Tidak Hanya Virus Corona, Penyakit DBD Juga Patut Diwaspadai

Tidak Hanya Virus Corona, Penyakit DBD Juga Patut Diwaspadai

Sabtu, 28 Maret 2020 | 16:10 WIB
Oleh : Indah Handayani / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pendemi virus corona (Covid-19) yang tengah melanda, penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga tengah mengancam masyarakat Indonesia. Per 15 Maret 2020, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 25.693 orang dan telah merenggut 164 jiwa.

DBD memiliki kasus di Indonesia setiap tahunnya. Menurut catatan Kementerian Kesehatan RI terdapat 110.921 DBD di Indonesia pada 2019. Angka ini meningkat dari 2018 dengan jumlah kasus sebanyak 65.602 kasus.

Louis Sumantadiredja, Product Manager Soffell, menjelaskan virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus corona merupakan virus baru yang muncul pada akhir tahun 2019 di Wuhan, Tiongkok. Sedangkan DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh disebabkan oleh infeksi virus dengue yang disebarkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti.

Menurut Louis, DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan dimana penyakit ini ditularkan nyamuk aedes aegypti dan banyak ditemukan saat musim hujan karena nyamuk akan menetaskan telurnya di air. Perubahan iklim seperti hujan yang diselingi panas hingga beberapa hari membuat nyamuk aedes aegypti leluasa berkembang biak.

"Karena nyamuk ini suka hidup pada daerah dengan kelembapan tinggi dan cuaca yang cukup hangat," ungkapnya dalam keterangan pers, Sabtu (28/3/2020).

Namun, lanjut dia, ada perubahan perilaku nyamuk aedes aegypti yang dahulunya menggigit hanya pagi dan sore hari kini bisa menggigit saat malam hari hingga subuh. Selain itu nyamuk tersebut mampu berkembangbiak diatas ketinggian 1.000 mdpl yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Cara efektif dalam memberantas penyakit ini hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus dan memberikan perlindungan diri terhadap gigitan nyamuk yang kini sudah hidup di luar rumah atau di luar ruangan.

"Salah satu provinsi di Indonesia yaitu di Nusa Tenggara Timur telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dikarenakan kekurangannya lotion anti nyamuk sebagai perlindungan diri," paparnya.

Untuk itu, tambah dia, pihaknya terus berinovasi dalam menciptakan produk yang bermanfaat merupakan komitmen dari Enesis Group, melalui salah satu brand nya yaitu Soffell. Terlebih, masyarakat Indonesia lebih suka sesuatu yang alami, seperti menggunakan ekstrak daun.

"Kami mengeluarkan varian baru yaitu, Soffel Alamia yang mengandung bahan alami yaitu menggunakan ekstrak daun Cymbopogon atau serai sehingga lebih nyaman untuk dipakai di kulit," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

LIPI dan Danone Indonesia Kerja Sama Cegah Penyebaran Virus Corona

LIPI dan Danone melakukan produksi dan pembagian disinfektan dan hand sanitizer di fasilitas pilot-plant Laboratorium Pusat Penelitian Kimia LIPI di Serpong.

KESEHATAN | 28 Maret 2020

Bertambah 109, Jumlah Kasus Corona Jadi 1.155

Pasien corona yang dinyatakan sembuh bertambah 13 orang menjadi 59 orang dan pasien meninggal bertambah 15 orang.

KESEHATAN | 28 Maret 2020

Donasi Makanan untuk Tenaga Medis Virus Corona Tidak Boleh Sembarangan

Degan Septoadji menyarankan agar makanan-makanan yang didonasikan untuk mendukung tenaga medis yang berjuang melawan virus corona haruslah bernutrisi.

KESEHATAN | 28 Maret 2020

Hampir 600.000 Orang di Dunia Positif Virus Corona

Dari 597.258 orang positif corona, jumlah yang meninggal mencapai 27.365 dan 133.363 dinyatakan sembuh.

KESEHATAN | 28 Maret 2020

Japfa Dukung Asupan Protein Tim Medis Penanggulangan Covid-19

Tenaga medis yang menangani ODP maupun PDP memerlukan asupan makanan bergizi tinggi.

KESEHATAN | 27 Maret 2020

Pandemi Corona, BKKBN Ubah Pola Penyuluhan KB

BKKBN memastikan program penyuluhan KB tetap berjalan di tengah pandemi virus corona.

KESEHATAN | 27 Maret 2020

Ada 28 Pasien Positif Corona di RS Darurat Wisma Atlet

RS Wisma Atlet didirikan untuk menangani khusus virus corona yang kategorinya ringan dan sedang.

KESEHATAN | 27 Maret 2020

274 Pasien RS Darurat Wisma Atlet Diisolasi dan Dikarantina

274 orang tengah menjalani isolasi dan karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

KESEHATAN | 27 Maret 2020

Pemerintah Gandeng Telemedik Layani Pasien Corona Isolasi Mandiri

Data WHO menyatakan bahwa 81% pasien yang terpapar corona di Tiongkok bisa disembuhkan melalui isolasi mandiri.

KESEHATAN | 27 Maret 2020

Awas, Virus Corona Bisa Menular di Angkutan Umum!

Jika tidak langsung cuci tangan menggunakan sabun, maka bisa terjadi penularan. Tidak perlu repot mencari hand sanitizer.

KESEHATAN | 27 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS