Gugus Tugas Kejar Target Pemeriksaan 20.000 Spesimen Per Hari
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Gugus Tugas Kejar Target Pemeriksaan 20.000 Spesimen Per Hari

Jumat, 5 Juni 2020 | 18:45 WIB
Oleh : Ari Suprianti Rikin / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Berbagai upaya percepatan penanganan Covid-19 terus dilakukan pemerintah, salah satunya meningkatkan jumlah pemeriksaan sampel mencapai 20.000 per hari. Semakin masifnya pemeriksaan akan mempercepat upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

"Kita upayakan target 20.000 sehari harus kita kejar, karena sarana untuk melaksanakan ini berupa laboraturium dan sebagainya cukup dan sudah tersebar di banyak tempat. Kami sudah mengaktifkan 66 mesin tes cepat molekuler yang berada di semua kabupaten/kota di tanah air," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, keberadaan mesin pemeriksaan dan laboratorium menjadi salah satu tulang punggung sehingga jarak antara rumah sakit yang butuh pemeriksaan dan laboratorium untuk memeriksa bisa diperpendek.

"Oleh karena itu target kita untuk terus sampai 20.000 ini kita upayakan sungguh-sungguh dan kita perbaiki sistem pelaporan yang dilakukan oleh seluruh laboratorium yang lakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan instruksi presiden di dalam kaitan dengan percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Testing yang dilakukan secara lebih masif lagi lanjutnya, diharapkan bisa dengan cepat mengidentifikasi orang tanpa gejala, karena inilah yang kemudian ditakutkan sebagai sumber penularan di tengah masyarakat.

Kemudian semua kasus yang diidentifikasi positif harus dilaksanakan penelusuran (tracing) kontaknya dan ini harus dilaksanakan secara lebih agresif lagi. Artinya penelusuran kontak pada keluarga, lingkungan kerjanya menjadi penting untuk didapatkan orang-orang yang harus dipantau terkait kemungkinan orang lain tertular.

Tentu kata dia, (tracing) ini ditujukan bukan hanya menelusuri riwayat kontak tapi juga sekaligus pemeriksaan, pengetesan agar dengan cepat bisa ditemukan sumber penularan di masyarakat.

Sampai saat ini telah diperiksa 380.973 spesimen dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di 101 laboratorium, tes cepat molekuler (TCM) 62 laboratorium dan laboratorium jejaring PCR dan TCM 186 laboratorium. Dari pemeriksaan ini didapati kasus baru yang konfirmasi Covid-19 positif sebanyak 703 orang sehingga total sekarang menjadi 29.521 orang.

Di Jawa Timur kasus positif meningkat 141 orang, DKI Jakarta 76 orang, Kalimantan Selatan 71 orang, Jawa Tengah 58 orang, Sulawesi Selatan 54 orang. Ada 19 provinsi yang angka kenaikannya di bawah 10, di antaranya ada 3 provinsi yang hanya laporkan 2 kasus baru, 4 provinsi laporkan 1 kasus baru, dan 6 provinsi yang tidak ada kasus baru.

"Ini sesuatu yang menggembirakan karena ini menggambarkan tentang kondisi masyarakat yang sudah mulai bisa terapkan kriteria aman dari Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan lebih baik," paparnya.

Kasus sembuh 551 orang, sehingga total menjadi 9.443. Ini harus disyukuri karena banyak yang semakin sembuh. Kasus meninggal naik 49 orang sehingga total menjadi 1.770, sudah 420 kabupaten kota yang sekarang terdampak di 34 provinsi.

"Kita masih lakukan pemantauan dari tracing kasus positif baru yang kita dapatkan. Jumlah orang dalam pemantauan 49.320 orang, pasien dan pengawasan yang kita awasi betul ada 13.592 orang," ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pasien ODP Covid-19 di Bengkulu Bertambah 14 Kasus

14 kasus ODP Covid-19 penambah pada hari ini berasal dari Kota Bengjlu 13 kasus dan satu kasus asal Rejang Lebong dan satu kasus PDP asal Kota Bengkulu.

KESEHATAN | 5 Juni 2020

Update Covid-19: Tambah 551, Pasien Sembuh Torehkan Rekor

Rekor pasien sembuh sebelumnya terjadi pada hari Sabtu (30/5/2020) sebanyak 523 orang.

KESEHATAN | 5 Juni 2020

Gajah Tunggal Sumbang Masker dan APD kepada YBBI

Sumbangan merupakan bagian dari jutaan masker yang sudah dan akan dibagikan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 5 Juni 2020

Gugus Tugas Tekankan Pentingnya Mengonsumsi Asupan Bergizi di Masa Pandemi

Masyarakat diminta terus memperhatkan aspek kesehatan dengan rutin mengonsumsi makanan dan minuman berenergi untuk terus menjaga kondisi tubuh dimasa pandemi.

KESEHATAN | 5 Juni 2020

Covid-19, Belum Seminggu 2 Dokter Meninggal

PB IDI menyampaikan ucapan duka cita.

KESEHATAN | 5 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Enesis Group Donasikan Minuman Ion Coolant

Bantuan berupa minuman ion Coolant diharapkan dapat meningkatkan daya tubuh warga untuk beraktivitas saat pandemi.

KESEHATAN | 5 Juni 2020

Doni Monardo Imbau Pasien Covid-19 Sembuh Mau Sumbang Plasma

Doni Monardo meminta pasien positif virus corona atau Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh mau menyumbangkan plasmanya untuk meningkatkan angka kesembuhan.

KESEHATAN | 4 Juni 2020

Cegah Penularan Silang, Faskes untuk Pasien Covid Harus Dipisah

Jangan sampai karena ketakutan ke RS memperburuk kondisi kesehatan pasien non-Covid, terutama penyakit kronis seperti jantung.

KESEHATAN | 4 Juni 2020

Menuju New Normal, Kemampuan Faskes Wajib Dipetakan

Bukan tidak mungkin akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 apabila masyarakat tidak melaksanakan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 4 Juni 2020

Pemulihan Sosial Ekonomi dari Covid-19, Butuh Kedisiplinan Kolektif

Proses pemulihan sosial ekonomi menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan.

KESEHATAN | 4 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS