Perpres 54/2020 Direvisi, Biaya Penanganan Covid-19 Jadi Rp 677,2 Triliun
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Perpres 54/2020 Direvisi, Biaya Penanganan Covid-19 Jadi Rp 677,2 Triliun

Rabu, 3 Juni 2020 | 13:28 WIB
Oleh : Herman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 Tentang perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020. Revisi Perpres tersebut salah satunya juga akan menampung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pengambilan keputusan untuk penetapan program PEN dan revisi Perpres 54/2020 mengenai postur APBN dilakukan melalui proses konsultasi, baik di lingkungan pemerintah melalui rapat kabinet, dengan berbagai lembaga terkait seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta melalui konsultasi dengan DPR-RI.

“Biaya penanganan Covid-19 yang akan tertuang di dalam revisi Perpres 54/2020 diidentifikasikan sebesar Rp 677,20 triliun,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual usai mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (3/6/2020).

Sri Mulyani merinci, total biaya Rp 677,20 triliun tersebut terdiri dari bidang kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, termasuk di dalamnya untuk belanja penanganan Covid-19, insentif untuk tenaga medis, santunan kematian, bantuan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pembiayaan gugus tugas Covid-19, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan.

Kedua untuk program perlindungan sosial yang menyangkut Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, bantuan sosial untuk Jabodetabek dan non-Jabodetabek, kartu prakerja, diskon listrik yang diperpanjang menjadi enam bulan, dan logistik untuk bantuan sembako serta bantuan langsung tunai (BLT) dana desa yang totalnya sebesar Rp 203,9 triliun.

“Yang ketiga, dukungan kepada UMKM dalam bentuk subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi dan mendukung modal kerja bagi UMKM yang pinjamannya sampai dengan Rp 10 miliar, serta belanja untuk penjaminan terhadap kredit modal kerja darurat yang diberikan untuk UMKM. Itu dukungan di dalam APBN mencakup Rp 123,46 triliun,” terang Sri Mulyani.

Keempat, untuk insentif bagi dunia usaha agar mampu bertahan dengan melakukan relaksasi di bidang perpajakan dan stimulus lainnya dengan total Rp 120,61 triliun.

“Kemudian untuk bidang pembiayaan dan korporasi, termasuk di dalamnya adalah penyertaan modal negara, penalangan untuk kredit modal kerja darurat bagi non UMKM padat karya, serta belanja untuk premi risiko bagi kredit modal kerja untuk industri padat karya yang pinjamannya di atas Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun, termasuk penjaminan untuk beberapa BUMN, ini sebesar Rp 44,57 triliun. Ini masuk kategori pembiayaann korporasi, baik BUMN, korporasi padat karya, dan untuk non padat karya. Dan yang terakhir dukungan untuk sektoral maupun kementerian/lembaga serta pemerintah daerah yang mencapai Rp 97,11 triliun, sehingga total penanganan Covid-19 sebesar Rp 677,2 triliun,” terang Sri Mulyani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Juni, Emiten Bagi Dividen Rp 20,7 Triliun

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membayar dividen senilai US$ 41,98 juta atau setara Rp 570 per saham yang didistribusikan pada 23 Juni 2020.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Rupiah Meroket Sejalan Mata Uang Asia Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.195-Rp 15.232 per dolar AS.

EKONOMI | 3 Juni 2020

RS Hermina Optimistis Kinerja 2020 Positif di Tengah Pandemi

Emiten saham berkode HEAL ini optmistis menambah tiga rumah sakit (RS) pada 2020.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Siang Ini Mayoritas Bursa Asia di Zona Hijau

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 228,2 (1,02 persen) mencapai 22.553 poin.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Jokowi: Penanganan Covid-19 Berdampak pada Peningkatan Defisit APBN

Jokowi menekankan agar perubahan postur APBN dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Sesi Siang, IHSG Menguat 47 Poin ke 4.894

Sebanyak 210 saham naik, 162 saham melemah dan 158 saham stagnan.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Jokowi Minta Pemerintah, BI, OJK, dan Swasta Berbagi Beban

Tantangan terbesar yang kini dihadapi adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Industri Padat Karya Jadi Perhatian Pemulihan Ekonomi

Kebijakan tersebut wajib dilaksanakan untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Jangan Sampai Minus

Melalui kebijakan ekonomi yang diterapkan dengan kecepatan tinggi, perekonomian nasional secara perlahan-lahan bisa rebound.

EKONOMI | 3 Juni 2020

Emas Antam Tergerus Rp 14.000 Per Gram

Harga per 50 gram: Rp 42,345 juta.

EKONOMI | 3 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS