Jokowi Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka bagi Semua Negara
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

KTT G-20

Jokowi Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka bagi Semua Negara

Sabtu, 21 November 2020 | 23:29 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dua hal yang perlu menjadi fokus perhatian negara-negara G-20 di tengah situasi pandemi ini. Salah satunya adalah mendorong akses vaksin Covid-19 harus dibuka bagi semua negara. Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 tahun 2020.

"Pertama, pendanaan bagi pemulihan kesehatan. Dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat. Vaksin adalah salah satu amunisinya," kata Jokowi yang menyampaikan pidatonya dalam sesi pertama KTT G20 yang bertemakan "Mengatasi Pandemi serta Memulihkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan" secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020) malam.

Jokowi menegaskan akses terhadap vaksin Covid-19 harus dapat tersedia bagi semua negara tanpa terkecuali. Komitmen politik negara-negara G-20 sangat dibutuhkan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan.

Apalagi dunia saat ini tengah melihat dan menanti pertemuan para pemimpin negara G-20. Kepemimpinan negara-negara yang hadir dalam KTT G-20 tahun 2020 yang digelar secara virtual sangat diharapkan untuk membawa dunia keluar dari krisis kesehatan akibat pandemi dan keterpurukan ekonomi.

Hal kedua yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya, adalah perlunya dukungan untuk pemulihan ekonomi dunia. Terkait hal tersebut, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah meminta dukungan dana sebesar 2,5 triliun dolar AS, agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi dengan memperlebar ruang fiskalnya.

Pemulihan ekonomi dunia tersebut memerlukan perhatian negara-negara G-20. Salah satunya soal bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah.

"Restrukturisasi utang ini harus dibarengi dengan ditingkatkannya manajemen utang (sound debt management) termasuk transparansi data dan dijaganya keberlanjutan fiskal," ujar Jokowi.

Selain itu, dukungan yang luar biasa bagi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi sangat penting untuk terus diberikan bagi negara-negara berkembang. Presiden berpandangan, apabila dukungan tersebut dikurangi secara terburu-buru, maka pemulihan ekonomi dunia dikhawatirkan akan berjalan dalam waktu yang lama.

"Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai social safety net, mendongkrak konsumsi domestik, serta menggerakkan ekonomi kecil dan menengah," tutur Jokowi.

Bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB juga telah menyerukan perlunya solidaritas yang lebih kuat bagi negara berkembang di masa sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini. Tanpa bantuan negara-negara G-20, negara berkembang dan terbelakang tidak mudah untuk dapat pulih dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Proyek Apple3 Condovilla Bidik Kalangan Milenial

Appl3 Condovilla sebagai apartemen low rise diminati milenial karena memiliki tingkat kepadatan penghuni yang rendah.

EKONOMI | 21 November 2020

Indonesia Terapkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu

Kempupera terus mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mengelola Sumber Daya Air (SDA) di Indonesia.

EKONOMI | 21 November 2020

Presiden Jokowi Hadiri KTT G-20 Tahun 2020 secara Virtual

Pertemuan ke-15 G-20 tersebut untuk tahun ini diselenggarakan di Kota Riyadh, Arab Saudi, pada 21 - 22 November 2020.

EKONOMI | 21 November 2020

Prospek Bisnis Sistem Pembayaran Transportasi Menggiurkan

Setiap tahun, bisnis ini rata-rata tumbuh 20%, didorong masifnya pembangunan tol baru dan segmen pengganti.

EKONOMI | 21 November 2020

Sektor Jalan Tol Tahan Banting

Sektor jalan tol nasional tahan banting (resilient) dari pandemi Covid-19.

EKONOMI | 21 November 2020

Garuda Luncurkan Rute Baru Balikpapan - Tarakan

Rute penerbangan Balikpapan-Tarakan akan diterbangi sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000.

EKONOMI | 21 November 2020

Stok Gula Akhir Tahun Masih Dihitung

Rencana membuka keran impor gula harus diperhitungkan secara matang. Sebab itu akan berdampak pada pabrik pengolahan gula di Tanah Air dan juga petani tebu.

EKONOMI | 21 November 2020

Bank Indonesia Dorong Komoditas Kopi Mendunia

Saat ini, terdapat 14 dari 62 UMKM penghasil kopi binaan BI yang telah menembus pasar ekspor.

EKONOMI | 21 November 2020

Pelabuhan Patimban Berperan Dongkrak Daya Saing Industri Otomotif Nasional

Kemperin menilai peran pelabuhan sangat penting dalam perdagangan internasional.

EKONOMI | 21 November 2020

Pengembang, Perbankan dan Tokoh Raih IPBA XV 2020

Ajang penghargaan IPBA XV 2020 merupakan apresiasi atas kepedulian sejumlah tokoh, pengusaha, bankir dan perusahaan serta lembaga pemerintahan.

EKONOMI | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS