Ganjil Genap Harus Diikuti Pembagian Jam Kerja dan Perbaikan Kapasitas Angkutan Umum

Ganjil Genap Harus Diikuti Pembagian Jam Kerja dan Perbaikan Kapasitas Angkutan Umum

Minggu, 2 Agustus 2020 | 13:22 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, kembali menerapkan sistem ganjil genap, pada 25 ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, Senin 3 Agustus besok. Pelaksanaan sistem pembatasan kendaraan bermotor itu harus diikuti dengan kebijakan lain seperti pengaturan masuk-pulang kantor dan perbaikan penambahan kapasitas angkutan umum.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo mengatakan, berdasarkan keputusan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018, ganjil genap kembali diberlakukan Senin 3 Agustus 2020 besok. Waktu pelaksanaan pukul 06.00-10.00 WIB pada pagi hari, sementara sore hari jam 16.00-21.00 WIB.

"Tentu pemberlakuan gage (ganjil genap) ini ada beberapa latar belakang, tapi ini adalah hasil rapat dari Forkompimda yang dilaksanakan pada Kamis kemarin, dan salah satu poin dari keputusan rapat tersebut adalah pemberlakuan kembali gage. Kebijakan gage ini tentu harus diikuti dengan kebijakan lainnya yang pertama adalah pengaturan shifting masuk dan pulang kantor. Kemarin dari gugus tugas sudah menyampaikan ada pembagian waktu masuk kantor ada pembagian untuk 50 persen work from home," ujar Sambodo, di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Dikatakan Sambodo, pemberlakuan ganjil-genap harus disertai juga dengan perbaikan dan penambahakan kapasitas angkutan umum, terutama pada jalur-jalur yang diberlakukan ganjil genap. Semisal Transkakarta dan Mass Rapid Transid (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman serta MH Thamrin.

"Sehingga dengan adanya pemberlakuan ini, maka situasi lalu lintas menjadi lebih baik, kemacetan bisa dikurangi sekaligus juga pembagian work from home itu bisa mendapatkan tambahan penekanan supaya itu bisa dilakukan mengingat saat ini angka Covid-19 di Jakarta semakin meningkat lagi," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020, telah diatur sinergi penanganan terkait pandemi Covid-19 pada pembatasan sosial skala besar masa transisi secara komprehensif mulai dari hulu sampai dengan ke hilir.

"Apa itu hulunya? Di dalam Pergub 51 sudah diatur bahwa selama pelaksanaan PSBB masa transisi, maka prinsip kerja dari rumah itu tetap dilaksanakan dengan proporsi pembagiannya adalah 50 persen work from home, 50 persen bekerja ataupun masuk kantor. Yang masuk kantor pun tetap dibagi minimal dua shift kerja," katanya.

Menurut Syafrin, tujuannya tentu adalah bersama menciptakan situasi dan kondisi agar seluruh warga Jakarta dalam beraktifitas memahami mereka berada di dalam lingkungan yang aman sehingga sehat dan tentu itu menjadi produktif. "Oleh sebab itu pengaturan ini muaranya adalah prinsip jaga jarak apakah itu di lingkungan kantor, di pusat kegiatan, itu tetap menjadi utama," ucapnya.

Syafrin menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi dengan indikator volume lalu lintas, setiap hari ada peningkatan di Jakarta. Bahkan, belakangan di beberapa titik telah melampaui kondisi volume lalu lintas sebelum masa pandemi Covid-19.

"Sebagai ilustrasi kami sampaikan kami menghitung di area Cipete saat pandemi belum berlangsung, kondisi lalu lintasnya adalah sekitar 74.000 kendaraan per hari, dan saat ini angkanya sudah terlampaui menjadi 75.000 kendaraan per hari. Demikian pula halnya di kawasan Senayan, Jalan Sudirman di Senayan, rata-rata volume lalu lintas sebelum masa pandemi itu sekitar 127.000, tetapi saat ini kondisi ini terlampaui sekitar 145.000," jelasnya.

Syafrin menambahkan, sejak Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ditiadakan pada tanggal 14 Juli 2020, maka instrumen pembatasan pergerakan orang di Jakarta itu otomatis tidak ada lagi.

"Karena itu saat ini kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap menjadi satu instrumen untuk upaya Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan pergerakan orang. Sehingga warga yang mendapatkan tugas atau mendapatkan bagian shift kerja dari rumah dengan pelat nomor misalnya yang bersangkutan ganjil di tanggal genap, maka yang bersangkutan akan tetap di rumah, tidak melakukan pergerakan yang tidak penting," katanya.

Penyesuaian Kerja

Syafrin melanjutkan, diharapkan seluruh perkantoran atau instansi dapat menyesuaikan jadwal kerja karyawannya dengan nomor kendaraannya.

"Contoh bagi warga ataupun pekerja yang memiliki kendaraan nopol paling belakang adalah angka ganjil, maka otomatis yang bersangkutan akan meminta ke kantor untuk mendapatkan jadwal kerja dari rumah pada tanggal genap karena tanggal ganjil dia tidak bisa bergerak ke kantor," terangnya.

Syafrin mengungkapkan, Dishub DKI juga telah mengantisipasi terkait perpindahan penggunaan moda trasportasi dari pribadi ke angkutan umum seperti Transjakarta, MRT dan LRT.

"Hasil evaluasi kami contohnya untuk MRT saat ini di jam yang sibuk satu rangkaian Ratangga, MRT dengan physical distancing mampu menampung 390 penumpang dan okupansinya saat ini hampir mendekati 30 persen saja. Artinya begitu ada perjalanan pada jam 10 pagi, maka satu rangkaian Ratangga terisi 100 penumpang, masih ada space atau kapasitas kosong untuk 290 orang yang akan kita harapkan mampu menampung shifting dari penumpang kendaraan pribadi ke angkutan umum," katanya.

Transjakarta, sambungnya, hingga saat ini kapasitas yang disiapkan masih jauh dengan jumlah penumpang. "Contohnya untuk koridor 1 saat ini disiapkan 76 bus. Jadi dengan itu, pada saat jam puncak pagi masih tersedia kapasitas kosong sekitar 30 persen yang terisi dan sama polanya dengan MRT," sebutnya.

Terapkan Protokol Kesehatan

Syafrin menegaskan, pandemi Covid-19 belum berkhir sehingga prinsip Mencuci Tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak (3M) sangat penting diterapkan di pusat kegiatan, di jalan, termasuk di angkutan umum.

"Pertama menggunakan masker. Tapi justru kepatuhan warga di angkutan umum apakah itu di MRT, Transjakarta dan KRL dalam menggunakan masker itu 100 persen. Artinya sekarang angkutan umum kita sudah lebih baik penerapan protokol kesehatannya dibandingkan dengan kegiatan di tempat lain. Kedua dalam rangka menjaga jarak atau physical distancing justru sekarang sesama warga mengingatkan penumpang lain jika ada penumpang yang mau duduk di tempat duduk yang dicross (silang). Artinya warga kita sudah paham, kita belum selesai dengan pandemi Covid-19," katanya.

Ketiga, tambahnya, seluruh sarana prasarana umum angkutan umum sudah menyiapkan alat ataupun tempat untuk menjaga kebersihan. "Diwajibkan melakukan cuci tangan dengan air yang mengalir, disiapkan wastafel ataupun disiapkan hand sanitizer, apakah itu di stasiun, di terminal bus, maupun di halte halte Transjakarta seluruhnya sudah disiapkan alat membersihkan diri. Jadi di sini saya sampaikan justru protokol kesehatan itu dilaksanakan pada layanan angkutan umum kita lebih baik dibandingkan di beberapa tempat, menurut hasil kajian kami," terangnya.

Syafrin mengimbau, warga masyarakat tetap sadar kalau pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga sebaiknya tidak bepergian jika tidak ada hal yang penting. "Seluruh warga tetap aware terhadap pandemi Covid-19 ini, dan begitu mendapatkan jadwal bekerja dari rumah tetap tinggal di rumah dan tidak melakukan perjalanan yang tidak penting," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jadi Rujukan, RS Azra Kota Bogor Kedapatan 10 Orang Positif Covid-19

Azra merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 sesuai surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ganjil Genap Sosialisasi 3 Hari, Setelah Itu Ditindak Tilang

Tetap akan diberhentikan petugas, kemudian akan ditegur, tetapi belum akan ditilang.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ingat! Polda Metro Jaya Terapkan Ganjil Genap Besok

Selama tiga hari ke depan mulai Senin hingga Rabu (6/8/2020), Ditlantas Polda Metro Jaya tidak memberlakukan penindakan.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Minggu Pagi, Puncak ke Arah Bogor Berlaku One Way

Polres Bogor memprediksi hari ini merupakan puncak arus wisata dan Minggu sore merupakan puncak arus balik.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Tabrak Truk di Tol Kebon Jeruk, Pengemudi Ambulans Tewas

Korban meninggal karena luka berat di bagian kepala.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Arus Balik Iduladha, Truk Sumbu Tiga ke Atas Dilarang Lintasi Tol

Pembatasan bagi angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan selama arus balik Iduladha.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2020

Ganjil Genap Kembali Diberlakukan, TransJakarta Antisipasi Lonjakan Penumpang

TransJakarta menyatakan kesiapannya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Ibu Kota saat pemberlakuan kembali ganjil genap pada Senin, 3 Agustus 2020 lusa.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2020

New Normal, Pelaku Bisnis Hotel Jakarta Optimistis Tingkat Hunian Naik

Pelaku di bisnis perhotelan di Jakarta optimistis tingkat hunian akan mengalami kenaikan di era normal baru dengan kenaikan rata-rata 40 persen.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2020

Polisi Tangkap Tiga Residivis di Jakarta Barat

Ketiganya kerap beraksi melakukan pencurian dengan kekerasan di wilayah Tambora, Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2020

Bazar Go Green LPM, Tawarkan Solusi Tangani Sampah Rumah Tangga

LPM Kabupaten Bekasi dan Komunitas Peduli Lingkungan (Kopel) Cikarang, mengadakan kegiatan Bazar Go Green di Perumahan BCM, Cikarang Selatan, Bekasi.

MEGAPOLITAN | 1 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS