MUI: 3 Hal Paling Penting dari Vaksin Covid-19
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

MUI: 3 Hal Paling Penting dari Vaksin Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 | 23:41 WIB
Oleh : Dina Manafe / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muti Arintawati mengatakan, setidaknya ada tiga hal penting yang harus diperhatikan untuk menentukan bahwa suatu produk dinyatakan halal termasuk vaksin Covid-19. Pertama, ketelusuran (traceability) untuk mengetahui apakah produk memakai bahan-bahan yang halal dan diproduksi dengan fasilitas yang terbebas dari kontaminasi yang menyebabkan produk menjadi tidak halal.

Kedua, harus memiliki sistem jaminan halal. Perusahaan harus memiliki komitmen yang kuat untuk menggunakan bahan, proses, fasilitas, dan prosedur yang memastikan bahwa produk yang di produksi terjamin kehalalannya. Ketiga, otentikasi yang dibuktikan dengan uji laboratorium untuk tidak ada kontaminasi maupun kepalsuan, sehingga dapat dibuktikan kehalalannya.

Terkait dengan proses sertifikasi halal vaksin Covid-19, Muti menyebutkan saat ini LPPOM MUI masih menunggu hasil identifikasi tim yang saat ini berada di Tiongkok. Hasil identifikasi ini menjadi pertimbangan apakah halal atau tidak.

“Kami masih menunggu tim yang saat ini di Tiongkok. Setelah hasilnya diperoleh, baru kemudian bisa dinilai apakah memang semua persyaratan bisa dipenuhi oleh industri vaksin tersebut,” kata Muti pada konferensi pers tentang update persiapan vaksin Covid-19, Senin (19/10/2020).

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengtatakan, dengan sejumlah pertimbangan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh produsen vaksin, maka keluarnya surat ijin emergency use authorization (EUA) atau ijin penggunaan dalam kondisi darurat dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI maupun Kementerian Agama menandakan bahwa produk tersebut dipastikan aman dari segi kehalalan serta tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Menurut Yurianto, pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi secara intens dengan sejumlah produsen vaksin di tiga negara, yakni Tiongkok, London dan Swiss. Tim gabungan dari kementerian dan lembaga terkait telah dikirim ketiga negara tersebut untuk memastikan keamanan dan kehalalannya.

Pemerintah juga telah mengidentifikasi dan menjajaki kerjasama dengan empat produsen vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino dari Tiongkok, kemudian AstraZeneca dari Inggris. Dari keempat produsen tersebut, seluruhnya telah memberikan komitmen untuk mengirimkan vaksin Covid-19 bagi Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dari 2,5 Juta Tes Covid-19 di Indonesia, 86% Terkonfirmasi Negatif

Secara total kini sudah ada lebih dari 4 juta spesimen yang diperiksa di 377 laboratorium di Indonesia.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Pemerintah Pastikan Keamanan dan Kehalalan Vaksin Covid-19

Pemerintah telah mengidentifikasi dan menjajaki kerja sama dengan empat produsen vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino dari Tiongkok, kemudian AstraZene.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Penyintas Covid-19 Membutuhkan Dukungan Psikososial

Penguatan dan dukungan psikososial pada pasien Covid-19 dipercaya membantu mempercepat proses penyembuhan.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

15 Provinsi Laporkan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19

Sebanyak 15 provinsi melaporkan pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus baru Covid-19 pada Senin (19/10/2020).

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.373, Kasus Positif di Indonesia Jadi 365.240

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.373 selama 24 jam terakhir sampai Senin (19/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 365.240.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

November, 9,1 Juta Orang Mulai Disuntik Vaksin Covid-19

Penyuntikan tahap awal menggunakan vaksin yang diproduksi tiga perusahaan vaksin dari Tiongkok.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Setelah Vaksinasi, Apakah Masih Bisa Terpapar Covid-19? Ini Jawabannya

vaksinasi memberikan kekebalan agar pada saat terpapar virus kita tidak jatuh sakit.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Jokowi Minta Urusan Vaksin Ditangani Menteri Kesehatan dan BUMN

Jokowi meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN dapat menangani vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

2.661 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 2.661 pasien positif Covid-19 tanpa gejala tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4-7 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020

Tak Mudah Mengurus Vaksin Covid-19, Jokowi Minta Pelatihan Libatkan WHO

Setiap vaksin memiliki standar berbeda-beda sehingga perlakuannya berbeda pula.

KESEHATAN | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS