BNPT: Jumlah Masyarakat Berpaham Radikal Capai 20.000
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.61)   |   COMPOSITE 5822.94 (-13.51)   |   DBX 1088.19 (8.85)   |   I-GRADE 169.852 (-1.36)   |   IDX30 498.88 (-2.67)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.2)   |   IDXG30 135.508 (-0.92)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.7)   |   IDXQ30 145.713 (-1.12)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.62)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-0.12)   |   IDXV30 130.911 (1.39)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.08)   |   Investor33 428.541 (-2.35)   |   ISSI 170.173 (-0.31)   |   JII 616.286 (-0.44)   |   JII70 212.951 (-0.35)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.98)   |   LQ45 921.176 (-4.87)   |   MBX 1613.76 (-6.24)   |   MNC36 320.851 (-1.79)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.61)   |   SMInfra18 296.861 (-1.11)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.53)   |  

BNPT: Jumlah Masyarakat Berpaham Radikal Capai 20.000

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:53 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) mengingatkan jika jumlah masyarakat yang terpapar paham radikal di Indonesia sudah akut dan tinggi. Menurut hitungan BNPT mereka yang radikal dan masuk dalam jaringan teror baik itu JI ataupun JAD, dan lain-lain, termasuk keluarganya di estimasi sekitar 17.000-20.000-an termasuk keluarganya.

Hal ini dikatakan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwahid dalam webinar Sumpah Pemuda dengan tema Mengatasi Bahaya Laten yang diselenggarakan oleh Beritasatu, Selasa (27/10/2020).

“(Tapi) dengan kekuatan Polri, dalam hal ini Densus sekitar personil 2.424, Insyaallah kita bisa mengcover dengan segala peralatan dan sebagainya. Tetapi ketika kita berbicara secara hulu, maka di sini ada (banyak) mereka yang belum terpapar yang merupakan mayoritas atau silent majority (ini yang harus diperhatikan),” kata Ahmad.

Karena yang perlu digaris bawahi adalah akar dari radikalisme-terorisme itu ideologinya. Setiap manusia punya potensi terpapar radikal-terorisme karena radikal yang mengatasnamakan agama itu bukan monopoli salah satu agama, tetapi ada di seluruh agama dan diseluruh sekte. Juga ada di seluruh kelompok.

“Potensial ada di seluruh individu manusia. Saya mencoba menjelaskan mumpung ada guru saya (pembicara lain) yang sangat paham akan teori atau ilmu kriminologi. Jadi kalau kita bicara radikal terorisme itu kan sebagai extra ordinary crime atau sebagai crime atau sebagai kriminal. Lebih tepatnya kami pendekatannya ilmu kriminologi supaya bisa menjelaskan secara komprehensif,” urainya.

Setiap manusia punya potensi untuk terpapar radikal karena memang akar masalah radikalisme-terorisme adalah ideologi. Potensi radikal tadi akan menjadi niat atau motif radikal kalau dipicu atau didorong oleh faktor korelatif. Faktor-faktor itu apa yang pertama, yang paling dominan adalah politisasi agama.

Yang kedua adalah pemahaman agama yang menyimpang atau tidak kaffah atau bertentangan dengan nilai-nilai rahmatan lil alamin. Kemudian faktor kemiskinan. sangat potensial untuk pemicunya munculnya radikalisme dan terorisme tetapi itu bukan akar masalah pemicu.

“Sehingga dikatakan (meski ada) 20 -27 Juta orang miskin di Indonesia tapi tidak semua menjadi teroris atau radikalisme. Karena itu hanya pemicu bukan akar permasalahan. Masalah ketidakpuasan, masalah kebencian, dendam kemudian juga sistem politik ataupun sistem hukum yang masih lemah (juga jadi pemicu, tapi) masalah utama radikal terorisme bukan diterorisme nya tapi diradikalismenya,” tambahnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menpora Ajak Pemuda Kreatif dan Berjiwa Kewirausahaan

Menpora Zainudin Amali mengajak pemuda Indonesia untuk kreatif, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan untuk menghadapi tantangan bonus demografi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

BNPT Tangkap Lebih dari 100 Terduga Teroris di Masa Pandemi Covid-19

Menurut Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwahid ada lebih dari 100 pelaku teror yang telah dibekuk selama wabah Covid-19.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Sambut Sumpah Pemuda, PDIP Gelorakan Semangat Anak Muda Hadapi Pandemi Covid-19

Generasi muda mempunyai tanggung jawab yang besar membawa bangsa Indonesia lebih baik lagi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Bawaslu Harus Terus Awasi dengan Ketat Protokol Kesehatan saat Kampanye

Pelanggar dapat secara otomatis berbenah diri karena mendapat sorotan tajam.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Food Estate Sumut Akan Dibangun di Lahan Seluas 30.000 Hektare

Dari luas lahan 60.000 hektare yang telah disediakan, untuk tahap awal akan digunakan sebagai Food Estate di atas lahan seluas 30.000 hektare.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Pakar Politik: Hormati Kesakralan Sumpah Pemuda

Masyarakat diharapkan tidak melakukan aksi anarkis yang bisa mencoreng kesakralan peringatan Sumpah Pemuda.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Sebut Izin Usaha Rumit, Mahfud MD Contohkan Kesulitan Anaknya Buka Klinik Dokter

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut perizinan untuk berusaha di Indonesia begitu rumit. Diapun mencontohkan kesulitan anaknya membuka klinik dokter.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Mahfud Ungkap “Sistem Kearsipan” Malaikat Raqib dan Atid

Menko Polhukam Mahfud MD menganalogikan sistem kearsipan digital dengan sosok malaikat yaitu Raqib dan Atid.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Kasus Korupsi E-KTP, KPK Periksa Eks Ketua Komisi II DPR

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Hari Listrik Nasional, PLN Beri Bantuan kepada 75.000 Anak

Pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional yang ke-75.

NASIONAL | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS