Jangan Anggap Remeh Masalah Alergi
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Jangan Anggap Remeh Masalah Alergi

Minggu, 12 Januari 2020 | 19:01 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Kasus alergi pada anak maupun dewasa cukup sering ditemukan di berbagai belahan dunia. Data World Allergy Organization tahun 2011 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 30 persen sampai 40 persen populasi di dunia yang mengalami kondisi alergi. Pencegahan alergi sejak dini perlu menjadi perhatian orang tua karena dapat memengaruhi asupan nutrisi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan hingga berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas hidup anak di masa depan.

“Dampak alergi tidak boleh dianggap remeh karena tidak hanya berhenti pada gejala yang dialami, tetapi juga berpengaruh pada kualitas hidup anak dan akan menjadi beban orang tua dalam hal biaya penangananya. Dibutuhkan tindakan pencegahan mulai dari identifikasi faktor resiko seperti riwayat keluarga, hingga pemberian nutrisi yang tepat untuk mendukung sistem imun yang lebih baik. Hal ini karena nyatanya, semua orang bisa mengalami alergi, namun dengan tingkat risiko yang berbeda-beda,” tutur Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) dalam Syneo Symposium di Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Selain paparan alergi seperti pada kulit, polusi, atau lingkungan mikrobiota yang buruk di saluran cerna, seorang anak juga dapat mengalami kondisi alergi dari faktor keturunan. “Bahkan, jika kedua orang tua mengalami alergi, resiko anak mengalami alergi dapat meningkatkan hingga 80 persen. Anak tanpa riwayat alergi di keluarga sekalipun masih berisiko menderita alergi sebesar 5-15%,” tambah Prof. Zakiudin.

Selain dampak kesehatan, tingginya beban biaya yang diakibatkan oleh kondisi alergi semakin menekankan pentingnya tindakan pencegahan. Secara umum, terdapat 4 (empat) sumber beban biaya yang dialami oleh pasien dan keluarga dalam kondisi alergi, yaitu biaya pengobatan, biaya tambahan terkait nutrisi pengganti, penghindaran alergen, biaya konsultasi, hingga biaya imunoterapi.

Syneo Symposium juga menghadirkan seorang peneliti dari National University of Singapore Christophe Lay, PhD. yang menyajikan pembahasan terkini mengenai strategi nutrisi untuk mencegah kondisi alergi. Christophe menjelaskan bahwa keseimbangan mikrobiota saluran cerna berperan penting mendukung sistem imun yang baik dan melindungi anak dari resiko alergi.

Uniknya, mikrobiota saluran cerna merupakan kondisi yang diturunkan dari ibu kepada anaknya secara turun temurun. Keseimbangan mikrobiota saluran cerna juga dapat terganggu akibat faktor lingkungan seperti metode kelahiran, asupan nutrisi, hingga penggunaan antibiotik.

“Nutrisi yang dikonsumsi anak, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan, berperan penting dalam mendukung keseimbangan mikrobiota di saluran cerna. Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa syneo atau sinbiotik, kombinasi prebiotik scGOS | lcFOS 9:1 dan probiotik B.breve M16V secara klinis terbukti mendukung perbaikan kolonisasi Bifidobakterium serta kondisi fisiologis saluran cerna pada bayi dengan kelahiran sesar hingga menurunkan kejadian eczema – yaitu manifestasi gejala alergi yang umum terjadi di awal kehidupan,” jelas Christophe yang juga merupakan peneliti di Danone Nutricia Research, Singapura.

Diselenggarakan selama satu hari, Syneo Symposium membahas strategi nutrisi yang dibutuhkan untuk mencegah kasus alergi pada anak.

“Syneo Symposium membahas situasi terkini dari kondisi alergi di dunia, faktor risiko, strategi nutrisi, hingga dampak terhadap tumbuh kembang dan kualitas hidup anak. Hal ini penting diketahui oleh para dokter anak dan tenaga kesehatan lainnya untuk meminimalisir potensi anak mengalami kondisi alergi dan dampaknya di kemudian hari,” ujar Prof. Dr. dr. Rini Sekartini Sp. A (K) Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang DKI Jakarta sebagai penyelenggara acara.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pentingnya Masyarakat Menjalani Hidup Aktif dan Sehat

Anlene dari Fonterra Brands Indonesia, mendukung Superball Run 2020 untuk bersama menginspirasi masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 12 Januari 2020

Duh! Skizofrenia Bisa Dipicu Polusi Udara

Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir dan perubahan perilaku.

KESEHATAN | 12 Januari 2020

Tiga Pakar Kesehatan Asal Belanda Berbagi Ilmu di Seminar Ilmiah NIF

NIF Scientific Workshop berlangsung di kota Padang dan Jakarta pada tanggal 6 – 9 Januari 2020 dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta.

KESEHATAN | 10 Januari 2020

Cegah Pneunomia, Lakukan Hidup Sehat

Dokter spesialis Paru RS Persahabatan Erlina Burhan mengatakan mencegah pneumonia dengan perilaku hidup sehat.

KESEHATAN | 9 Januari 2020

Menristek Dukung Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia

Dexa Group mendukung program kesehatan pemerintah melalui produk OGB dan mendorong kemandirian pengembangan produk farmasi yang berdaya saing tinggi.

KESEHATAN | 9 Januari 2020

Kemkes: Waspadai Pneumonia dari Tiongkok

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat, tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan mewaspadai penyakit pneumonia berat yang kini meningkat di Wuhan, Tiongkok

KESEHATAN | 9 Januari 2020

Kini, Pasien JKN Bisa Cek Jadwal Operasi Lewat Aplikasi

Dengan adanya penyesuaian iuran maka tantangan BPJSK saat ini bukan lagi soal defisit, melainkan pelayanan yang lebih berkualitas.

KESEHATAN | 8 Januari 2020

Eka Hospital Perluas Jangkauan Pelayanan ke Bekasi

Total keseluruhan investasi pembangunan Eka Hospital Kota Harapan Indah Bekasi mencapai sekitar US$ 40 juta.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Hati-hati Efek Samping Obat GHB

Pelaku kejahatan seksual Raynhard Sinaga melancarkan aksinya menggunakan obat GHB

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Komunitas Berperan sebagai Motor Penggerak Hidup Sehat

Komunitas berperan sebagai pemantik semangat dalam pengadopsian gaya hidup sehat.

KESEHATAN | 7 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS