112.000 Warga Bekasi Belum Miliki E-KTP
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

112.000 Warga Bekasi Belum Miliki E-KTP

Senin, 23 Oktober 2017 | 13:33 WIB
Oleh : Mikael Niman / CAH

Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi masih kekurangan 112.000 blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang siap cetak.

Untuk itu, masyarakat harus bersabar menunggu pencetakan e-KTP‎. Selama menunggu pencetakan e-KTP, warga dapat menggunakan kartu keterangan (suket) perekaman e-KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi.

Berdasarkan catatan Disdukcapil Kota Bekasi, jumlah penduduk yang wajib e-KTP sebanyak 1,7 juta jiwa. Sebanyak 90 persen diantaranya telah memiliki e-KTP dan selebihnya masih memegang suket dan ‎belum memiliki e-KTP.

"Kami masih menunggu pendistribusian blangko e-KTP dari Kemendagri. Kota Bekasi masih kekurangan 112.000 blangko," kata Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Erwin Efendy, Senin (23/10).

Dia mengatakan, pemerintah daerah telah meminta penambahan blangko e-KTP yang dikirim oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Selama ini, Kemdagri mendistribusikan blangko e-KTP sebanyak 5.000 lembar. "Kami minta penambahan blangko, agar kekurangan tersebut dapat dipenuhi sebelum Pilkada Kota Bekasi dan Pilkada Gubernur Jawa Barat," tuturnya.

Dia mengatakan, dalam sehari pihaknya mampu mencetak e-KTP hingga 2.000 lembar e-KTP. "Kami minta masyarakat untuk bersabar. Selama menunggu masih pencetakan e-KTP, masyarakat bisa menggunakan suket untuk mengurus keperluan administrasi kependudukan, perbankan dan sebagainya," bebernya.

Warga yang telah memiliki suket, tidak perlu lagi mempertanyakan legalitasnya karena pembuatan suket ini berdasarkan instruksi Kemendagri. Hingga pelaksanaan Pilkada tahun depan pun, suket ini dapat digunakan sebagai pengganti e-KTP, untuk menyalurkan hak pilih warga Kota Bekasi dalam pesta demokrasi.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, mengatakan pemerintah daerah berkeyakinan Kemdagri akan menambah kuota blangko e-KTP. Biasanya, mendapat sekitar 5.000 blangko, Rahmat mengatakan akan ada penambahan distribusi blangko hingga mencapai 40.000 blanko, dalam waktu dekat ini.

‎Keyakinan itu diperoleh pemerintah daerah setelah menggelar pertemuan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri di Kota Bekasi, pekan lalu.

"Kemendagri menjanjikan akan ada penambahan distribusi blangko e-KTP sebanyak 40.000 lembar dalam waktu dekat ini. Masyarakat tinggal tunggu saja di rumah nanti aparatur kita yang mengantar ke rumah-rumah warga," tutur Rahmat.

‎Rahmat melanjutkan, apabila setiap pekan mendapat distribusi blangko e-KTP mencapai 40.000 lembar maka dapat dipastikan persoalan pencetakan e-KTP segera teratasi.

"Kalau kita mendapat blangko e-KTP sebanyak 40.000 setiap pekan, persoalan kebutuhan 112.000 e-KTP akan tertutupi dalam tiga minggu," imbuhnya.

Rahmat telah menginstruksi apatur pegawainya untuk melakukan pendistribusian e-KTP, Kartu Keluarga (KK), Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan dan sebagainya, ke rumah-rumah warga. Jadi, nanti pengurus RT setempat mengantarkannya ke rumah-rumah warga.

"Saya telah menginstruksikan pegawai di kecamatan dan kelurahan setempat untuk mengantarkan langsung ke rumah-rumah warga bila telah selesai. Ada warga yang e-KTP telah selesai dicetak, langsung antarkan ke rumahnya," ungkapnya.

Dia menjamin, petugas yang mengantarkan langsung ke rumah-rumah warga tidak meminta biaya apapun karena itu merupakan bagian pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.‎ "Laporkan kepada saya, apabila ada yang meminta biaya saat mengantar e-KTP atau dokumen lainnya ke rumah warga," pungkasnya



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ancol Selidiki Penyebab Wahana Arung Jeram Terbalik

Tujuh korban mengalami luka ringan dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2017

Sandiaga Sebut Rute Ekspres Transjakarta Berhasil

Pemprov DKI akan pantau terus efektivitas rute alternatif Transjakarta.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2017

Jalan Leuwinanggung Akhirnya Dibeton

Betonisasi di ruas jalan yang berbatasan dengan pintu tol dan bukit golf ini akan dilakukan secara menyeluruh di sisi kiri dan kanan.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2017

Anies-Sandi Berikan Arahan Jajajan Pemprov DKI

Mereka diminta menyampaikan masalah yang masih tertunda penyelesaiannya.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2017

BMKG: Sebagian Jabodetabek Cerah Berawan dan Hujan

Jabodetabak siang ini akan cerah berawan kecuali Jakarta Selatan, Bekasi, Depok dan Jakarta Timur yang dilanda hujan ringan.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2017

Transjakarta Buka 6 Rute Ekspres Mulai Senin

Ada enam rute ekspres dan rute lintas yang dapat memangkas waktu tempuh perjalanan.

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2017

News of the Week: Menanti Kelanjutan Reklamasi Teluk Jakarta

Reklamasi Teluk Jakarta jalan terus atau tidak? Gubernur baru belum menjawab.

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2017

Anies Ingin Masjid Berumur 300 Tahun Segera Direnovasi

Hal itu untuk menjaga cagar budaya yang telah dilestarikan selama ini tetap kokoh berdiri.

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2017

BMKG: Jakarta-Bogor Diguyur Hujan Siang Hari

BMKG memperkirakan hujan berintensitas ringan hingga sedang mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor dan Bekasi, Minggu siang, sore dan menjelang malam.

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2017

Rombongan Anies Bantah Terobos One Way Puncak

Rombongan gubernur sepenuhnya dipandu oleh petugas pengawalan dari Polres Bogor dan Dinas Perhubungan menuju jalur alternatif.

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS