Kopi Arabica Merapi Jadi Andalan Khas Selo Boyolali
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kopi Arabica Merapi Jadi Andalan Khas Selo Boyolali

Senin, 25 November 2019 | 12:10 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Di balik meletusnya Gunung Merapi yang terjadi tahun 2010 silam membawa berkah tersendiri buat daerah sekitar terutama tanah didaerah itu menjadi subur. Berbagai jenis tumbuhan dan sayuran kini tumbuh subur di sana, membuat Selo sekarang dikenal sebagai sentra penghasil tanaman dan sayuran terbaik di wilayah Jawa Tengah.

Selain itu kini di wilayah Selo mulai mengembangkan tanaman Kopi sebagai jenis tanaman unggulan. Khusus untuk wilayah Selo, Boyolali, bibit kopinya sendiri berasal dari pemberian mantan Presiden Megawati Soekarno Putri kala dirinya menjabat Presiden di tahun 2006.

Meski sempat diabaikan penduduk selo, bibit-bibit Kopi itu resmi di tanam di pekarangan rumah warga sejak tahun 2012 lalu dan baru mulai menghasilkan pada tahun 2015 lalu.

"Tahun 2006 lalu, Ibu Megawati yang kala itu menjadi Presiden Republik Indonesia memberikan 2.000 bibit kopi kepada masyarakat di sini. Namun sampai tahun 2012 bibit kopinya itu cuma disimpan saja digudang warga, karena saat itu kita gak tahu bagaimana cara menanam dan merawatnya. Lalu tahun 2010 lalu kan ada erupsi besar merapi yang menyebabkan kami semua di sini harus mengungsi," tutur Jarwadi, salah seorang warga Selo.

Dua tahun pasca erupsi, masyarakat Selo mulai menanam kopi di pekarangan rumahnya. Tahun 2015 mulai panen tapi saat itu masyarakat juga masih bingung cara mengolahnya. "Baru tahun 2017 kemarin ada beberapa orang dari Yogya yang datang ke sini dan mengajarkan kami anak-anak muda di sini untuk mengolah kopi biar bisa bermanfaat. Sekarang kita mulai mengembangkan kopi sebagai komoditas masyrakat sini," lanjut Jarwadi.

Kopi khas Selo yang dihasilkan ini merupakan jenis Kopi Arabica yang lalu diberinama Kopi Arabica Merapi yang dihasilkan dari tanaman kopi yang ada di rumah-rumah warga.

"Rata-rata satu rumah punya 2-3 pohon kopi. Dari warga itulah kami anak muda dari karang taruna sini ngumpulin Kopi-nya yang dibeli dari warga Rp 7.000 - Rp 7.500 perkilo kopi biji kopinya. Setelah kita olah dari 7 kilo biji kopi bisa menghasilkan 1 kilo kopi yang siap saji seperti di sini. Makanya untuk kebutuhan kami di sini saja masih terasa kurang jadi belum bisa kita jual keluar daerah sini,"ltambahnya,

Di Selo sendiri terdapat sebuah warung kopi sederhana yang berada di kawasan wisata New Selo yang kemudian dikenal dengan Omah Bambu. Jaraknya ke puncak Merapi hanya berjarak 3 kilometer saja atau cukup 3-4 jam perjalanan kaki.Di Omah Bambu tersebut dibangun sebuah bangunan menara pandang yang sengaja dibuat dari bahan bambu. Dari rumah bambu itu, kita bisa menyaksikan keindahan alam lembah Selo yang berada diantara Gunung Merapi dan Merbabu.

"Omah Bambu ini merupakan bangunan baru mas yang dinisiasi oleh remaja-remaja disini guna meningkatkan pariwisata di Selo, Boyolali. Dan dari sini kita bisa melihat puncak merapi dari dekat, puncak Merbabu, dan kalau lagi cuacanya nya bagus kita juga menyaksikan beberapa puncak gunung yang ada di sekitar Boyolali seperti Gunung Lawu (Solo), Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Slamet di Purwokerto, dan Gunung Tidar Di Magelang. Nah sambil menyaksikan pemandangan itu, enaknya memang minum kopi Khas Merapi, dan kami disini jualnya juga dengan harga standar antara Rp. 15 ribu - Rp 30 ribu setiap cangkirnya," tambahnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Dongkrak Wisman, Kemparenkraf-Rossiya Airlines Kumpulkan Industri Pariwisata Rusia

Pada periode Januari-September 2019 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 109.003 orang, naik 19,07% dari periode yang sama 2018.

GAYA HIDUP | 25 November 2019

Melancong Sendiri ke Belitung, Siapa Takut?

Bagi kaum perempuan yang hobi melancong sendirian, Pulau Belitung bisa menjadi destinasi yang aman dan nyaman.

GAYA HIDUP | 25 November 2019

Ikuti Slimming Tea Challange, Milenial Ini Langsing dalam 3 Bulan

Slimming Tea Challenge menantang para milenial untuk hidup sehat. Lomba menurunkan berat badan dengan cara sehat ini digelar bekerja sama dengan Gold's Gym pada Maret hingga Mei 2019. Pekan lalu, para pemenang berbagi cerita bagaimana tips mereka mencapai berat badan ideal dengan cara sehat.

GAYA HIDUP | 25 November 2019

Kebaya Laksmi Luncurkan Koleksi Hijrah Series

Omzet Kebaya Laksmi dalam setahun mencapai Rp 20 miliar.

GAYA HIDUP | 24 November 2019

Pesona Jember Fashion Carnaval di Lippo Village Festival

Jember Fashion Carnaval mengawali Lippo Village Festival dengan keagungan suku-suku bangsa di dunia melalui peragaan busana yang menakjubkan.

GAYA HIDUP | 24 November 2019

Semarak Tari Likurai di Grand Final Festival Paduan Suara Gerejawi

Tari Likurai, sebuah tari khas Belu yang dibawakan untuk menghormati tamu dan menyambut pahlawan perang, meramaikan Grand Final Festival Paduan Suara Gerejawi.

GAYA HIDUP | 24 November 2019

Zumba on The Street Dipadati Ratusan Peserta

Watsons menggelar event Get Active Festival 3.0 di CFD area FX Sudirman dengan acara utama Zumba on The Street yang dipadati ratusan peserta.

GAYA HIDUP | 24 November 2019

Semangat Wirausaha Wanita Lahir Atas Kepedulian Sesama

Wirausaha wanita tidak sekadar berfokus untuk mendapatkan keuntungan semata.

GAYA HIDUP | 24 November 2019

Serunya Naik Kereta Uap Jaladara Menikmati Panorama Solo

Paket perjalanan wisata dengan kereta uap Jaladara ini memang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo saat dirinya menjadi Wali Kota Solo.

GAYA HIDUP | 24 November 2019

Jember Fashion Carnival Pukau Pengunjung Lippo Village Festival

Selain telah meraih berbagai prestasi, JFC juga sejalan dengan visi Lippo untuk menjadikan Lippo Village sebagai kawasan festival budaya dan kesenian.

GAYA HIDUP | 23 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS