Begini Protokol Isolasi Mandiri

Begini Protokol Isolasi Mandiri

Senin, 6 April 2020 | 13:47 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Karantina atau isolasi mandiri pada prinsipnya adalah memisahkan orang sakit sebagai sumber penularan virus corona (Covid-19) ke orang sehat atau orang yang rentan tertular. Tujuannya agar memutus rantai penularan virus. Namun isolasi mandiri bukan sekadar tinggal di rumah dan istirahat, melainkan ada tata caranya sendiri.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, orang yang perlu karantina mandiri adalah yang sudah pasti sakit. Sakit dalam hal ini artinya berisiko menjadi pembawa virus dan menularkan ke orang lain. Orang sakit ini bisa didapatkan dengan tiga cara.

Pertama, pasti sakit manakala dari pemeriksaan swab ditemukan ada virusnya. Artinya dia pasti akan menularkan ke orang lain. Kedua, orang yang dari pemeriksaan rapid test atau pemeriksaan cepat hasilnya positif. Diyakini orang ini sakit. Ketiga, orang yang dengan keluhan seperti Covid-19. Paling sering gejalanya adalah panas disertai batuk dan bernapas tidak nyaman.

Tetapi, menurut Yurianto, yang paling banyak sekarang ini adalah orang sakit yang tidak menunjukkan gejala atau dalam kategori kelompok Covid-19 disebut orang tanpa gejala (OTG). Inilah yang oleh sejumlah pakar menyebutnya sebagai silent transmission. Sekitar 60 persen sampai 70 persen penderita tidak menunjukkan gejala.

“Dalam kondisi sekarang sebaiknya begitu ada keluhan kita katakan sebaiknya dia melakukan isolasi diri. Isolasi diri tidak dimaknai mengasingkan diri. Isolasi ini adalah sifatnya isolasi fisik, bukan isolasi sosial yang kemudian dikucilkan dan diasingkan,” kata YuRianto di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Orang yang dengan kondisi tersebut harus melakukan isolasi mandiri. Yurianto mengatakan, isolasi mandiri bukan berarti tidak boleh bertemu anggota keluarga, diasingkan atau dikucilkan. Yang bersangkutan masih boleh interaksi dengan anggota keluarga lain, tetapi jarak kontak fisiknya perlu dijaga.

Setiap orang yang melakukan isolasi diri harus dalam pengawasan petugas kesehatan atau puskesmas setempat. Karantina dilakukan selama 14 hari. Selama masa itu, seseorang yang karantina mandiri perlu memperhatikan protokol berikut.

Yang paling utama adalah jaga jarak atau tidak kontak erat dengan anggota keluarga lain. Menurut Yurianto, isolasi bertujuan menjaga kontak fisik dekat. Karena Covid-19 menularkan lewat droplet, yaitu percikan ludah yang keluar dari orang sakit pada saat batuk, bersin dan berbicara dengan orang sekitarnya. Percikan droplet ini bisa sejauh 1,5 meter. Karena itu disarankan jaga jarak paling aman di 2 meter.

“Jadi kalau misalnya saya merasa harus isolasi diri, saya bisa berada di tengah-tengah keluarga saya, tetapi harus menjaga kontak fisik tidak boleh kurang dari 2 meter dengan anggota keluarga,” kata Yurianto.

Selain jaga jarak, selalu pakai masker apapun jenisnya. Percikan droplet akan tertahan di masker, sehingga tidak mengenai anggota keluarga lain atau menempel di benda sekitarnya. Kemudian yang bersangkutan menggunakan alat makan sendiri, dan tidak makan bersama-sama di satu tempat dengan anggota keluarga lainnya.

Tetapi yang paling penting menurut Yurianto, orang yang sedang menjalani masa isolasi harus selalu senang atau tidak stress. Stress, panik dan ketakutan akan menurunkan imunitasnya. Selain itu, yang bersangkutan juga harus punya kesadaran diri bahwa isolasi mandiri yang dijalaninya adalah bagian dari tanggung jawanya untuk memutus penularan Covid-19 dan melindungi anggota keluarga maupun orang lain di sekitarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pemerintah Belum Setujui Usulan Daerah untuk Terapkan PSBB

Kepala daerah harus melangkapi persyaratan administrasi yang diperlukan

KESEHATAN | 6 April 2020

Penanganan Covid-19, BPJSK Didesak Lunasi Klaim Rumah Sakit

Pelunasan klaim mendesak mengingat rumah sakit ibarat di medan peperangan menghadapi pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 6 April 2020

Batasi Kegiatan, PSBB Bukan Sekadar Imbauan

Semua masih bisa bergerak tentunya dengan mengedepankan keselamatan dan kepentingan masyarakat.

KESEHATAN | 5 April 2020

Per Hari Ini, Kasus Positif Corona di Indonesia Sebanyak 2.273 Orang

Jumlah ini meningkat sebanyak 181 kasus dari hari sebelumnya yang hanya 2.092.

KESEHATAN | 5 April 2020

Pemprov DKI Tunggu Petunjuk Kemhub soal Pembatasan Kendaraan di Jakarta

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan akan melakukan pembatasan tersebut jika status PSBB sudah ditetapkan.

KESEHATAN | 5 April 2020

64 Pasien Corona di RSPI Dinyatakan Sembuh, 17 Meninggal

Dari total 26 pasien yang masih di rawat di RSPI Sulianti Saroso, 14 diantara berstatus PDP dan 12 diantaranya positif virus corona (Covid-19).

KESEHATAN | 5 April 2020

Masker Kain Lapis Tiga Lebih Efektif Cegah Corona

Masyarakat bisa membuat masker kain sendiri di rumah dari kain bersih dengan cara dijahit atau menggunakan mesin.

KESEHATAN | 5 April 2020

Pandemi Corona, Rachmat Gobel Dorong Solidaritas Sosial Diperkuat

Gotong-royong menangani Covid-19 dapat dimulai dari lingkungan sekitar rumah.

KESEHATAN | 5 April 2020

Selebritas dan Influencer bersama VIU Dukung Perjuangan Tenaga Medis Lawan Covid-19

Selain menjadi idola, para selebritas, dan influencer ini dinilai memberi contoh yang baik dalam bersatu mendukung peperangan melawan Covid-19.

KESEHATAN | 5 April 2020

Gugus Tugas Corona Ingatkan Disinfektan Tidak Disemprotkan ke Tubuh

Disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia.

KESEHATAN | 5 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS