Pemerintah Perlu Terobosan Kebijakan Atasi Stunting

Pemerintah Perlu Terobosan Kebijakan Atasi Stunting

Minggu, 16 September 2018 | 15:23 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan beberapa pejabat negara serta kalangan Swasta melakukan deklarasi pencegahan stunting di Monas, Minggu (16/9). Ini sebagai upaya penyadaran akan pentingnya dukungan semua pihak dalam mewujudkan target angka prevalensi stunting dari 37,2 persen di tahun 2013 menjadi 28 persen di tahun 2019.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari pertama kehidupan. Stunting menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan produktifitas mereka sesudah dewasa.

“Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga miskin. Stunting jiga terjadi pada anak keluarga kaya, di kota maupun di desa,” kata Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan. Jika tidak diatasi, investasi apapun yang dilakukan pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia menjadi tidak optimal, tambah Moeldoko.

Dr Damayanti Rusli SpA(K), seorang dokter spesialis anak yang bertahun tahun mengamati masalah stunting, mengatakan bahwa upaya memutus mata rantai masalah stunting pada anak ini harus dilakukan secara serius melalui pemantauan gizi dan kesehatan rutin, serta intervensi gizi yang tepat pada anak yang terindikasi mengalami gagal tumbuh yang merupakan indikasi awal terjadinya stunting.

"Tenaga kesehatan harus benar benar terlatih dalam melihat dan memantau anak yang memiliki masalah gizi kronis dan ada gejala gagal tumbuh. Jika gagal ditangani, maka akan timbul kasus stunting yang berdampak panjang," jelas Danayanti.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengapresiasi peluncuran Kampanye Nasional Pencegahan Stunting ini. “Ini menunjukkan keseriusan menteri-menteri dalam menindaklanjuti Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2018 lalu yang menekankan pentingnya pembangunan manusia sejak dari kandungan,” kata Agus.

Namun menurut Agus, kebijakan pencegahan stunting ini harus diawali dengan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada dan melakukan terobosan kebijakan baru. Ini untuk mempercepat penurunan angka prevalensi stunting menjadi 28 persen di tahun 2019 mendatang.

"Kabinet Jokowi harus mendukung presiden melalui terobosan kebijakan karena kebijakan yang sudah dilakukan bertahun tahun belum menunjukkan hasil optimal," kata Agus. Presiden Jokowi harus didukung dalam mencaoai target penurunan stunting ini karena tahun depan adalah tahun politik.

“Jangan sampai isu ini menjadi bahan kritik di tahun politik,” tambah Agus.

Terobosan kebijakan baru yang mudah dilakukan di beberapa Kementerian harus segera dikeluarkan. Tanpa terobosan nyata, akan sulit mencapai target yang diharapkan, jelas Agus.

“Kalau bicara ASI eksklusif, sanitasi, pemberian makanan tambahan, akses air bersih, semua itu sudah sering dikemukakan dan dilakukan bertahun tahun namun hasilnya ya begitu begitu saja, prevalensi stunting masih tinggi. Coba diteliti lagi, mungkin perlu ada intervensi spesifik jika anak terindikasi gagal tumbuh. Pakar kesehatan dan anak di Indonesia berlimpah, mereka pasti tahu apa yang kurang dilakukan dan bisa belajar dari pengalaman negara lain,” papar Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kimia Farma-Batan Ciptakan Pembebas Nyeri Kanker

Bukti inovasi antara Kimia Farma dan PTRR Batan tersebut diperkenalkan dalam pertemuan ilmiah tahunan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PIT PKNI) Tahun

KESEHATAN | 15 September 2018

Cara DokterSehat Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

#AksiSehatCeria menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

KESEHATAN | 15 September 2018

Obat di Faskes Terancam Kosong

Fasilitas kesehatan seperti RS, klinik, dokter praktik perorangan dan puskesmas terancam mengalami kekosongan obat karena kendala suplai dan distribusi.

KESEHATAN | 14 September 2018

Bantu Arus Kas Faskes, CIMB Niaga Jalin Kerja Sama dengan BPJS

CIMB Niaga menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membantu arus keuangan faslitas kesehatan (faskes).

KESEHATAN | 12 September 2018

Bantu Imunitas Saat Pandemi, Mganik Multigrain Diluncurkan

Mganik Multigrain membantu imunitas tubuh saat pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 3 Juli 2020

Kemkes Dorong Pengenalan Buah ke Anak-anak

Buah yang manis mendorong anak menyukai buah dan sayur.

KESEHATAN | 17 Juni 2018

Tips Tetap Fit Saat Berkendara Mudik

Apabila Anda memilih berkendara sendiri, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan tubuh secara ekstra, karena tak sedikit kasus kecelakaan terjadi akibat pengendara terlalu kelelahan.

KESEHATAN | 10 Juni 2018

Loyo Saat Puasa, Oh Tidak. Ini Tipsnya!

Berpuasa tak berarti harus loyo, lemas dan tak melakukan aktivitas seperti biasanya.

KESEHATAN | 20 Mei 2018

Ingin Sehat di Usia Lanjut? Ini Tipsnya

Dengan tetap menjaga kesehatannya di masa muda akan membuat masa lansia mereka tetap sehat, mandiri, dan berdaya guna.

KESEHATAN | 10 April 2018

Ini Tips agar Anak Suka Buah-buahan

Prinsip utama dalam membiasakan anak mengonsumsi buah-buahan adalah dengan memberikan contoh kepada mereka.

KESEHATAN | 9 Februari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS