Kemristek: Penemuan Obat Covid-19 Butuh Proses Panjang
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.44)   |   COMPOSITE 5759.92 (18.41)   |   DBX 1054.23 (6.22)   |   I-GRADE 169.662 (0.1)   |   IDX30 501.412 (0.38)   |   IDX80 131.739 (0.32)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.04)   |   IDXG30 135.832 (0.64)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.45)   |   IDXQ30 146.619 (0.01)   |   IDXSMC-COM 244.641 (2.13)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (3.58)   |   IDXV30 126.958 (0.57)   |   INFOBANK15 989.895 (1.39)   |   Investor33 430.473 (-0.07)   |   ISSI 168.725 (0.32)   |   JII 619.114 (-0.33)   |   JII70 212.184 (0.29)   |   KOMPAS100 1175.82 (2.46)   |   LQ45 920.779 (1.79)   |   MBX 1601.16 (4.49)   |   MNC36 321.923 (0.11)   |   PEFINDO25 313.689 (1.8)   |   SMInfra18 292.004 (0.98)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.12)   |  

Kemristek: Penemuan Obat Covid-19 Butuh Proses Panjang

Kamis, 6 Agustus 2020 | 21:38 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Staf Ahli Menristek Bidang Infrastruktur sekaligus Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemristek, Ali Ghufron Mukti mengatakan, untuk penemuan obat terutama obat untuk penanganan Covid-19 membutuhkan proses yang panjang dan terdapat beragam prosedur yang harus dilaksanakan.

"Menemukan sebuah obat diperlukan proses yang sangat panjang karena menyangkut keamanan hidup masyarakat. Obat yang salah akan bisa menjadi racun dan berbahaya," ujar Ghufron pada Talkshow: Etika Jabatan Akademik dan Penemuan Obat Covid-19 yang digelar BNPB secara daring pada Kamis (6/8/2020).

Ghufron menjelaskan, proses menemukan obat juga diawali dengan penelitian yang memiliki berbagai tahapan agar aman untuk digunakan masyarakat. Dalam hal ini, harus dimulai dengan suatu penelitian, kemudian dilanjutkan tahap presentasi atau dalam jurnal ilmiah terkait penelitian sehingga bisa didiskusikan bersama mengenai kelayakannya.

Baca Juga: Klaim Obat Herbal Covid-19, Kemristek Imbau Masyarakat Hati-hati

“Oleh karena itu, biasanya orang melakukan penelitian sebelumnya membuat proposal terlebih dahulu. Selanjutnya proposal tersebut harus lulus dalam uji etika kelayakan yang diuji oleh Komite Etik. Jadi tidak bisa langsung mengklaim menemukan obat. Harus ada prosedur yang dijalankan,” ujarnya.

Selanjutnya, Ghufron menegaskan, pemerintah terbuka dan mengapresiasi kepada siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi dalam penemuan obat Covid-19 di Indonesia. Pemerintah akan memfasilitasi serta mendukung segala penelitian dalam penemuan obat Covid-19 asal sesuai dengan koridor dan etika yang ada. Bahkan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional(Kemenristek/BRIN) memberi kesempatan dan fasilitasi serta dana bagi peneliti. Khusus untuk Covid-19 ini, pemerintah memfasilitasi dana untuk 903 proposal sehingga rencana penelitian terencana dengan jelas.

Baca Juga: Satgas: 7 Kandidat Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3

Ghufron menyebutkan, selama empat bulan ini perguruan tinggi dan peneliti telah melakukan berbagai inovasi. Hingga saat ini lebih dari 60 inovasi telah dihasilkan. Ada pun berbagai inovasi tersebut berupa robot perawat, polymerase chain reaction (PCR), rapid test kit, hingga ventilator canggih.

“Berbagai inovasi selama 4 bulan terakhir telah dihasilkan. Seperti robot perawat, rapid test kit dan lain sebagainya. Bahkan PCR yang biasanya kita impor, sekarang tidak. Peneliti Indonesia telah membuatnya. Ada juga mobile laboratory dimana laboratorium bisa menghampiri masyarakat. Itu juga inovasi yang dibuat oleh anak bangsa. Terakhir adalah ventilator canggih yang dibuat oleh UGM, yang kalau kita impor itu bisa miliaran tapi ini hanya 450 juta," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

13 Kabupaten/Kota dari Zona Oranye Jadi Zona Merah

Wiku Adisasmito mengatakan terjadi perubahan pada 13 kabupaten/kota yang tadinya berada di zona oranye menjadi zona merah.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Badan POM Kawal Siklus Perjalanan Vaksin Covid-19

BPOM menyebut uji klinik merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin Covid-19 untuk mendapatkan data khasiat dan keamananan yang valid.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Satgas: 7 Kandidat Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3

Saat ini, sudah ada tujuh kandidat vaksin virus corona (Covid-19) di seluruh dunia yang sudah masuk dalam tahap uji klinis tahap 3.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Aido Health Luncurkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Pengguna Aido Health bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 19 Juta

Data kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai 19.005.306 setelah adanya penambahan kasus baru pada hari ini sebanyak 39.908

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tambah 1.882, DKI Jakarta Terbanyak

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan tambahan 1.882 kasus baru Covid-19 di Indonesia. Penambahan terbanyak terdapat di DKI Jakarta dengan 556.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Ini Manfaat Bermain Bagi Tumbuh Kembang Anak

Kalangan orang tua diharapkan meluangkan waktu untuk bermain bersama anak di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.882, Kasus Positif di Indonesia Jadi 118.753

Terdapat tambahan 1.882 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam sampai Kamis (6/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 118.753.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Hari Ini, Bio Farma Mulai Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin Covid-19

Bio Farma mengumumkan dimulainya tahapan uji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 dari Sinovac China pada hari ini, Kamis (6/8/2020).

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

1.333 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di RSD Wisma Atlet

Sebanyak 1.333 pasien positif virus "corona" (Covid-19) masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta hingga Kamis (6/8/2020).

KESEHATAN | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS