Polisi Temukan Beberapa Temuan Baru dalam Penyerangan Kelompok John Kei
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Polisi Temukan Beberapa Temuan Baru dalam Penyerangan Kelompok John Kei

Senin, 6 Juli 2020 | 21:40 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, rampung menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus penyerangan dan penganiayaan yang dilakukan kelompok John Kei kepada kelompok Nus Kei, Senin (6/7/2020). Pada setiap adegan terungkap rangkaian kronologi peristiwa tindak kejahatan terencana yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, dan satu luka-luka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, reka ulang digelar di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP), seperti di PT AG, Kelapa Gading, Jakarta Utara; Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat; kediaman John Kei, Jalan Tytyan Indah Utama X, Medan Satria, Kota Bekasi; Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Jakarta Barat; dan Perumahan Green Lake, Cipondoh, Kota Tangerang, mulai pukul 10.00 WIB pagi hingga sore hari. Dua lokasi terakhir digelar di Mapolda Metro Jaya.

"Tadi kita sudah bersama-sama dengan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri Tangerang karena satu TKP terakhir itu di daerah Tangerang. Juga bersama dengan kuasa hukum John Kei, dan pelapor Nus Kei. Kita sudah melihat bersama ada 67 adegan yang kita laksanakan," ujar Yusri, Senin (6/7/2020).

Dikatakan Yusri, ada beberapa temuan fakta baru dalam gelaran rekonstruksi. Salah satunya, John Kei sempat memberikan uang operasional kepada anak buahnya sebesar Rp 10 juta.

"Memang ada temuan-temuan baru, ada pengembangan sedikit di sini. Sewaktu di Tytyan Bekasi, sempat JK ini menyerahkan uang sekitar Rp 10 juta dalam lembaran Rp 50.000 kepada DF sebagai uang operasional untuk menyelesaikan tugasnya. Apa tugasnya? Dijelaskan sama JK ini yang temuan kita, bahwa pengkhianat harus mati. Siapa pengkhianatnya? Pelapor (Nus Kei) di sini. Dijelaskan lagi dan diakui oleh JK sendiri. Ini temuan baru yang kita dapatkan nanti akan berkembang lagi," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik membawa 37 tersangka termasuk John Kei dalam kegiatan rekonstruksi. "Jadi ini sebagai bahan untuk berkas perkara apa yang telah mereka tuangkan pada berita acara pemeriksaan dan ini dilengkapi semua, dan tambahan-tambahan kemungkinan ada," katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, setiap adegan dalam reka ulang menjelaskan rangkaian demi rangkaian peristiwa atau kronologis kejadian.

"Hari ini ada lima lokasi yang diadakan rekonstruksi bersama JPU dan kuasa hukum untuk melihat dan memperjelas fakta di lapangan dengan hasil berita acara pemeriksaan yang dilakukan penyidik," ucapnya.

Calvijn menuturkan, lima lokasi dibagi dua, pertama tiga lokasi yang digunakan aktor intelektual dan para tersangka melakukan perencanaan, pembicaraan pemufakatan jahat, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka. Sedangkan, dua lokasi lainnya merupakan tempat eksekusi di Duri Kosambi dan Green Lake.

"Fakta-fakta baru yang terungkap dalam rekonstruksi ada beberapa, mulai dari tanggal 14 Juni ternyata JK menghubungi tersangka DF jam 09.00 pagi untuk dilakukan pertemuan di lokasi pertama yaitu, di Kelapa Gading. Kemudian, pertemuan dilaksanakan sekitar pukul 16.30 WIB, dipimpin tersangka JK dan DF," jelasnya.

Selanjutnya, pertemuan perencanaan kedua dilaksanakan tanggal 20 Juni 2020, di kediaman John Kei, Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi. Sebelumnya, tersangka DF memberikan sejumlah uang kepada para tersangka untuk membeli semua perlengkapan seperti pipa yang diubah bentuk menjadi tombak.

"Fakta menarik di rumah JK ini ternyata ada beberapa adegan yang betul-betul dipimpin langsung oleh tiga pelaku intelektual. Jadi tiga pelaku yang sangat berperan aktif dalam hal merencanakan dan eksekusinya adalah pertama JK, kedua DF, dan ketiga FR. Ketiga tersangka aktor intelektual ini di dalam pertemuan di rumah JK, ini memastikan lebih lagi apa rencana-rencana yang akan dilaksanakan dalam eksekusi tersebut," terangnya.

Calvijn melanjutkan, dalam pertemuan itu tersangka FR menghubungi semua para pelaku untuk berkumpul di kediaman John Kei. Pada akhir pertemuan, tersangka DF memerintahkan agar semuanya kembali berkumpul di Arcici, Jakarta Pusat, sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (21/6/2020).

"Di Arcici ini dilaksanakan tugas akhir, peran, distribusi mobil, senjata tajam, dan lainnya. Ada enam mobil dibagi untuk dua kelompok. Satu kelompok melaksanakan eksekusi di Kosambi, satu mobil. Kelompok kedua, lima mobil melakukan eksekusi di rumah NK yang di Perumahan Green Lake. Di situ (Arcici) juga dibagikan seluruh senjata tajam yang telah dibuat, di luar senjata tajam yang disiapkan masing-masing tersangka," katanya.

Menurut Calvijn, tersangka DF juga sempat menyerahkan satu pucuk senjata api kepada tersangka M, selaku eksekutor di Perumahan Green Lake, Cipondoh.

"Berangkat dari Arcici, dua kelompok ini berpencar, satu kelompok melaksanakan kegiatan eksekusi di Kosambi, dan lima mobil di perumahan. Lima mobil tersebut jelas terang benderang, kendaraan yang melakukan perusakan di rumah NK dan dua kendaraan lainnya itu melakukan pemantauan di pintu masuk dan keluar perumahan," tegasnya.

Calvijn menyebutkan, setidaknya ada 45 pelaku yang terindikasi turut serta mulai dari perencanaan hingga aksi penyerangan dan penganiayaan itu.

"Dari 45 tersangka tersebut sudah dilakukan penahanan sebanyak 37 dan penyidik masih mencari delapan DPO (daftar pencarian orang) lainnya. Dalam hal ini Polri menyampaikan bahwa tidak ada ruang bagi premanisme dan aksi premanisme. Negara tidak boleh kalah dengan seluruh aksi premanisme," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, kelompok John Kei melakukan penyerangan dan perusakan di rumah pamannya Nus Kei, di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (21/6/2020) siang. Seusai melakukan perusakan, pelaku keluar sambil menabrak gerbang perumahan dan melepaskan tujuh kali tembakan.

Selain menyerang kediaman Nus Kei, kelompok John Kei juga melakukan penganiayaan terhadap anak buah Nus Kei, di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin meninggal dunia, sementara rekannya Angky mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Disnaker DKI Awasi Ketat Penerapan Sistem Sif

Sebagian besar perusahaan atau tempat usaha yang diawasi patuh dengan ketentuan kapasitas 50 persen dan sistem sif masuk kerja.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terminal Poris Tangerang Sudah Kembali Beroperasi

Terminal Poris telah buka dan sudah melayani perjalanan bus dari Tangerang dengan tujuan luar kota sejak Akhir Juni 2020 lalu.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

12 Kelurahan di Kota Depok Tanpa Kasus Positif Covid-19

Dari belasan wilayah tersebut, Kelurahan Limo memiliki perkembangan yang pesat yakni dengan kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 16 orang.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terancam Putus Sekolah, Pemprov DKI Wajib Siapkan Bantuan untuk Calon Siswa Sekolah Swasta

Pemprov DKI dapat memberi bantuan berupa subsidi uang pangkal dan uang sekolah sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikannya.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terungkap, Ini Peran John Kei dalam Perencanan Pembunuhan Nus Kei

Peran John Kei terhadap rencana pembunuhan Nus Kei terungkap dalam rekonstruksi yang dilakukan tersangka dan anak buahnya di Tytyan Indah, Bekasi.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Pemkot Bekasi Masih Telusuri Pembuang Limbah Medis

Berdasarkan investigasi KPNas pada 4 Juli 2020 masih ditemukan pembuangan limbah medis diduga bekas penanganan Covid-19 di Zona IV TPA Sumurbatu.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Polisi Tangkap 6 Pelaku Tawuran di Jalan Daan Mogot

Mendapat laporan dari warga, tim Polres Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat memburu orang-orang yang terlibat dalam tawuran tersebut.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Sekda DKI: Kuota PPDB Jalur Zonasi Sesuai Regulasi Kemdikbud

Kuota PPDB jalur zonasi untuk jenjang SMP dan SMA sudah mencapai angka 50 persen

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Pemprov DKI Diminta Fasilitasi Siswa yang Tak Lolos PPDB

Pemprov DKI diminta mengulang penerimaan dengan sistem zonasi tanpa melalui aturan usia.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Minta Perlindungan Hukum, John Kei Surati Presiden

Pengacara John Kei, Anton Sudanto mengatakan, melalui surat itu pihaknya akan meminta perlindungan hukum dari Presiden Jokowi agar tidak ada intervensi.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS