Panutan Harus Jadi Contoh Penggunaan Masker yang Benar
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Panutan Harus Jadi Contoh Penggunaan Masker yang Benar

Kamis, 1 Oktober 2020 | 21:48 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Covid-19 adalah penyakit yang tidak pandang bulu, siapapun akan terinfeksi jika tidak melakukan perilaku atau protokol kesehatan yang benar di masa pandemi. Agar lebih efektif, pemimpin atau sosok berpengaruh (panutan) perlu memberi contoh yang baik seperti penggunaan masker yang benar.

Di sisi lain pendekatan sosialisasi pencegahan ini pun berbeda antar masyarakat. Apalagi masyarakat Indonesia punya karakteristik beragam.

Tim pakar Satgas penanganan Covid-19 Turro Wongkaren mengatakan, masyarakat di negeri ini beragam, cara menerima informasi dan sesuatu pun tidak sama.

"Pendekatannya harus mengerti dahulu karakteristik masyarakat di wilayah tersebut. Role model bisa tokoh agama, selebritas, atau masyarakat yang dianggap penting," katanya dalam dialog virtual Pencegahan Covid-19: Beda Masyarakat, Beda Strategi? di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Masyarakat pun lanjutnya, akan melihat pemimpin, pejabat atau panutan lainnya dalam menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

"Kalau pejabat ada yang rapat tidak pakai masker maka masyarakatnya melihat hal itu," ucapnya.

Sementara itu, strategi sosialisasi pencegahan juga harus melihat kondisi masing-masing wilayah seperti komunitas adat, pekerja, komunitas hobi dengan beragam karakteristik.

Satgas Covid-19 lanjutnya, membuat strategi mulai dari imbauan hingga punishment (sanksi) untuk mengubah perilaku masyarakat.

Dokter Spesialis Bedah Ortopaedi dan Traumalogi Norman Zainal menilai, penyebab Covid-19 adalah virus yang tidak terlihat, tidak berbau, tidak bersuara dan tidak terdeteksi oleh indera manusia. Virus ini berukuran kecil dan menular.

Virus Covid-19 berukuran 125 nanometer atau sepersatu miliar meter. Baru terlihat dari mikroskop elektron dan bukan mikroskop biasa. Berbeda dengan virus DBD menular lewat nyamuk dan digigit nyamuk terasa.

"Masyarakat perlu disadarkan musuh kita tidak terasa, tidak terdengar, tidak tercium, tidak terdeteksi dengan indera kita," ucapnya.

Parahnya lagi, penularannya lewat manusia. Tidak bisa terdeteksi teknologi canggih apapun. Baru terlihat ketika gejalanya ada. Perlu upaya keras untuk memberi pengertian ke masyarakat.

"Masker adalah alat mencegah penularan dan ditulari Covid-19," imbuhnya.

Namun, banyak orang yang belum taat menggunakan masker. Ketelandanan diperlukan untuk mengkampanyekan pengunaan masker yang tepat. Masyarakat Indonesia paternalistik, artinya perlu ada contoh.

"Kita perlu edukasi leaders untuk memberi pembelajaran baik," tegasnya.

Media juga perlu memberi contoh penerapan masker yang baik. Menurutnya, penularan Covid-19 akan turun drastis jika ada perubahan di masyarakat. Malahan lanjutnya, perlu ada persepsi adanya aurat baru di badan yakni mulut dan hidung. Layaknya tubuh tanpa pakaian, akan malu dan tidak sopan.

"Kita fokus memasyarakatkan itu, dengan keteladanan," imbuhnya.

Ia menjelaskan ada tiga hal yang mengubah perilaku diawali dari aspek kognitif (pengetahuan), dengan tahu akan berubah sikapnya (afektif), lalu tindakannya pun akan berubah (psiko motor).

Perilaku agar Covid-19 berhenti meliputi perilaku hidup sehat, sehat sosial dan sehat ekonominya.

"Pola hidup sehat perlu dilakukan masyarakat. Makan, minum, aktivitas sehat, istirahat berimbang dan lingkungan sehat perlu diterapkan," ucapnya.

Senada dengan itu, Turro menegaskan, Covid-19 adalah penyakit dan bukan kutukan. Sehingga tidak perlu ada stigma bagi penderitanya. Terinfeksi Covid-19 bukan karena dosa besar tetapi karena tidak melakukan protokol kesehatan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wiku: Penetapan Harga Swab Test Masih Dikaji

Pemerintah ingin memastikan harga swab test dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

Mini Lockdown Efektif Tekan Penyebaran Covid-19 di Daerah

Mini lockdown yang diterapkan pada beberapa kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat menuai hasil positif.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

10 Provinsi Prioritas Sumbangkan 67,6,8 % Total Kasus Aktif Nasional

Jumlah kasus aktif di 10 provinsi prioritas menyumbangkan 67,6 persen dari total jumlah kasus aktif nasional.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Lewat Pesan Ibu, Padi Reborn Putus Rantai Covid-19

Padi Reborn turut membantu Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam menggaungkan gerakan Ingat Pesan Ibu tentang 3M kepada masyarakat.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

Variasi Jenis Nutrisi Pengaruhi Status Gizi Anak

Status gizi anak dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

Remdesivir Diujikan Pada 25 Pasien Covid-19 di RS Persahabatan

Remdesivir di banyak negara telah diujicobakan untuk pengobatan pasien Covid-19.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.174, Kasus Positif di Indonesia Jadi 291.182

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.174 dalam 24 jam terakhir sampai Kamis (1/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 291.182.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

Klaim Covid-19 Bisa Dimonitor Lewat Fitur Dashboard Monitoring BPJS

BPJS Kesehatan telah mengembangkan fitur Dashboard Monitoring Klaim Covid-19.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

Fachmi Idris: BPJSK Tidak Pernah Hambat Tagihan Klaim Covid-19

Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengungkapkan pihaknya tidak pernah menghambat proses penagihan klaim layanan Covid-19.

KESEHATAN | 1 Oktober 2020

Jumlah Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Wisma Atlet Bertambah 194 Orang

Jumlah pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang dirawat di Tower 4 dan Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat bertambah 194, Kamis (1/10/2020).

KESEHATAN | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS