Dorong Gerakan Menyusui di Masa Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pekan Menyusui Sedunia 2020

Dorong Gerakan Menyusui di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 | 20:11 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 berimbas pada banyak hal termasuk tingkat keberhasilan menyusui di hampir seluruh negara di dunia. Oleh karena itu, Pekan Menyusui Sedunia tahun 2020 yang berlangsung hingga tanggal 7 Agustus memberikan pesan pentingnya menyusui bagi keberlangsungan dan kesehatan bumi serta generasi di masa mendatang.

Untuk itu perlu didorong upaya persiapan masa menyusui untuk keberhasilan inisiasi menyusu dini (IMD) khususnya di masa pandemi Covid-19 ini untuk generasi sehat di masa datang. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam Indonesia sebagai laktagogue.

Konselor laktasi sekaligus pengurus pusat Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), dr. Fenny Yunita, mengatakan, pandemi Covid-19 menurunkan aktivitas inisiasi menyusu dini (IMD). Kunjungan ibu hamil dibatasi, sehingga layanan konseling laktasi sebelum melahirkan yang merupakan salah satu kunci keberhasilan menyusui juga terhambat.

“Belum lagi ibu melahirkan yang positif Covid-19 yang membuat IMD tidak berjalan karena menghindari kontak erat dengan ibu sehingga menyusui sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi juga tak terlaksana, demikian pula pemberian ASI perah yang sulit terlaksana,” kata dr Fenny dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Selasa (5/8/2020).

Baca Juga: Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19

di Jakarta, Selasa (5/8/2020).Oleh karena itu, dr Fenny mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan menyusui khususnya di masa pandemi Covid-19. Dengan menyusui berarti para keluarga mengambil peranan untuk mendukung kesehatan planet dan masyarakatnya. Ini sejalan dengan tema Pekan Menyusui Sedunia 2020 “Dukung Menyusui untuk Bumi yang Lebih Sehat”. Air susu ibu (ASI), menurut Fenny adalah makanan alami yang diproduksi dan diberikan pada konsumennya tanpa mengakibatkan polusi, tanpa kemasan dan limbah.

“Jika kita mendukung ibu menyusui maka kita juga mengurangi polusi udara, air, dan tanah kita, melindungi generasi muda di masa depan. Menyusui juga menjamin ketahanan pangan bagi generasi muda kita pada kondisi gawat darurat maupun kondisi bencana alam,” kata dr Fenny.

IMD memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan, yaitu sekitar 30 menit sampai 1 jam pascapersalinan. Dalam proses ini, bayi yang baru saja dilahirkan akan dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya tanpa bantuan siapapun.

Masalah lainnya yang juga muncul terkait menyusui adalah kurangnya kepercayaan diri terhadap produksi ASI yang mencukupi bagi buah hati. Karenanya para ibu diharapkan tidak terjebak dengan memberikan makanan selain ASI.

Baca Juga: Amankah Menyusui Bayi jika Ibu Positif Covid-19?

“Biasanya, para ibu memilih untuk menggunakan laktagogue untuk meningkatkan produksi ASI, baik berupa bahan alami maupun dari bahan kimia,” kata Fenny.

Menurut Fenny, ada beberapa bahan alam yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui. Misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet, kacang-kacangan dan berbagai jenis bahan lainnya.

Beberapa di antaranya telah diteliti dan terbukti meningkatkan kadar prolaktin, oksitosin, maupun volume ASI, dan peningkatan berat badan bayi. Ada juga teknik lain yang lazim dilakukan, misalnya dengan akupunktur ataupun pijat laktasi yang juga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI.

“Namun dari semua itu, kunci peningkatan produksi ASI adalah seringnya para ibu menyusui dan memerah,” kata Fenny.

Baca Juga: Inilah Tiga Makanan Utama untuk Melancarkan Air Susu Ibu

Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata mengatakan, sebagai lembaga riset pihaknya mendukung keberhasilan menyusui dengan mengembangkan bahan alam seperti daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus sebagai ASI booster.

Ketiga bahan baku alam tersebut diproses dengan teknologi advanced fractionation technology, memiliki aktivitas biologis dan kemurnian tinggi untuk menghasilkan fraksi bioaktif galatanol. Galatanol yang merupakan fraksi bioaktif kombinasi dari daun katuk dan daun torbangun telah terbukti memiliki efek untuk merangsang produksi ASI dalam produk Herba Asimor.

Herba Asimor terdiri dari daun katuk yang memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Sementara daun torbangun dapat meningkatkan kadar prolaktin dan meningkatkan aktivitas sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga produksi ASI meningkat 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

SHKJ Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pasien Saat Berobat

SHKJ selalu memastikan keamanan dan kesehatan, serta melindungi pasien saat berobat.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Kemkes: Herbal Tidak Bisa Sembuhkan Covid-19

Covid-19 disebabkan oleh virus, sehingga obat satu-satunya adalah antivirus bukan dengan jamu atau herbal maupun obat tradisional.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

JEC Targetkan 70.000 Kunjungan Pasien di 2020

JEC menghadirkan Klinik Utama Mata JEC-Orbita di Makassar, Sulawesi Selatan.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Menkes Prioritaskan Penurunan Angka Stunting

Menurut Menkes, saat ini terdapat 10 provinsi yang memiliki tingkat prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.815, Kasus Positif di Indonesia Jadi 116.871

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.815 itu didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 28.738.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Cegah Covid-19, Wapres Minta Masyarakat Ikuti Fatwa Ulama

Ditegaskan Wapres, fatwa-fatwa tersebut baru dapat memberikan manfaat apabila adanya kepatuhan masyarakat untuk mematuhinya.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita di Puskesmas dan Posyandu tidak boleh berhenti di tengah pandemi virus corona.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Jokowi Minta Penurunan Stunting Fokus di 10 Provinsi

Provinsi tersebut antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Tidak Mengenakan Masker, Masyarakat Bisa Kena Hukum

Sanksi kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker dapat berupa denda atau sanksi administrasi.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Rangkul Ibu-ibu PKK Berkampanye Masker untuk Menekan Penularan Covid-19

Kampanye masker tidak berdiri sendiri, harus ada koneksitas dengan yang lain.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS