Regulasi Berbasis Keberlanjutan Jadi Kunci Penting Menarik Investasi ke Daerah
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Regulasi Berbasis Keberlanjutan Jadi Kunci Penting Menarik Investasi ke Daerah

Kamis, 22 Oktober 2020 | 18:11 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pemulihan perekonomian akibat pandemi Covid-19 perlu terus digalakkan. Tak terkecuali, mendorong investasi yang melibatkan berbagai potensi daerah di Indonesia secara lebih merata. Narasi"‘jemput bola" investasi daerah yang digaungkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menjadi hal yang relevan untuk menyelaraskan praktik investasi berkelanjutan melalui strategi peningkatan daya saing daerah.

Berdasarkan data BKPM, target investasi secara nasional pada tahun 2020 hingga 2024 sebesar Rp 4.983,2 triliun. Jumlah itu meningkat sebesar 47% dibandingkan dengan capaian realisasi investasi pada periode 2015-2019 yaitu Rp 3.381,9 triliun.

Peneliti Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Ditta Mangiri mengatakan hal terpenting dalam menjemput bola investasi di daerah tak lepas dari penerapan regulasi berbasis keberlanjutan. Utamanya, soal tata kelola yang baik. Daerah dengan pelayanan publik dan regulasi yang baik akan memiliki iklim investasi yang baik. Daerah yang memiliki skor tata kelola di atas rata-rata memiliki peringkat daya saing berkelanjutan yang tinggi.

"Keberhasilan menarik investasi terletak pada kemampuan tata kelola yang baik, terwujud dalam perencanaan dan penganggaran yang terfokus (money follow program), sistem pelayanan yang smart dengan kebutuhan publik dan didukung kebijakan daerah yang berkualitas," ujar Ditta dalam webinar Investasi untuk Daya Saing: Saatnya Daerah Jemput Bola yang diselenggarakan KPPOD bekerja sama dengan Katadata dan Kinara, Kamis (22/10/2020).

Ditta melanjutkan dukungan kepemimpinan yang kuat di daerah juga perlu didorong. Kapasitas dan integritas kepemimpinan daerah yang kuat ini bisa menentukan terwujudnya tata kelola yang baik.

"Penguatan tata kelola mesti didukung penataan sistem, baik yang terkait dengan penguatan kewenangan daerah maupun proses mendapatkan pemimpin yang berkualitas (pilkada)," imbuh dia.

Selain itu, Ditta menekankan iklim kepemimpinan yang baik serta regulasi berkelanjutan perlu juga diimbangi dengan hadirnya inovasi. Sehingga, berbagai daerah kemudian bisa mengakselerasi kapasitas daerahnya.

"Ini fondasi untuk mempercepat investasi," tegasnya.

Mengenai implementasi dalam menggaet investasi daerah, Sekda Kabupaten Musi Banyuasin Apriyadi mengatakan hal senada. Menurutnya inovasi hingga berbagai regulasi berkelanjutan terus dikawal. Ia menjelaskan saat ini pihaknya telah mengembangkan hilirisasi untuk tanaman karet dan kelapa sawit.

"Tidak ada perizinan yang dihambat-hambat karena semua proses perizinan dilakukan secara online dan kami sudah mengikuti program RSPO untuk memastikan komoditas kelapa sawit kami berkelanjutan," ujarnya.

Indeks Kemudahan Berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia saat ini stagnan di peringkat ke-73 menurut catatan Bank Dunia. Sektor-sektor yang harus ditingkatkan adalah proses perizinan, perpajakan, perdagangan lintas batas, dan ketenagakerjaan.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Yuliot Tanjung mengatakan daerah-daerah harus menyesuaikan regulasi yang baik sehingga akan melahirkan tata kelola yang baik di daerah tersebut. Dengan tata kelola yang baik, maka investasi di daerah akan meningkat dan berdampak pada penerimaan Negara secara keseluruhan.

“Kegiatan investasi di daerah akan berdampak langsung pada peningkatan dana bagi hasil untuk daerah,” ujar Yuliot.

Guna menambah daya tarik investasi daerah di Indonesia termasuk bagi investor luar negeri, Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Sydney Henry Rombe mengatakan daerah penting untuk menerapkan strategi kunci dukungan mulai dari insentif hingga cara jemput bola.

"Dukungan fasilitas atau insentif fiskal dan nonfiskal, penjaminan keberlangsungan proyek, status proyek pembangkit listrik hingga strategi jemput bola oleh pemerintah daerah," pungkasnya.

Data IIPC menunjukkan realisasi investasi Australia di Indonesia tahun 2020 pada triwulan II ini sebesar 62,1 juta dollar Amerika Serikat, mayoritas di sektor pertambangan. Terkait investasi berkelanjutan Australia di Indonesia, perlu adanya pengolahan lebih lanjut sehingga pertambangan Indonesia mampu meningkatkan nilai tambah, tidak hanya ekstrasi.

“Ada minat usaha pebisnis Australia dengan pebisnis Indonesia soal pengolahan limbah dari bauksit menjadi bernilai tambah dan bisa diproses di smelter mereka menjadi produk akhir,” tutur Henry.

Sementara itu, Impact investment lead ANGIN Benedikta Atika menuturkan tantangan impact investor untuk investasi hijau berkelanjutan dapat dilihat dari dua sisi, supply side dan demand side. Atika mengatakan secara umum terdapat kesenjangan pemahaman antara peluang yang dipahami pelaku usaha dan peluang yang dilihat oleh investor. Pelaku usaha atau pihak usaha kecil menengah menekankan bagaimana usahanya bisa memberikan dampak sosial dan lingkungan, tapi seringkali melupakan investor melihat pengembalian modal.

“Di satu sisi, impact investor kebanyakan berasal dari luar negeri. Kalau mereka ingin masuk, mereka ingin secara efisien. Misalnya, ketika usahanya terlalu kecil, sedangkan tingkat investasinya terlalu besar, itu menjadi tidak sesuai,” ujar Atika.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PermataBank Syariah Transformasikan Kantor Cabang

Pembukaan model branch ini merupakan salah satu strategi ekspansi dan transformasi cabang PermataBank Syariah.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Proyek Rp 39 M Kempupera di Kendari Selesai Bulan Depan

Program Kotaku di kawasan Bungkutoko dan Petoaha sepanjang sekitar 1 Km dibangun sejak 2019 lalu dan melibatkan kontraktor lokal.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Gula Prima Alam Gemilang

Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Sultra berkapasitas giling hingga 12.000 TCD dan mampu menyerap 15.000 tenaga kerja.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Jokowi Tegaskan Inflasi Harus Dijaga Agar Tidak Terlalu Rendah

Menurut Jokowi, kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya-upaya pengendalian harga.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Inventor Asing Borong Saham BRI, Astra, dan Indocement

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 94,8 miliar. Saham BBRI naik 1,85% ke Rp 3.300.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Bursa Eropa Melemah, Pasar Masih Tunggu Stimulus AS

Stoxx600 Eropa turun 0,62%, DAX Jerman turun 0,72%, FTSE Inggris turun 0,38%, CAC Prancis turun 0,64%, FTSE MIB Italia turun 0,56%.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Sistem Logistik Nasional Belum Efisien

Biaya logistik Indonesia masih tinggi, oleh karena itu perbanyak pusat logistik berikat.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Bursa Asia Ditutup Melemah, Saham ANA dan JAL Anjlok

Nikkei 225 melemah 0,7%, Indeks Komposit Shanghai turun 0,38%, Hang Seng Hong Kong naik 0,13%, ASX 200 Australia turun 0,29%, dan Kospi turun 0,67%.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 14.640

Kurs rupiah berada di level Rp 14.640 per dolar AS atau melemah 30 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.610.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

IHSG Ditutup Melemah Tipis Sore Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,09% ke kisaran 5.091,8 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (22/10/2020).

EKONOMI | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS