TPA Nambo Belum Jelas, Depok Optimalkan TPA Cipayung
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

TPA Nambo Belum Jelas, Depok Optimalkan TPA Cipayung

Rabu, 5 Agustus 2020 | 17:13 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / CAH

Depok, Beritasatu.com - Masih belum jelasnya kelanjutan operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Nambo di Kabupaten Bogor membuat Pemkot Depok memilih untuk mengoptimalkan TPA Cipayung.

Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono mengatakan, dialog terakhir bersama Bupati Bogor Ade Yasin dan pihak Provinsi Jawa Barat belum terdapat kejelasan perihal kapan TPA Nambo bisa digunakan.

"Kami masih menunggu. Kami optimalkan TPA Cipayung. Memang saat ini TPA Cipayung sudah sangat menggunung sampahnya setinggi 30 meter. Kalau Nambo bisa beroperasi, maka Depok bisa membuang kesana," ujar Hardiono di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut dikatakan Hardiono, Pemkot Depok sudah menyiapkan anggaran tiping fee untuk biaya pembuangan sampah ke Nambo. "Semua sudah kami siapkan. Hanya saja sampai saat ini memang belum ada izin dari Kabupaten Bogor dan juga Pemprov Jabar. Kami sudah dialog. Maka kami tunggu saja. Semoga secepatnya bisa terealisasi," tutur Hardiono.

Baca Juga: Pemkot Depok Antisipasi Lonjakan Volume Sampah

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Cipayung Ardan Kurniawan mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok segera melakukan revitalisasi terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Upaya ini dimaksudkan untuk memaksimalkan kapasitas dan fungsi dari TPA tersebut.

Dikatakan dia, saat ini pihaknya bersama konsultan sedang membahas terkait infrastruktur, grand design, dan investasi pengolahan sampah.

"Konsultan ini akan mempresentasikan semuanya terkait dengan revitalisasi TPA Cipayung. Untuk anggaran pada Detail Engineering Design (DED) kurang lebih Rp 1,2 Miliar," papar Ardan.

Dirinya mengatakan, untuk pengerjaan fisik akan dilaksanakan hingga Oktober 2020. Atau setelah penyelesaian DED.

UPT TPA Cipayung juga segera akan menerapkan pengelolaan sampah berteknologi Refuse Derived Fuel (DRF). Rencananya, inovasi tersebut mulai dijalankan pada tahun 2021.

Ardan menuturkan, RDF merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari berbagai jenis limbah. Seperti, limbah padat kota, limbah industri atau limbah komersial.

Baca Juga: Pemkot Depok Belum Bisa Buang Sampah ke Nambo

"Sekarang kami masih membuat Detail Engineering Design (DED)-nya. Setelah rampung baru mulai pekerjaan fisiknya. Paling cepat tahun depan,"kata Ardan.

Dikatakan dia, pengolahan sampah dengan metode RDF ini merupakan langkah yang tepat.

"Hasilnya berupa briket atau pengganti batu bara dan dijadikan bahan bakar untuk operasional alat pabrik. Nah, nantinya kami akan bekerjasama dengan pabrik semen yang ada di Gunung Putri, Nambo, Kabupaten Bogor," tutur Ardan.

Dirinya berharap, inovasi tersebut dapat segera terwujud. Dengan demikian, bisa membantu mengurangi volume sampah di TPA Cipayung yang sudah melampaui kapasitas (overload).

"Mudah-mudahan segera terealisasi agar sampah yang ada di sini bisa segera dimanfaatkan dan mengurangi volume sampah," pungkas Ardan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

DKI Sudah Kumpulkan Denda PSBB Rp 2,47 Miliar

Hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta telah mengumpulkan uang denda PSBB senilai Rp 2,470 miliar.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Warakas

Dari tubuh pasutri lansia itu tidak ditemukan luka atau tanda tanda-tanda penganiyaan.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Polisi Panggil Saksi Ahli Kasus Dugaan Hoaks Herbal Covid-19

Polisi akan memanggil ahli saksi bahasa dan saksi ahli dari IDI terkait klaim Hadi Pranoto yang menemukan obat herbal Covid-19.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Volume Penumpang KA Bandara Meningkat 93%

KA Bandara sudah beroperasi kembali secara bertahap dan berangsur-angsur mengalami peningkatan jumlah penumpang.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

RSUD Depok Kembali Buka Layanan Rawat Inap Pasien Non-Covid-19

Namun demikian, kapasitas tempat tidur di masing-masing ruangan akan dibatasi dari jumlah biasanya.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Proyek Jalan Layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat Rampung Akhir 2020

Jalan layang Lenteng Agung dibangun dengan total anggaran Rp 143,5 miliar.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

UMKM Ini Targetkan Pasok Alat Kepengurusan Jenazah ke 1.000 Masjid

Rajane Keranda menargetkan dapat memasok alat kepengurusan jenazah kepada 1.000 masjid di seluruh Indonesia.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Polisi Periksa Pelapor Kasus "Obat Covid-19" Anji dan Hadi Pranoto

Dikatakan Yusri, pada saat pemeriksaan Muanas memberikan barang bukti satu USB dan transkrip wawancara antara pemilik akun Duniamanji dengan Hadi Pranoto.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Laboratorium di Jakarta Bisa Periksa Hampir 11.000 Sampel Covid-19 Per Hari

Dengan jumlah 54 Lab jejaring, kata Widyastuti, Pemprov DKI bisa melakukan pemeriksaan sebanyak 10.917 sampel per hari.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Pemprov DKI: Ganjil Genap Agar Kantor Disiplin Terapkan Kapasitas 50%

Hal ini menjadi salah satu penyebab kantor dan tempat usaha menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS