Sutradara Film Tilik Tidak Ambil Pusing Kritikan Warganet
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Sutradara Film Tilik Tidak Ambil Pusing Kritikan Warganet

Selasa, 8 September 2020 | 12:01 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Film pendek Tilik sempat ramai diperbicarakan setelah viral di media sosial. Meski banyak menuai pujian namun tak sedikit pula yang mengkritik film yang sampai saat ini sudah menembus 22 juta viewer.

Sosok Bu Tedjo yang menjadi pemeran utama film ini paling banyak mengundang perhatian. Dalam alur cerita Bu Tedjo digambarkan sebaga sosok yang rajin bergunjiing. Dalam adegan film tersebut dikisahkan sepanjang perjalanan menjenguk Bu Lurah, Bu Tejo dan ibu-ibu lainnya bergunjing, berprasangka buruk kepada warga yang masih berstatus lajang, yaitu Dian.

Sang sutradara yakni Wahyu Agung Prasetyo mengatakan dirinya sangat terbuka terhadap masukan dan kritikan yang masuk tentang film Tilik.

“Kami sangat terbuka dengan kritikan masyarakat terhadap film ini, karena menurut kami tidak ada karya yang tak luput dari kritikan, begitu pula dengan film Tilik ini. Kritikan itu bisa mendewasakan ketika akan membuat karya lagi ke depannya,” jelas Wahyu Agung Prasetyo dalam webinar yang digelar Universitas Budi Luhur, Senin (8/9/2020).

Selain kritikan, penonton pun dibuat bingung dengan pesan moral dari film ini, banyak pula yang menyebut bahwa film Tilik memiliki pesan yang multi tafsir.

“Nah kemudian ketika ada stigma jelek, stigma baik, film ini sudah sangat eksplisit di dialog-dialog tertentu, ketika kita sudah cermat dan menelaah film ini, kemungkinan tafsirnya bisa sama dengan kami yang membuat filmnya. Nah ketika film ini sudah kami lempar di publik dan jadi konsumsi publik, saya pikir itu sudah hak interprestasi publik juga,” lanjut Wahyu Agung.

Yang jelas film Tilik merupakan cara positif dalam memanfaatkan kondisi-kondisi yang ada di lingkungan kita, menjadi sebuah inspirasi karya anak bangsa dengan melakukan sesuatu yang inspiratif mulai dari ide yang sederhana.

Rektor Universitas Budi Luhur, Wendi Usino dalam kesempatan itu menilai apa yang disajikan di film Tilik merupakan kisah nyata yang terjadi di masyarakat.

“Saya harapkan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa Budi Luhur, saya mengambil kesimpulan cerita dari film Tilik ini yakni tidak ada hitam, tidak ada putih, semuanya abu-abu, kebenaran itu relatif sifatnya. Jadi tidak ada tokoh benar, tidak ada tokoh salah, tidak ada penjahat, tidak ada jagoan, intinya ini kisah nyata yang ada di masyarakat," jelas Wendi Usino.

Dalam kesempatan yang sama Kasih Hanggoro, MBA selaku Ketua BPH Yayasan Budi Luhur Cakti mengatakan bahwa lewat film ini mengingatkan kita untuk tidak menghakimi sebelum tahu kebenaranya.

“Pertama di film ini kan tujuannya saling tolong menolong untuk menimbulkan rasa cinta kasih dengan menjenguk orang sakit. Kedua penting bagi saya disetiap dialognya ada prasangka buruk terhadap seseorang, yang intinya jangan menghakimi sebelum kejadian itu terjadi atau ketidak tahuan kita, yang paling benar yaitu mencari terlebih dahulu,” kata Kasih Hanggoro, MBA selaku Ketua BPH Yayasan Budi Luhur Cakti.

Film Tilik mencoba memeras alam bawah sadar dan menyaringnya dalam sebuah pahatan Cerdas Berbudi Luhur. Seperti nilai-nilai kebudiluhuran dalam bermasyarakat dan mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga sikap dan perbuatan kepada sesama.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kisah Cinderella dengan Spirit yang Berbeda

Buku kumpulan puisi ini terdiri dari empat babak, yang ditulis di media sosial sejak 2019.

HIBURAN | 8 September 2020

Tara Basro Asah Kreativitas dengan Ponsel Pintar

Tara Basro mencoba mengasah kreatovitas dengan ponsel pintar atau gawai.

HIBURAN | 7 September 2020

Tenet Mampu Hasilkan Pendapatan Rp 2,2 Triliun

Secara keseluruhan, Tenet telah diputar di 2.800 bioskop di kawasan Amerika Utara.

HIBURAN | 7 September 2020

Youtuber Kaisar Kumis Keliling Indonesia Promosikan UMKM Daerah

Apa yang dilakukan adalah murni keinginannya sendiri untuk turut mengangkat dan mengembangkan UMKM daerah.

HIBURAN | 7 September 2020

Skylight Cinema Komitmen Menayangkan Film-film Berkualitas

Skylight Cinema komitmen untuk terus memberi tontonan spesial kepada penonton.

HIBURAN | 6 September 2020

Dua hari, 400 Tiket Bioskop Drive-in Ludes Terjual

Bioskop drive-in Skylight Cinema sukses menghibur penonton selama dua hari berturut-turut.

HIBURAN | 6 September 2020

Tiket Empat Film Ini Laris Manis di Skylight Cinema

Empat film Indonesia mewarnai Skylight Cinema.

HIBURAN | 6 September 2020

Cinta Segitiga Dealova 2 Hadirkan Bintang-bintang Baru

Kisah cinta segitiga Dealova 2 berlanjut.

HIBURAN | 6 September 2020

Pertama Kali, Sendratari Ramayana Digelar Daring di Candi Prambanan

Pertama kali, sendratari Ramayana sukses digelar pascapandemi Covid-19 di Prambanan.

HIBURAN | 6 September 2020

Adrena Isa Zega, Mantan Manajer Lucinta Luna Coba Peruntungan di Dunia Musik

Lagu Idung Jambu yang dikeluarkan Adrena Isa Zega diperuntukan kepada selebriti yang suka berbohong dan kerap membongkar aib orang lain.

HIBURAN | 6 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS