Eksekusi Lahan yang Berujung Bentrok di Tangerang Disinyalir Salah Alamat
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Eksekusi Lahan yang Berujung Bentrok di Tangerang Disinyalir Salah Alamat

Senin, 10 Agustus 2020 | 20:13 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CAH

Tangerang, Beritasatu.com - Kasus eksekusi lahan yang berujung bentrok ormas di daerah Pinang, Tangerang yang melibatkan warga dan ormas yang terjadi Jumat (7/8/2020) lalu masih menyisakan trauma bagi masyarakat disekitar. Lantaran hingga kini mereka masih merasa ada teror dari orang-orang yang tak bertanggung jawab yang menginginkan tanah tersebut segera di eksekusi.

Hal itu diungkapkan Minarto salah satu perwakilan yang lahannya diklaim Darmawan saat menggelar jumpa pers di kawasan Cikokol, Tangerang, Senin (10/8/2020).

"Sampai saat ini masyarakat di sekitar bentrok kemarin masih resah lantaran sampai saat ini kadang masih ada orang-orang yang bergerombol dan diduga menginginkan eksekusi itu dilakukan. Kita sendiri juga masih terus melakukan penjagaan bersama warga lainnya karena takut ada serangan lagi. Soalnnya dari 45 hektare tanah yang mereka klaim miliknya Darmawan, 15 hektare-nya adalah tanah warga yakni warga di Kelurahan Cipete dan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang. Di lahan tersebut ada 1.500 KK-an," ungkap Minarto.

Sementara itu, Pihak PT Tangerang Matra Real Estate (TMRE) yang mengaku memiliki 30 hektare dari 45 hektare lahan yang ingin dieksekusi itu menyatakan salah alamat. Lantaran tanah yang akan dieksekusi Pengadilan Negeri Tangerang adalah lahan mereka dan 1.500 KK lainnya.

"Saya pikir eksekusi itu salah alamat, karena kita punya bukti lahan yang kita klaim itu punya kita yang bisa dibuktikan dengan surat pelepasan hak atas tanah (SPH) untuk lahan seluas 30 hektare, dimana kita punya 500 SPH (Surat Pelepasan Hak). Selain itu, Surat tanah yang menjadi bukti eksekusi PN Tangerang kemarin itu sudah dicek di BPN yang hasilnya surat tersebut tidak terdaftar di BPN Tangerang," ungkap juru bicara PT. TMRE, Manusun Hasudungan Purba.

PIhak PT TMRE beserta warga dilokasi bentrok sendiri berencana akan mengajukan gugatan ke Komisi Yudisial (KY) terkait kasus eksekusi Pengadilan Negeri tersebut.

"Kami sedang membuat gugatan, sudah tunjuk kuasa hukum, lagi mempersaipakan proses gugatan nanti bersinergi (dengan warga) membentuk tim advokasi. Namun yang pasti kita siap melakukan gugatan dan pelaporan ke pihak KY," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Jumat (7/8/2020) lalu sempat terjadi bentrok antara dua ormas yang saling mengklaim tanah 45 hektaer yang akan dieksekusi PN Negeri Tangerang. Dalam kejadian tersebut, Kantor Kecamatan Pinang, Tangerang sempat digeruduk massa salah satu pihak. Kerusuhan itu akhirnya berhenti usai polisi dan TNI dengan dibantu Satpol PP datang untuk melerai dan memisahkan massa kedua kubu yang bertikai itu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tertangkap Tangan, Pelaku Ranmor Bersenpi di Bogor Babak Belur Dihakimi Warga

Pelaku tertangkap tangan warga saat hendak mencuri motor parkiran indekos khusus wanita.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Tilang Elektronik Diberlakukan di Depok

Jumlah pelanggaran lalu lintas di Kota Depok selama Operasi Patuh 2020 paling tinggi se-Polda Metro Jaya.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Dua Ruas Tol JORR II Ditargetkan Fungsional Akhir 2020

PT Jasa Marga menargetkan dua ruas jalan tol yang masuk jaringan Jalan Tol JORR II yakni Serpong-Cinere dam Cengkareng-Batuceper beroperasi akhir akhir 2020.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Polresta Bandara Soetta Tangkap Pemuda Gunakan Hasil Swab Test Palsu

Tersangka menggunakan dokumen palsu tes berupa hasil swab PCR test yang katanya dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 RS Haji Pondok Gede tertanggal 10 Juli 2020.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

5 Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Tinjau Wisma Antara

OB diketahui positif Covid-19 pada akhir Juli 2020 lalu dan keempat reporter pada 1 Agustus.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Ganja 410 Kg Asal Aceh Dicegat BNN di Rawalumbu Bekasi

BNN menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ganja di Kota Bekasi. Sedianya, ganja asal Aceh tersebut akan dikirim ke Jakarta Barat menggunakan truk logistik.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

KAI Kembangkan Stasiun Pondok Ranji

PT KAI dan PT Jaya Real Property Tbk berkolaborasi melakukan penataan dan pengembangan Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Gedung DPRD DKI Kembali Ditutup untuk 2 Pekan Kedepan

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menjelaskan, dalam masa pembatasan seluruh aktivitas di Gedung DPRD DKI akan diawasi dengan ketat.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Langgar PSBB, Karaoke Ditutup Dinas Parwisata DKI

Dinas Pariwisata DKI Jakarta menutup operasi sebuah tempat karaoke di Jakarta karena melanggar aturan PSBB.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020

Bongkar Klinik Gigi Ilegal, Polisi Tangkap Dokter Gadungan

Polda Metro Jaya, membongkar praktik klinik gigi ilegal atau tanpa izin yang dilakukan seorang pemuda tamatan SMK Perawatan.

MEGAPOLITAN | 10 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS