Indonesia yang merasa tidak diawasi secara ketat kemudian pergi saja tanpa izin. Begitu kembali tidak diterima. Mau ke hotel, hotel ga terima, telepon ke KBRI juga kan ga bisa terima karena waktu itu ada peraturan tidak boleh terima tamu. Sudah nangis aja dia. Contoh lain saat tinggal di apartmen kalau ada yang melanggar akan dikucilkan oleh warga. Jadi memang sanksi sosialnya itu yang berat," ujar Djauhari Oratmangun.

Semangat nasionalisme Tiongkok dalam memerangi virus corona juga sangat ampuh dalam menumbuhkan rasa kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat. “Medsos-medsos disini ga ada berita-berita yang negatif. Malah di medsos itu beredar lagu-lagu seperti perjuangan. Kalau di Indonesia seperti maju tak gentar, tanah airku Indonesia. Lalu terkenal kan ada Jia You Wuhan dll, itu kan membangkitkan rasa semangat,” ujar Djauhari Oratmangun.

Di sisi lain meski ekonomi di Tiongkok terpuruk namun sektor digital ekonominya justru melonjak sebagai dampak dari kebijakan work from home. Kondisi ini bisa menjadi salah satu peluang kerja sama Indonesia-Tiongkok. Peluang peningkatan hubungan dibidang perdagangan juga cukup menjanjikan di sektor industri kesehatan, healhty food dan herbal Indonesia.

Saat ini Indonesia bahkan menguasai pasar Tiongkok terkait sarang burung walet sekitar 70 persen. “Sarang burung walet di sini harganya mahal sekali karena kepercayaan di sini menyangkut kolagen bagus untuk kulit, kesehatan ibu-ibu dan lain-lain. Yang kedua, buah-buahan tropis seperti buah nanas, karena nanas kita termasuk nanas yang enak. Buah naga, alpukat, minyak kelapa sawit, kopi dan kakao dan produk kelautan ekspor ikan dan udang meningkat luar biasa,” lanjutnya.

Setiap negara dikatakan Djauharai, memiliki kebijakan yang berbeda dalam menangani Covid-19. "Jangan dibanding-bandingkan karena situasi dan kondisnya beda. Cerita-cerita sukses negara yang berhasil keluar dari Covid-19 adalah kombinasi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah dan kemudian secara bersama-sama menjadi satu masyarakat dispilin dalam menjalankannya.” ujar Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun.’

Program Instagram Live Eksklusif bersama Dubes RI untuk RRT merangkap Mongolia ini merupakan rangkaian kegiatan Universitas Budi Luhur dalam upaya turut mengedukasi Covid-19. Universitas Budi Luhur juga turut mengambil bagian untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19 dengan memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Budi luhur.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Topan Amphan Landa India dan Bangladesh

Topan Amphan menghantam Bangladesh dan India timur pada Rabu (20/5). Topan terkuat dalam beberapa dasawarsa ini memicu banjir dan meninggalkan jejak kehancuran

DUNIA | 21 Mei 2020

Alat Kontrasepsi Langka, Kehamilan Tak Diinginkan Meningkat Saat Pandemi

Saat pandemi Covid-19, alat kontrasepsi sulit diakses oleh puluhan juta wanita. UNFPA memperkirakan angka kehamilan yang tidak diinginkan meningkat.

DUNIA | 21 Mei 2020

Kemlu Tegaskan Tidak Ada Kesepakatan Penyelidikan Covid-19

Tidak ada penyelidikan bersama negara-negara untuk kasus Covid-19.

POLITIK | 20 Mei 2020

Kasus Positif Covid-19 Dunia Tembus 5 Juta

Jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia telah menembus angka 5 juta, atau tepatnya 5.003.155 sampai Rabu (20/5/2020) sore WIB.

DUNIA | 20 Mei 2020

Palestina Batalkan Semua Perjanjian dengan Israel dan AS

Presiden Otorita Palestina (PA) Mahmoud Abbas mengumumkan negaranya akan menghentikan semua kesepakatan perjanjian dengan Israel dan AS

DUNIA | 20 Mei 2020

Sekjen PBB Serukan Solidaritas Global Dukung WHO

Sekjen PBB Antonio Guterres menggemakan seruan WHO untuk solidaritas global melawan pandemi Covid-19.

DUNIA | 20 Mei 2020

Moderna Janji Vaksin Covid-19 Tersedia Januari 2021

Perusahaan farmasi Amerika Serikat, Moderna Inc, menjanjikan vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan perusahaan akan tersedia pada Januari 2021

DUNIA | 20 Mei 2020

Mahkamah Agung Pakistan Anggap Covid-19 Bukan Pandemi

Mahkamah Agung (MA) Pakistan, Senin (18/5),memerintahkan pemerintah untuk mencabut beberapa pembatasan terhadap bisnis karena menganggap Covid-19 bukan pandemi.

DUNIA | 20 Mei 2020

Update Covid-19: Jumlah Total Kasus Dunia Dekati Angka 5 Juta

31% atau hampir sepertiganya ada di Amerika Serikat.

DUNIA | 20 Mei 2020

Ini Isi Lengkap Ultimatum dan Ancaman Trump pada WHO

"WHO telah berulangkali membuat pernyataan tentang virus corona yang ternyata tidak akurat dan menyesatkan."

DUNIA | 20 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS