Faisal Basri: Bantuan Berbentuk Sembako Bisa Matikan Usaha Kecil
INDEX

BISNIS-27 426.538 (5.61)   |   COMPOSITE 4842.76 (54.96)   |   DBX 923.5 (5.37)   |   I-GRADE 127.867 (1.68)   |   IDX30 404.318 (5.75)   |   IDX80 105.647 (1.51)   |   IDXBUMN20 263.312 (5.8)   |   IDXG30 113.239 (1.52)   |   IDXHIDIV20 361.834 (4.64)   |   IDXQ30 118.461 (1.6)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.07)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.91)   |   IDXV30 99.778 (1.6)   |   INFOBANK15 760.318 (13.68)   |   Investor33 353.585 (5.25)   |   ISSI 142.238 (1.32)   |   JII 514.346 (4.67)   |   JII70 174.038 (2.04)   |   KOMPAS100 945.162 (13.68)   |   LQ45 740.002 (10.15)   |   MBX 1338.07 (16.63)   |   MNC36 264.409 (3.62)   |   PEFINDO25 251.635 (4.64)   |   SMInfra18 228.656 (2.51)   |   SRI-KEHATI 297.818 (4.52)   |  

Faisal Basri: Bantuan Berbentuk Sembako Bisa Matikan Usaha Kecil

Minggu, 12 Juli 2020 | 13:56 WIB
Oleh : Herman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menilai, kebijakan penanganan Covid-19 dalam bidang perlindungan sosial berupa bantuan berbentuk sembako bisa mematikan usaha kecil dan pasar tradisional.

Menurut Faisal, sebaiknya bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada masyarakat, sehingga bisa dibelanjakan langsung ke warung-warung sekitar yang pada akhirnya akan menggerakkan usaha kecil dan pasar-pasar tradisional.

Baca Juga:Faisal Basri: Kebijakan Penanganan Covid-19 Buat Ekonomi Makin Susah

“Katanya usaha kecil, usaha mikro dan ultra-micro ingin diberdayagunakan, tetapi ada dana Rp 63 triliun yang dipakai untuk membeli sembako dan diserahkan kepada rakyat dalam bentuk sembako. Jadi rakyat yang diberi sembako tidak beli lagi ke warung tetangga, tidak beli lagi ke pasar tradisional. Pemerintah justru belinya di pabrik, kemudian dikemas, lalu diangkut pakai truk,” kata Faisal Basri dalam acara diskusi yang digelar Narasi Institute bekerja sama dengan INDEF, akhir pekan lalu.

Menurut Faisal, sembako yang diberikan kepada masyarakat juga tidak bisa memenuhi kebutuhan tiap masyarakat yang berbeda-beda. Misalnya saja untuk penerima bantuan yang menderita penyakit diabetes mellitus, tentunya dia tidak membutuhkan gula.

“Rakyat itu harusnya dikasih uang. Bagi keluarga yang terkena diabetes, dia nggak perlu beras atau gula. Bagi keluarga yang ada bayinya, dia akan alokasikan lebih banyak untuk beli susu. Kalau seluruh rakyat dipukul rata dikasih sembako, dikasih mie instan, gula, beras, yang mungkin tidak ada gunanya bagi sebagian masyarakat, dan bisa mematikan warung tetangga atau pasar tradisonal,” ujarnya.

Baca Juga:Ekonom Senior Sebut Butuh Solidaritas Global Hadapi Covid-19

Faisal juga menyototi upaya mengatasi penyebaran Covid-19 yang menurutnya harus lebih dioptimalkan. Sebab semakin tidak terkendali, prospek ekonomi menjadi makin tidak jelas.

“Seluruh sumber daya harus kita gunakan untuk mengatasi Covid dulu. Semakin amburadul, semakin tidak jelas prospek ekonominya. Ini prasyarat mutlak. Mau kebijakan apapun, defisitnya dinaikkan, itu seperti kita menaruh air di ember yang bocor,” tegas Faisal.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Defiyan Cori: Tidak Benar Koperasi di Indonesia Tidak Sejahterakan Anggota

Koperasi selalu sejahterakan anggotanya.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Apindo: Omnibus Law Angin Segar bagi Investor dan Para Pencari Kerja

Apindo minta RUU Cipta Segera disahkan jadi UU.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Teten Masduki: Tahun 2020–2024 , Kemkop dan UKM Lakukan Modernisasi Koperasi

Lima Tahun ke depan Kemkop dan UKM Lakukan Modernisasi Koperasi.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Gempa Bumi dan Covid-19, Ini Suka Duka Usaha di Palu

Asosiasi Tenun Donggala mengeluh karena bank terus saja datang menagih.

NASIONAL | 12 Juli 2020

BMKG Prediksi Mayoritas Jakarta Cerah dan Berawan

Sementara Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur hujan cenderung cerah.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Pemerintah Terbitkan PP untuk Perkuat Sektor Konstruksi

Sektor konstruksi berkualitas dan kuat secara otomatis dapat menjamin kesejahteraan masyarakat.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Kempupera Bangun Rusun Santri di Babel Senilai Rp 3,18 Miliar

Rusun santri tersebut rencananya akan dibangun setinggi dua lantai.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Diamond Citra Propertindo Pilih Bertahan di Tengah Pandemi

Diamond Citra Propertindo tidak menghentikan aktivitas penjualan dan pembangunan proyek middle to low rise apartemen yang bernama Apple Residence.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Kasus Positif Covid-19 di Bengkulu Terus Merangkak Naik

Pasien posetif Covid-19 di Bengkulu menanjak naik.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Kemperin Optimalkan Daur Ulang Kertas Jadi Bahan Baku Industri

Kemperin dorong daur ulang bahan baku untuk industri.

EKONOMI | 11 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS