Tiga Hal yang Patut Disiapkan di Era Cashless Society
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.79)   |   COMPOSITE 5612.42 (107.29)   |   DBX 1062.36 (2.93)   |   I-GRADE 161.886 (4.39)   |   IDX30 478.794 (11.91)   |   IDX80 126.714 (2.89)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.19)   |   IDXG30 131.028 (2.31)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.67)   |   IDXQ30 139.823 (3.66)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.39)   |   IDXV30 122.487 (4.35)   |   INFOBANK15 946.8 (30.61)   |   Investor33 412.464 (9.91)   |   ISSI 165.112 (2.2)   |   JII 597.802 (8.77)   |   JII70 206.187 (3.19)   |   KOMPAS100 1134.88 (26.95)   |   LQ45 883.061 (21.01)   |   MBX 1552.46 (33.81)   |   MNC36 308.511 (6.95)   |   PEFINDO25 308.232 (9.26)   |   SMInfra18 281.756 (5.45)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.69)   |  

Tiga Hal yang Patut Disiapkan di Era Cashless Society

Rabu, 28 Oktober 2020 | 21:42 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Sepanjang tahun 2020, produk fintech mulai marak bermunculan di Indonesia. Produk ini muncul bukan tanpa alasan, berdasarkan hasil studi oleh Ipsos Indonesia di awal tahun 2020 menunjukkan adanya perubahan perilaku pembayaran masyarakat yang mulai beralih menuju cashless.

Istilah cashless society sendiri semakin familiar selama beberapa tahun terakhir. Secara sederhana, ini adalah sebutan untuk masyarakat atau komunitas yang lebih banyak menggunakan transaksi non-tunai dalam keagiatan ekonomi sehari–harinya.

Tidak hanya itu saja, tren ini ternyata juga didukung pemerintah. Bank Indonesia sebagai badan hukum publik rupanya telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk mendorong transaksi uang elektronik.

OY! Indonesia, aplikasi pintar untuk solusi finansial menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi era cashless society ini.

Pertama dengan memahami berbagai jenis transaksi non-tunai."Dewasa ini terdapat banyak sekali pilihan cashless payment. Untuk langkah awal, Anda dapat mengenal setiap jenis pembayaran digital yang ada saat ini, dimulai dengan mencari keuntungan dan fungsi dari berbagai jenis pembayaran digital yang ada. Jangan lupa diimbangi dengan mencari tahu kekurangannya juga," tulis OY! Indonesia dalam siaran pers, Rabu (28/10/2020).

Lalu kedua, belajar cara bertransaksi dengan uang elektronik. Hal ini perlu dilakukan karena setiap jenis aplikasi digital memiliki cara aktivasi dan penggunaan yang berbeda. Ada yang hanya perlu melakukan transfer saldo namun ada juga yang harus melakukan scan QR kode terlebih dahulu.

"Maka dari itu, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan aplikasi digital tersebut, hendaknya mempelajari terlebih dahulu bagaimana prosedur aktivasi dan cara bertransaksinya."

Ketiga, optimalkan pengelolaan keuangan yang baik di aplikasi cashless. "Setelah Anda sudah familiar dengan berbagai jenis pilihan dan fungsi dari setiap jenis aplikasi digital, jangan lupa atur porsi dana di tiap aplikasi yang telah dipilih. Anda dapat mengalokasikan dana untuk budget jajan bulanan atau budget transportasi bulanan."

Dengan banyaknya aplikasi cashless payment yang ada dan adanya biaya admin untuk setiap transaksi, OY! Indonesia memberikan solusi untuk memudahkan transaksi digital. OY! Indonesia menawarkan layanan mulai dari transfer gratis antar bank, top-up e-money gratis, tarik tunai tanpa ATM hingga pencatatan riwayat transaksi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Dorong Substitusi Impor Bahan Baku Baterai Kendararaan Listrik

Diperlukan upaya memanfaatkan sumber daya alam (SDA) untuk substitusi impor komponen baterai.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Sinergi Indonesia-Korsel Diharapkan Terus Berlanjut

Kolaborasi komprehensif yang dijalin oleh kedua negara ditujukan untuk memacu perekonomian yang saling menguntungkan.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Tembus Rekor, Wall Street Anjlok di Pembukaan

Dow Jones Industrial Average turun 2,1%, S&P 500 turun 1,8%, dan Nasdaq turun 1,7%.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Wacana Merger Inka-KAI Perlu Dikaji Mendalam

"Mungkin tujuannya benar tetapi menurut saya tidak tepat. Masa manufacturer digabung dengan operator?" kata Hendrowijono.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Menuju Indonesia Maju, Ekonomi dan Keuangan Syariah Terus Diakselerasi

Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi syariah melalui pembentukan ekosistem industri halal dan penyederhanaan regulasi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Harap ISEF 2020 Jadi Momentum Pengembangan Ekonomi Syariah

“Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus menangkap peluang ini. sekali harus menangkap peluang ini,” ujar Jokowi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Serah Terima Unit The Newton 1 Patuhi Protokol Kesehatan

Ciputra Group mulai melakukan serah terima unit apartemen The Newton 1, yang merupakan salah satu tower dari pengembangan kawasan Ciputra World 2 Jakarta.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Prihatin Industri Halal Belum Dimanfaatkan dengan Baik

Menurut Jokowi, negara Indonesia punya banyak produk halal unggulan, produk makanan kosmetik juga fashion.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Industri Hospitality Mulai Membaik, Okupansi OYO Naik 70%

Tingkat okupansi hotel Oyo meningkat 70%, namun, peningkatan tersebut masih di angka 60% dari tingkat okupansi normal sebelum pandemi.

EKONOMI | 28 Oktober 2020

Jokowi Ingin Bangun Bank Syariah Raksasa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginan untuk membangun sebuah bank syariah raksasa di Indonesia.

EKONOMI | 28 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS