Presiden Minta Vaksinasi Covid-19 Wajib Ikuti Koridor Ilmiah
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Presiden Minta Vaksinasi Covid-19 Wajib Ikuti Koridor Ilmiah

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:47 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran pemerintah agar pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 disiapkan secara matang, detail, mengikuti koridor ilmiah, memperhatikan aspek keamanan dan efektivitas vaksin.

“Saya melihat aspek keamanan dan efektivitas dari vaksin ini betul-betul menjadi perhatian utama masyarakat, termasuk para pakar dan peneliti. Karena itu semua kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmu pengetahuan berdasarkan data science dan standar kesehatan,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara daring yang membahas tentang Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/10/2020).

Kepala Negara juga mengingatkan agar vaksinasi dilakukan secara hati-hati, agar tidak menimbulkan kesan bahwa pemerintah tergesa-gesa sehingga kaidah-kaidah scientific dan data-data science standar kesehatan dinomor duakan.

“Tidak bisa. Jangan timbul persepsi bahwa pemerintah itu tergesa-gesa, terburu-buru tanpa mengikuti koridor ilmiah yang ada. Tolong ini betul-betul kita lalui semuanya. Meskipun kita ingin dipercepat tapi hal-hal tadi jangan sampai dilupakan,” kata Kepala Negara.

Ia menegaskan bahwa yang dilakukan pemerintah adalah sebuah langkah gerak cepat, tapi penuh perencanaan yang matang dan persiapan matang.

“Setelah saya detailkan ini menyangkut banyak hal, aspek yang harus kita persiapkan terlebih dahulu, kita harus direncanakan secara matang,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

80% Kematian Covid-19 Menimpa Lansia dan Komorbiditas

Lansia dan orang dengan penyakit penyerta harus lebih waspada di tengah pandemi agar tidak terinfeksi virus Covid-19.

KESEHATAN | 26 Oktober 2020

Ketua Dewan Perawat Nasional: Nakes Hidup dalam Tekanan dan Ketakutan Luar Biasa

Selain itu, mereka juga harus terpisah dari keluarga dan menghadapi stigmatisasi sosial.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Dalam 7 Bulan, Covid-19 Renggut Nyawa 253 Nakes di Indonesia

253 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid-19 itu terdiri dari 141 dokter, 9 dokter gigi, dan 103 perawat.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Ratusan Santri dan Guru Ngaji di Ponpes Yasina Bogor Dapat Swab Test Gratis

Sebelumnya, NU Care dan Tokopedia Salam juga sudah menggelar rapid test, swab dan PCR untuk ribuan santri dan guru ngaji.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Produsen Vaksin Covid-19 Punya Posisi Tawar Tinggi, Pemerintah Diminta Cermat

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk cermat dalam menjalin kerja sama dengan produsen vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

DPR Pantau Pengadaan Vaksin Covid-19

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR akan memantau pengadaan vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

15 Provinsi Laporkan Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19

Sebanyak 15 provinsi melaporkan jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus baru Covid-19 pada Minggu (25/4/2020).

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Jadi Klaster Baru, 20 Pesantren di Banten Terpapar Covid-19

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banten menemukan sebanyak 20 pesantren di wilayahnya menjadi klaster penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.732, Kasus Positif di Indonesia Jadi 389.712

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.732, dalam 24 jam terakhir sampai Minggu (25/10/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 389.712.

KESEHATAN | 25 Oktober 2020

Hari Dokter Nasional, Menteri Terawan Puji Pengabdian Dokter

Menurut Menkes, pengabdian para dokter selalu mewarnai dinamika yang terjadi dalam upaya memajukan bangsa.

KESEHATAN | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS